Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 61



Brama bersiap untuk berangkat..


Dinda sibuk menyiapkan sarapan tapi ia tidak mau melihat brama..


Mual muntah nya semakin menjadi..


Dinda hanya bisa rebahan untuk menahannya..


"nanti siang kita ke dokter ya..".


"enggak usah mas..!aku mau pulang ajah ya"


"keadaan kamu seperti itu.. Aku enggak mau kamu nyetir sendiri! Biar nanti aku antar.."


Dinda tidak menjawab ia kembali rebahan.. Badannya mendadak lemas.. Tak berdaya..


Dengan berat hati brama meninggalkan dinda di mess..


Selang beberapa menit, brama kembali lagi ke mess..


" din..dinda.."


" kok cepet banget mas.. "


" hayu kita pulang..terus ke dokter! Aku enggak bisa lihat kamu seperti ini"


Dinda pun membereskan beberapa pakaian gendis dan langsung memasukkannya ke mobil..


Brama memasukkan gendis ke car seat nya..


Dengan lunglai dinda masuk ke dalam mobil


"masa iya gw hamil yaaa..!tapi ini beneran makin hari makin enggak enak iniii.." gumam dinda dalam hati


"diinn.. Dinda.." brama menepuk paha dinda


"hah iyaaa.."


"kenapa kamu bengong, udah jangan di pikirin..!mudah-mudahan bukan penyakit yang serius"


"iyaaa.. Tapi beneran ini tuh enggak enak mas"


"iyaa sabar.. Kita kasih dulu gendis ke bi juju di rumah! Trus langsung ke rumah sakit"


"udah aahh kamu jangan ngomong mas..! Aku pusing"


Brama terdiam..


Ia bingung ada apa sebenarnya dinda tuh..


Sesampainya di rumah..


" gendiiiss sama bibi dulu yaaa.."


Untung gendis langsung nurut.. Tanpa drama gendis langsung masuk ke dalam rumah dengan bibi..


Brama pun dengan cepat masuk ke mobil lagi..melihat kondisi dinda yang lemah tak berdaya, brama pun jadi khawatir..


Baru saja setengah jalan, tiba-tiba dinda minta berhenti..


"mass minggir dulu mas.. Aku mau muntah.."


Brama dengan panik langsung meminggirkan mobil nya


Tanpa basa basi dinda keluar dari mobil dan langsung memuntahkan semua isi di dalam perut nya..


Dinda terus muntah..


Brama tambah panik, ia turun dari mobil dan memijat leher belakang dinda..


"ya ampuuunn kamu kenapa ya.. Salah makan apa din"


"hah.. Hah.. Aduuhh!! Ya ampuunn.." dengan lunglai Dinda langsung masuk ke dalam mobil


Brama langsung melanjutkan perjalanannya ke Rumah Sakit


"sabar yaaa.. Sebentar lagi nyampe"


"kemarin kemarin tuh memang udah mulai mual pagi-pagi! Tapi nanti hilang.. Bisa aku tahan.. Tapi hari ini tuh parah banget.. Aku enggk kuat mas.. Pusing banget"


Dinda mengolesi perut, dada nya dengan minyak kayu putih..


Dinda mendadak lemas..


Sesampainya di rumah sakit.. Brama langsung membawa dinda ke UGD..


Dinda pun di rebahkan


"iniii mual muntah dari kapan ya pak" tanya perawat


"mual-mualnya dari kemarin, terus muntah-muntah hebat nya baru hari ini"


"buu... Ibuuu..!apa yang di rasa sekarang.. Pusing ya" kata perawat itu lagi kepada dinda sambil memeriksa tekanan darah nya


"lumayan pusing mah, mual nya ini sus.. Enggak kuat"


" haid terakhir nya kapan bu"


Dinda berfikir sejenak.. "pokoknya bulan ini saya belum datang haid, bulan kemarin haid tapi cuma 3 hari kalau enggak salah"


"oowh iyaaa.. Ibu test pipis dulu yaaa..! Bisa kan jalan.."


"bisaaa"


"ya sudah di ujung ya bu.. Di antar bapak..! Pipis di tabung ini.. Nanti kalau sudah kasih ke saya.."


"iya sus.."


Dengan sempoyongan dan di bantu oleh brama dinda pergi ke WC untuk buang air kecil..


Setelah selesai ia langsung memberi nya kepada perawat..


Dinda pun rebahan lagi..


"pusing din.."


"lumayan.. Ini tuh mual nya parah banget.. Mas.."


Brama memijat leher bagian belakang dinda..


Tak lama kemudian.. Datang dokter dan perawat..


"selamat siang ibu.. Gimana ibu.. Masih mual yaaa" kata dokter perempuan yang mengahampiri dinda


"iya dok..! Mual banget enggk kuat.."


"ehmm... Ibuu.. Dari hasil tes kencing tadi.. Ibu positif hamil..! Nanti sore ada dokter kandungan yang praktek.. Bapak bisa daftar yaa.. Ibu biar nunggu di sini dulu.."


"oowh iyaa..berarti saya nanti kedepan dulu ya dok.. Buat daftar"


"iyaaa.. Selamat ya buuu... Ini hiperemesis nama nya tapi enggak apa-apa.. Nanti kalau kandungan ibu sudah besar akan berkurang..yang penting ibu rajin kontrol ya nanti"


Dinda hanya menganngguk


"ya sudah saya tinggal ya bu, pak"


Setelah dokter dan perawat meninggalkan mereka berdua..


"hah.. Aku hamil mas.. Serius iniii.. Dokternya enggak Ngprank kan mas"


Brama masih terdiam.. Antara bingung tidak percaya dan bahagia dinda hamil..


"akhirnya aku hamil masss"


Suara dinda bergetar.. Seperti tak percaya..


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment