Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 38



"dindaaa.. Sini duduk di dekat brama" kata bapak..


Dinda pun duduk di dekat brama.. Ia menatap bapak dan sesekali melihat ke arah brama..


"besoookk.. Bawa brama ke temen bapak ya.. Dokter Abdullah.. Beliau psikiater langganan bapak dulu.. Sampe sekarang.. Nama nya tentara ada kala nya stress jadi butuh lah psikiater.."


Dinda mengangguk..


"tadi bapak sudah nelpon, beliau bisa nya jam 4 sore.. Nanti bapak kasih tau alamatnya"


"iya pak.."


Dinda mengelus-ngelus punggung brama..


Brama melihat ke arah dinda.. Dengan tatapan penuh kesedihan yang tidak bisa di ceritakan..


Dinda sangat mengerti posisi brama.. Ia paham sekali posisi suami nya.. Pasti trauma itu berat..


"kalian mau nginep .. Atau pulang?"


"ehmmm.. Dinda mah ikut mas bram ajh"


"brama mau nginep?"


"pulang ajah pak.."


"ya sudah.. Kalau mau pulang, hati-hati nanti di jalan"


Dinda pun kembali ke dapur menemui ibu


"diiinn mau pulang?"


"iya buu.. Dinda pulang.."


"niihh ibu bawain kue sama lauk.. Buat di rumah ya"


"enggak usah repot-repot buu"


"iih kamu tuh.. Udah bawa ajah.."


"iya bu, makasih ya bu.." dinda tersenyum


Ibu pun mengelus-ngelus pundak dinda... Menguatkan dinda untuk sabar dengan keadaan brama..


Akhirnya mereka pun pulang dengan mobil yang sama.. Mobil dinda sementara di tinggal di rumah mertuanya..


Di dalam perjalanan..


Mereka terdiam, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka


Bingung, cemas, takut.. Itu yan mereka rasakan


Sesampainya di rumah brama langsung ke kamar dan mandi..


Sedangkan dinda sibuk menaruh. Kue dan lauk di meja makan..


Setelah itu dinda pun ke kamar ingin membersihkan diri dan berganti pakaian..


Mungkin karena lelah kepala dinda agak pusing..


Ia pun masuk ke kamar mandi..


Tiba-tiba "gubraaakkkkk" dari arah kamar mandi


Brama terkejut... Dan langsung berlari ke. Kamar mandi


"tok. Tok. Tok" pintu di ketuk


"din.. Dindaaaa..."


"ehmm....iya mas" suara dinda lirih


"buka pintunya.."


Karena khawatir pintu kamar mandi di buka paksa oleh brama


Ketika terbuka, terlihat dinda sedang duduk fi pinggir wastafel..


Brama pun mendekat


Dinda menekan kening nya.. Yang ternyata sudah memar benjol sebesar telur ayam..


Melihat itu brama pun panik..


"astagfirullah.. Jidad kamu kenapa.." brama panik dan langsung membopong dinda dan membawa nya ke tempat tidur..


Dinda yang hanya memakai pakaian dalam, langsung di selimuti oleh brama


Brama menatap sedih dinda..


"aku enggak apa-apa, tadi tuh aku pusing.. Pas udah buka baju ngelihat ke bawah kaya sempoyongan.. Tau-tau lemes.. Eh jidad aku kena pinggiran wastafel.."


"maafin aku yaaaa... Aku terlalu egois mikirin diri aku sendiri"


"enggak apa-apa mas, bukan apa-apa kok ini.."


"aku lupa kalau aku punya kamu yang harus aku jaga.. Aku lindungi.. Tapiii aku malah mikirin diri aku sendiri.. Suami macam apa aku din"


"kamu ngomong apa seeh.. Mas!!udah aku baik-baik ajah"


Brama memeluk dinda..


"maafin aku ya din.. Aku belum bisa bikin kamu bahagia, aku malah nyusahin kamu seperti ini"


Dinda membalas pelukkan brama


"maaasss kata siapa aku enggak bahagia, kata siapa kamu bukan suami yang baik! Aku yang tau, aku yang merasakan! Udah enggak usah mikir macem-macem.. Sekarang fokus kesehatan diri kamu dulu.."


Brama menatap dinda.. Ia pun mengecup kening dinda..


"mas,, aku mandi dulu yaaa.."


"pintunya jangan di tutup.. Takut nanti ada apa-apa"


"heheheheh iyaaaa..."


Akhirnya dinda pun mandi dengan pintu kamar mandi terbuka,


Brama sesekali melihat ke arah dinda.. Mengcheck apakah dinda baik-baik saja..


Setelah selesai mandi..


"kamu lapar enggak mas?"


"lumayan.."


"makan yuk..."


Brama dan dinda pun makan bareng di meja makan..


Terlihat kondisi brama sudah lebih baik, ia makan sangat lahap.. Dan tatapannya tidak kosong lagi..


Setelah selesai makan..


Brama ke dapur mengambilkan air hangat untuk mengompres kening dinda..


Di dalam kamar


Dinda yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, langsung tersenyum melihat brama sudah mulai ada perhatian kepada nya..


"aku kompres ya kening kamu.."


Dinda hanya mengangguk sambil mendekatkan muka nya..


Brama yang melihat tingkah dinda pun tersenyum..


.


.


.


. ❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment