Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 28



Sudah berjalan 6 bulan pernikahan dinda dan brama


Cek cok kecil dan beda pendapat selalu ada sajah di dalam rumah tangga..karena adaptasi sifat masing-masing..


Hari itu brama akan segera pulang ke rumah..


Brama tau dinda itu dulu seorang model papan atas, tak di pungkiri banyak lelaki yang iri kepada brama karena berhasil menikahinya, tanpa ketahuan kedekatannya..


Lagi-lagi ada nomor yang tak di kenalnya mengirim pesan kepadanya


"lo suami nya dinda ya..?gw bakalan ngirim foto-foto masa lalu istri lo"


Brama terdiam tidak menggubrisnya..


Tak lama ia mendapat kiriman foto-foto dinda dulu


Yang bikin brama geram, di foto itu dinda bersandar dengan pria asing


Dan ada adegan dinda di cium oleh lelaki yang terlihat seperti om-om..


Brama menahan amarah nya


"guu.. Agus... Ayo pulang" suara brama terdengar kesal..


Agus pun dengan cepat melaju kan mobil nya..


Sesampai di rumah


Brama pulang dengan muka kesal nya.. Ia tidak bicara sepatah kata pun kepada dinda..


Dinda yang melihat suami nya pulang dengan muka kesal seperti itu pun bingung..


Sehabis membuka sepatu nya brama langsung masuk ke kamar nya dan mandi..


Dinda mengikutinya dan menunggu di kamar..


Setelah selesai mandi


"mas.. Udah makan belum"


Brama terdiam.. Tidak menjawab


"mas.. Kenapa seh.. Pulang-pulang muka nya enggak enak gitu"


"enggak apa-apa!"


Dinda terdiam


Brama langsung duduk di tempat tidur sambil memainkan handphone


"kenapa lagi yaaa.. Sok bingung kalau mas bram udah begini tuuh.." gerutu dinda dalam hati


Muka brama benar-benar berbeda..


Dinda pun makin penasaran


"mas cerita ajah.. Ada apa..??"


"aku dapet kiriman ini" brama memberi tahu foto dari seseorang yang ia tidak kenal


Melihat foto itu.. Dinda terdiam..ia bingung harus berkata apa..


"itu kamu bukan??"


Dinda tidak menjawab


"dinda..!!"


"iya..." suara dinda lirih


"memang kamu dulu seperti itu..?"


"ini foto sehabis fashion show dulu.."


Brama terdiam..


"udah berapa banyak yang ngirim foto kaya gini"


"enggak tau, enggak kehitung! Sampe bosen! Maksudnya apa kali"


"bikin kamu marah.. Trus kesel sama aku"


"ada lagi yang lucu..entah siapa lah! Dia bilang kamu tuh nikah sama aku cuma sebentar.. Nanti juga bakalan cerai"


"banyak yang ngirim pesan enggak jelas begitu, cuma aku hapus ajah.."


"kamu nyesel nikah sama aku?"


Brama terdiam


Dinda mendekati brama "jangan dengarkan apa kata mereka mas, aku tulus sama kamu! Aku berusaha sampai di titik sekarang untuk membuatmu merasakan betapa aku mencintaimu, kalau cuma gara-gara foto-foto masa lalu ku sampai membuatmu marah atau berfikir yang lain berarti selama ini kamu enggak peka enggak tahu perjuangan aku kaya gimana, sampai aku memilih meninggalkan semua gemerlap nya dunia ku dulu! "


Brama benar-benar tidak bisa berkutik dengan. Omongan dinda.., muka nya berubah, tidak lagi terlihat marah atau kesal.. Melainkan kasihan dengan dinda..


" berarti kamu nikah sama aku, benar-benar karena terpaksa" kata brama


"awalnya, karena aku merasa aku harus berbakti sama keluarga ku! Tetapi setelah ijab qobul.. Perasaan aku berubah, aku harus berbakti sama suami ku.. Aku berusaha mengenalmu, berusaha mengenyampingkan segala keinginanku.."


Brama menatap dinda..


Dinda yang sudah menahan tangis nya hanya dapat tertunduk


" sekarang semua aku serahin lagi ke kamu! Mau tetap percaya sama aku atau kamu ingin pergi karena tidak tahan dengan omongan ancaman seperti itu"


Brama lagi-lagi tak bisa berbicara.. Mulutnya mendadak kaku tak bisa bergerak


Dinda membelakangi brama.. Ia tak tahan dengan segala tuduhan yang memojokkannya.. Dinda memang seorang model dulu, tapi ia sangat menjaga kesuciannya... Walaupun banyak teman-temannya yang mengajak dinda untuk dekat dengan beberapa boss, pengusaha tapi dinda tidak tertarik.. Semua yang ia punya adalah hasil jerih payah nya..


Brama yang merasa bersalah berusaha untuk menenangkan dinda.. Ia menyentuh pundak dinda.. Tapi dinda memilih untuk pergi keluar kamar..


Dinda merasa ia ingin sendirian..


Ia ke meja makan.. Bi juju seperti nya sudah tidur..


Ia duduk sendiri...


Brama pun keluar kamar, ia mendekati dinda di meja makan..


"masuk yuk..."


Dinda menggelengkan kepala nya


"mau aku bikinin teh.."


Dinda terdiam..


Brama pun ke dapur membuatkan 2 teh hangat untuk ny dan dinda..


Dinda masih terdiam, ia sama sekali tidak mau melihat ke arah brama..


Hati nya benar-benar sakit..


Ia merasa berarti selama ini brama hanya menganggapnya palsu..


Bramas membawakan 2 teh hangat..


"niih di minum".


Dinda masih terdiam..


Brama berusaha memegang tangan dinda, tapi dinda melepaskannya..


"maafin aku ya.."


Dinda menghela nafas panjang..


Suasana saat itu benar-benar kaku..


Air mata dinda pun tak terbendung lagi..


Ia menangis lirih...


.


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like, vote, coment