
Akhirnya brama pun menuruti kemauan dinda.. Untuk tidur di atas..
Sedangkan dinda di bawah..
Brama terus memandangi dinda yang tertidur di bawah..
"baru kali ini dinda segitu nya benci sama aku..!sebel banget gitu yaa sama aku..padahal pengen banget berpelukkan merayakan kehamilan dia.. Ehh dinda nya juga di pegang enggak mau" gumam nya seraya terruuuss memandangi muka dinda..
Hari berganti hari
Minggu berganti minggu
Dan kandungan dinda sudah terlihat membesar.. Sudah sekitar 16 minggu..
Ketika dinda sedang duduk santai di depan TV.. dinda merasakan getaran pertama di perut nya..
Dinda terdiam.. Rasanya seperti di kelitik
Dinda terus merasakannya..
Dan ia tersenyum - senyum sendiri..
Tiba-tiba handphone berdering
Suamiku calling
"iya.."
"assalamu'allaikum gitu loh din"
"wa'allaikum salam! Kenapa mas"
"besok ibu sama bapak mau ngadain selametan 4 bulanan.."
"dimana.."
"di rumah bapak.."
"ehmmm... Enggak di sini ajah.."
"terserah kamu! Tapi ibu udah nyiapin semua di Jakarta.. Kan nanti mama kamu bisa datang"
"ya udah"
Telpon pun di tutup
Ntah mengapa rada kesal, sebel dinda kepada brama tidak hilang.. Sampai umur kandungan dinda menginjak 4 bulan dinda masih belum mau tidur bersama dengan brama...
Tapi brama sangat-sangat mengerti dinda.. Brama begitu sabar menghadapi sikap dinda yang aneh selama hamil..
Acara 4 bulanan di rumah mertua dinda pun tiba..
"assalamu'allaikum bu.."
"wa'allaikum salam sayang.. Ehmm udah kelihatan iniii..." ibu mengelus-ngelus perut dinda yang sudah terlihat baby bump nya..
Dinda tersenyum manis ke arah ibu..
"tapi dinda. Sebel banget tuh bu sama aku.." kata brama
Ibu menepuk pundak brama "biasa nya.. Jangan begituu iihh.. Nanti juga hilang sebel nya ya din.. Bawaan itu mah"
Dinda melirik kesal ke arah brama..
"udah iiih taruh baju kamu di kamar ya.. Terus gendis di kamar tante citra.."
"iya bu"
Dinda membantu ibu menyiapkan segala keperluan untuk selametan 4 bulanannya..
Keluarga dari pihak dinda pun datang.. Mama mba dian dan dipo..
Acara diadakan setelah sholat ashar..
Yang datang pun alhamdulillah banyak... Kebetulan memanggil pengajian ibu-ibu dari kalangan RT di dekat rumah mertua dinda...
Setelah acara..
"diinn mama, mba dian sama dipo pulang yaaa"
"iyaaa maaa.. Makasih ya maaa udah mau dateng kesini.."
"iyaaa! Mama senang akhirnya kamu hamil diinn.. Tapi tetap ya jaga gendis dengan baik.."
"pasti maaa.."
Malam harinya..
"diinn kamu tidur sama aku yaa.." kata brama
" ehm aku mau tidur di kamar citra ajah"
"iihh di kamar citra kan sudah ada bi juju sama gendis"
Dinda terdiam...
"tidur sama aku yaaa"
Dinda pun dengan berat hati tidur dengan brama..
"aku mau tidur di bawah ajah"
"iihh jangaaann biar aku ajah yang di bawah"
"terserah"
Brama pun mengambil kasur lipat milik ibunya..
Dengan susah payah brama membawa kasur nya ke kamar brama..
"aku tidur bawah ajah"
"enggak.. Mas ajah yang di bawah kamu di atas"
Dinda pun menuruti apa kata brama..
Ia tidur di kasur brama sambil melihat ke arah brama..
"diinn.. Dindaaa"
"ehmm..."
"emang kamu benci banget ya sama aku.."
"enggak tau mas! Aku tuh kalau deket kamu tuh enggak mau! Sebeelll...ajah bawaannya"
"masa iya sampai lahiran kamu sebel sama aku ajah"
"ehhhmmm(berfikir) enggak tau mas"
Brama pun lemas.. Ia hanya bisa menerima nasib kalau dinda begitu benci kepadanya..
Keesokan nya
Dinda dan brama pamit pulang..
"terima kasih ya buu.. Udah mau repot-repot bikin selametan buat aku dan calon bayi.."
"iiihh ini kan cucu eyang jadi yaa.. Enggak apa-apa ibu malah senang!"
"iya buu.. Makasih"
"jaga gendis yaaa... Udah. Makin gede makin pinterr enggak bisa diem"
"iyaaa bu.. Makin cerewet anak gadis iniihh"
"braamm.. Jaga istri sama anak kamu ya.. Hati-hati di jalan..."
"iya buuu..."
"kalau dinda marah-marah, kesel sama kamu enggak jelas biarin ajah.. Bawaan orang hamil.. Hormon nya begitu.."
Brama. Mengangguk...
Yaaa. Mau bagaimana lagi harus di terima semua oleh brama..
Resiko punya istri hamil.. Kadang emosi nya tidak stabil..
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment