
Sesampai dirumah
"dinn.. Kamu baru pulang" tanya brama
Dinda tidak menjawab.. Ia langsung masuk ke kamar dan mandi..
Brama mengikuti nya dari belakang, dan menunggu dinda di kamar sambil duduk dia atas kasur
Setelah selesai mandi
"kamu habis dari mana?" tanya brama
"enggak habis darimana-mana.."
"suami kamu nanya loh, din"
"kan aku udah jawab mas"
"muka kamu kenapa"
"enggak ada apa-apa mas"
Dinda pergi meninggalkan brama..
Brama mengejarnya
"dindaaa.." brama menarik tangan dinda
"apa mas.."
"kamu tuh aku tuh belum selesai bicara.. Masa kamu pergi gitu ajah"
"mau tanya apa lagi"
"kamu ada masalah apa seehh"
Dinda menangis
Brama mencoba memeluknya.. Tiba-tiba
"ppaaakkkk"
Dinda menampar brama
Brama terdiam
" siapa wanita ituuu...! Siaaapaaa!"
Brama masih terdiam ia berfikir sejenak
"kamu udah ngebohongin aku kan mas! Jawab siapa wanita itu"
"maksud kamu siapa! Erika"
" aku enggak mau tau nama nya! Pelacur itu"
"dia bukan siapa-siapa din"
"bohong.. Bohong kamu"
"astagfirullah dinda.. Percaya sama aku.. Dia bukan siapa-siapa"
"emangnya aku bodoh hah.. Aku bego gitu.. Kalau bukan siapa-siapa ngapain dia nelpon kamu tengah malam.. Hah..! Ngapain.."
"kapan din.."
"hehhehehe.. Kapan.. Enggak ingat aku..! Dia ngajak ketemuan dan bilang kangen segala! Apaaa coba... Kalau bukan apa-apa"
Brama terdiam...
"kamu enggak pernah jujur kalau kamu memang sudah bosen"
"din... Dindaaa.. Tenang din"
"tenang kamu bilang.. Aku suruh tenang pas rumah tangga aku ada yang ngusik! Maasss aku bukan malaikat, bukan bidadari!"
"iya aku tahu.. Tapi setidak nya kita bicara baik-baik.."
Dinda terdiam..
"sini duduk samping mas.."
Dinda masih terdiam, kesal
"ok.. Aku minta maaf.. Mungkin aku salah.."
"terus aku harus bagaimana diinn"
"jangan hubungi... Cewek itu lagi"
"dengar sayang.. Aku tidak menghubungi dia.. Sama sekali tidak"
"bohong..."
"bagaimana cara nya din, aku harus ngeyakinin kamu"
Dinda terdiam
"kalau omongan aku ajah kamu enggak percaya.. Terus mau sampe kapan"
Dinda masih diam, terpaku
"sumpah diinn aku sama sekali tidak menghubungi dia apalagi berhubungan seperti yang kamu duga.. Aku bukan laki-laki seperti itu"
Muka dinda berubah, agak sedikit tenang
"kamu bisa duduk samping aku"
Dinda pun mau duduk dekat brama..
"aku paham kamu marah.. Itu wajar! Kamu ketemuan tadi sama dia"
"iya..."
"aku enggak tahu harus cerita sama kamu darimana..! Memang benar erika itu ngejar-ngejar aku! Udah aku kasih tau, udah aku peringatin. Tapi dia tetep seperti itu,! Aku pun bingung! Aku enggak tau kalau dia nelpon aku tengah malam"
" aku yang ngangkat mas.. Takut penting..ternyata perempuan yang nelpon"
"maafin aku din lain kali aku akan lebih hati-hati".
"block dia mas".
"iya neeh udah aku block... Aku enggak ada hati din buat selingkuhin kamu! Enggak kepikiran sampe situ aku tuh..! Aku udah janji apapun yang terjadi hanya maut yang misahkan"
Dinda menangis
"maafin aku ya..! Aku kurang hati-hati! Aku salah"
"kalau kamu sudah bosen sama aku bilang mas! Aku akan perbaiki diri.."
"bosen jenuh itu wajar.. Tapi kan gimana kita menyikapi nya din! Ini tuh pernikahan bukan mainan.. Bosen ya sudah beli ganti baru... Kan enggak gitu din"
"maafin aku ya mas.. Aku salah.. Udah nuduh kamu macem-macem".
"aku merasa komunikasi kita akhir-akhir inj kurang.. Aku terlalu sibuk sama pekerjaan aku.."
"iyaaa.. Aku yang kurang ngrti"
"kamu sudah cukup ngerti kok.. Cuma memang komunikasi kita kurang"
Dinda memeluk brama "aku sayang kamu mas"
"aku tahu kok! Kalau kamu enggak sayang, enggak bakal semarah ini.."
Dinda menangis di pelukkan brama
"masalah erika biar aku yang selesaiin! Kamu percaya kan sama aku"
Dinda mengangguk
Brama menghela nafas "aku lega kamu akhirnya cerita unek-unek kamu..!aku lega kamu mau percaya sama aku.."
"pernikahan tanpa rasa percaya yaaa hampa, kosong.. Buat apa kalau begitu mas!"
"ehmm iya.." brama memeluk dinda
"hanya kamu yang bisa ngerasain rasa cinta rrasa sayang aku mas sama kamu"
"iyaaa.. Kamu ngerasa enggak kalau aku sayang banget sama kamu"
"ehmmm kadang mas"
"kadang...".
Dinda tersenyum...
Selama itu masih bisa di bicarakan baik-baik,kenapa tidak
❤️