Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 54



Brama berangkat kerja seperti biasa..


Dinda pun masak dan bersih-bersih rumah di bantu bi juju..


#dengan brama


Setelah sampai di tempat kerja nya


Handphone nya berdering


Ketika di tengok dari nomor yang tidak ia kenal..


Ragu-ragu ia mengangkat nya..


Tapi karna handphone nya terus berdering..


Akhirnya di angkat nya


"ya.. Halo"


"halooo mas..." suara perempuan


"ehmm siapa ya"


"iiihh masa lupa.. Kan kamu yang ngasih nomor handphone mu ke aku"


Berfikir sejenak.. "ehm.. Kenapa" garuk-garuk pelipis, muka risih


"aku mau ketemu..."


"enggak bisa.. Aku sibuk"


" ya udah.. Aku samperin kamu ke tempat kerja kamu"


Brama terdiam, kesal


" hehehehehhe aku tunggu di tempat makan belakang hotel patrajasa"


"ngapain.. Gimana nanti kalau aku enggk sibuk"


"ehmm kalo kamu sibuk yaaa udah, aku samperin ke tempat kerja kamu"


"astagaaaa... Ya sudah iya.. Aku kesana" bentak brama


Telpon pun di tutup


"aku harus bikin perhitungan sama si erika" gerutu brama


Tiba-tiba ario muncul dari belakang


"telpon dari siapa..? Tumben lo marah-marah! Istri lo"


Brama tidak menjawab, ia benar-benar masuk jebakkan erika.. Ia bingung menghadapinya.


#dengan dinda


Ibu, bapak dan citra tentu saja gendis sampai di rumah dinda


"assalamu'allaikum..." kata ibu


"wa'allaikum salam..." dinda tersenyum menyambut mereka..


Gendis pun berlari memeluk dinda


"uuuu... Cantiknya mama.."


"dari tadi di jalan.. Ate kok jauh seh rumah mama"


"hehehehehe...! Bapak.. Ibu mau minum apa"


"teh hangat ajah..." kata ibu


Dinda pun berjalan menuju dapur


"bi juju minta tolong bikinin teh manis hangat"


"iya non.."


Dinda kembali ke depan..


"enak ya din.. Rumah nya" kata ibu


"iya buu.. Alhamdulillah.."


Ibu tersenyum.. "aku bisa kan bolak balik ke sini"


Dinda memeluk ibu dari samping "boleehh banget ibuuu..."


" hehheehehhe... Nanti bapak pensiun pasti sering ke sini"


"iyaaa.. Boleh banget"


Dinda merasa hidupnya sangat bahagia berada di dekat orang-orang yang tulus menyayangi nya..


#dengan brama


Setelah selesai bekerja.. Brama pun menuju ketempat janjian dengan erika..


Brama benar-benar malas bertemu dengan wanita ini..


" haaii mas.. Sebelah sini" erika melambaikan tangan


Brama mendekat tanpa. Ekspresi


"mau makan enggak"


"mau minum"


"enggak usah"


"ya sudah..."


"kamu mau apa.. Uang"


"aku enggak butuh uang"


"terus ngapain"


"aku cuma pengen lihat kamu"


" ya sudah.." brama bangun dari tempat duduknya


Erika menarik tangannya "jangan pergi, sebentaaarrrr ajah"


"denger yaaa.. Aku enggk peduli sama kamu! Kamu bukan siapa-siapa aku! Jadi please udah jangan ganggu saya lagi"


"santaaii mas brooo..! Enggk usah panik gitu"


Brama terdiam,


"kamu tuh terlalu munafik.. Terlalu naif.. Terlalu luruuusss enggak ada belok nya sama sekali"


"maksud kamu apa! Yaaa kalau seseorang menikah ya seperti ini"


"MU-NA-FIK"


"bukan munafik tetapi komitment.. Komitment rumah tangga! Bukan masalah bosen, cinta, sayang lagi tetapi komitment..!"


" ehmmm... Teruuuuss"


"yaa pokoknya aku sudah menikah dan itu harus aku pegang sebagai komitment aku"


"itu yang aku suka dari kamu"


"apa"


"berprinsip.. Sayang aku ketemu nya pas kamu sudah nikah.. Coba kalau belom"


"nanti aku carikan yang seperti aku"


"bagi aku kamu enggak ada dua nya"


"no.. Masih banyak yang kaya aku"


"ehmm.. Yang pasti aku suka sama kamu! Aku enggak masalah jadi yang kedua asal aku sama kamu"


"no..! Maaf aku enggak bisa..!"


" tapi aku sukaaaa! Gimana dong"


"simpan suka kamu! Cari yang lebih baik dari aku"


"ehmmm memang aku enggak salah nilai kamu! Amaziiing pokoknya"


"aku cariin perwira yang sesuai sama kriteria kamu.. Tapi please jangan ganggu aku"


"aku enggak jamin itu"


"jangan sampai aku kasar"


"sok ajah... Nanti malah viral"


Brama terdiam putus asa


"aku yakin istri kamu cinta banget sama kamu! Kalau kamu aku enggak tahu"


"aku sangat sayang sama dia...!"


"bohong"


"terserah... Maaf aku harus pergi"


"kapan-kapan kita ngobrol lagi"


"aku enggak mau"


Erika hanya tersenyum melihat tingkah brama yang ternyata benar-benar KAKU berprinsip..


Malah hal itu yang membuat ia penasaran..


Brama masuk ke dalam mobil..


Ia membentur kan kepalanya ke stir mobil, putus asa


Dia bingung menghadapi erika yang keras kepala.. Tidak mau melepaskannya..


.


.


.


.


. ❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment