
Malam pun tiba..
Sudah pukul 21.05 brama belum juga pulang..
Dinda mencoba menelponnya tetapi tidak di angkat nya..
Rasa khawatir menghantui..
Tak lama kemudian..
Brama datang
"assalamu'allaikum.."
"wa'allaikum salam..."
"hai.. Malam banget ya aku pulang.. Macet"
"iyaa.. Mandi dulu sana.. Trus makan"
"iya.. Aku mandi dulu yaaa"
Setelah brama mandi, ia langsung menuju kemeja makan dekat dapur
"masak apa.."
"masak sop ayam sama goreng tempe tahu sambel"
"kamu. Bisa nyambel.."
"coba ajah..."
Brama mencoba sambal buatan dinda.. "ehmm enak juga... Mantab laah"
Dinda mengambikan nasi untuk brama..
"kamu enggak makan.."
"enggak biasa makan malam aku tuh.."
"iih nanti sakit gimana?"
Dinda terdiam "what dia perhatian banget ternyata" gumam nya dalam hati..
Setelah selesai makan brama langsung masuk ke kamar, dinda pun mengikuti nya
"tumben enggk nonton di tengah..." kata dinda
"pengen bobo an.."
"ehmmm...."
Dinda pun ikut berbaring di samping brama, mereka terdiam..
Brama sibuk melihat acara bola, dinda hanya terdiam melihat-lihat ponsel nya
"kamu lagi chat an sama siapa" tanya brama
"lihat-lihat instagram ajah.."
"ehmm.."
"mas kamu pernah pacaran dulu.."
"pernah lah, aku normal din.. Kenapa"
"terus kenapa putus"
"ntah lah dia ninggalin aku begitu saja.."
"oowh.. Ehmm"
"kenapa"
"nanya ajah enggk boleh"
"please.. Senyumannya ternyata.. Oowh maut"
Gumam dinda dalam hati..
Tiba-tiba dinda mulai memancing brama..
Ia pergi ke kamar mandi dan berganti pakain lingerie (baju tidur sexy) berwarna merah maroon dan ia sengaja tidak memakai BH..
Melihat itu tentu saja brama terpaku, jantung nya sontak berdetak kencang... Seperti kuda berlari.. "dukdukdukduk"
Dinda tersenyum manis, lalu duduk di sebelah brama..
"mas nonton apa sih.."
Brama tidak menjawab, konsentrasi nya buyaaarrr.. Ambyaaaarrrr melihat dinda berpakaian seperti itu..
Tangan nya mulai dingin, tubuh nya kaku (tanda-tanda syok)
Dinda bersandar di bahu brama..
Brama mulai melirik dinda, terlihat belahan payu**a dinda..
Brama menghela nafas panjang..
"diiinnn..." brama menelan ludah nya
"ehmmm.. Kenapa mas"
" aku tau kamu pakai baju sexy itu buat apa?"
Dinda terdiam dan langsung duduk menghadap brama
"sebenarnya enggk perlu pakai baju begitu, kalau aku siap untuk melakukannya aku akan melakukannya.. Tapi kasih aku waktu dulu untuk bisa melakukan nya dengan yakin dan yang pasti aku enggak nyakitin kamu"
Deg...Dinda seperti di tampar...
"sekarang kamu ganti baju, jangan pakai baju begitu.. Nanti masuk angin, kamu sakit! Sedangkan aku mau ada pelatihan, nanti siapa yang ngurusin kamu, kalau kamu kenapa - kenapa"
Dinda tak bisa berkata apa-apa lagi
"ya ampuuunn mas braaamm so sweet banget seeh, ini gw harus senang atau gimana inii!! Perhatiannya ajah udah bikin jantung gw naik turun, enggak beraturan" gumam dinda dalam hati
Dinda pun menuruti perkataan brama.. Ia langsung berganti pakaian.. Dan tak tanggung - tanggung, ia langsung berganti pakaian di depan brama..
Mata brama saling menatap dengan mata dinda..
Dan lagi-lagi brama hanya tersenyum manis sambil mengalihkan pandangan nya..
Dinda pun langsung berbaring di pinggir brama..
Brama memakaikan dinda selimut..
Dinda menatap ke arah brama..
"makasih ya mas.."
Brama mengecup kening dinda..
"tidur sana.. Besok kan harus masak untuk aku"
Hanya seperti ituu sudah membuat dinda terbang..
Kecupan yang manis...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment