
Keesokkan pagi..
Dinda terbangun dari tidur nya.. Mata nya melihat sekeliling kamar.. Dan ia melihat ke sebelahnya ternyata ada brama yang masih tertidur pulas..
Dinda memperhatikan muka brama..
"rasa sebel gw ke brama, agak berkurang sedikit..!aneh yaaa.. Kok gw jadi sebeeell banget am dia..! Nyebelin muka nya" kata dinda dalam hati..
Setelah puas memandang muka brama.. Dinda pun bangun dari tidur nya..
Ia langsung ke dapur dan membuat sarapan untuk brama..
Perutnya yang makin membesar membuat dinda jadi gampang lelah..
Brama mendekati dinda di dapur
"udaaahh kamu duduk ajah sana.. Biar aku ajah yang bikin sarapan.."
Dinda melihat ke arah brama.. "serius mas.."
"mana pernah aku enggak serius din"
Dinda pun menuruti apa kata brama, ia duduk di meja makan..
"mas mau bikin teh atau kopi"
"biarin ntar aku bikin sendiri ajah.. Kamu mau bikin susu"
"ehmm boleh.."
Brama membuatkan sarapan untuk mereka berdua dan untuk gendis..
Tak lupa ia membuatkan susu untuk dinda
Dinda memandangi brama.. Melihat terus gerak gerik brama.
"jangan kaya gitu ngelihatin nya.."
"heheheheh terpesona aku tuuuhhh..."
"ehmm lebay"
"makasih ya sayang... Mmmuuaaach"
"ehmmm..."
"tambah ganteng euy..."
Brama tersenyum "udah Ngerayu nyaaa"
"sering-sering yaaa"
"inshaALLAH"
Setelah brama selesai sarapan, ia langsung mandi dan bersiap- siap untuk kerja.
Dinda membantu brama menyiapkan baju untuk brama..
"pulang jam berapa nanti"
"sore kayanya, kenapa"
"ehmm... Mau di masakkin apa"
"apa ajah... Terserah kamu.."
Brama pun pergi kerja..
Sedangkan dinda langsung sibuk mengurus gendis...
Setiap hari aktifitas dinda dan brama seperti itu..
Tapi kali ini selama dinda hamil.. Brama yang sibuk membuatkan sarapan atau hanya sekedar bantu-bantu dinda mengurus gendis..
Semakin bertambah minggu demi minggu.. Perut dinda makin besar.. Nafsu makan dinda pun sudah mulai kembali normal..
Setiap bulan dinda selalu rajin kontrol ke dokter kandungannya..
Kehamilan kali ini benar-benar di nikmati oleh dinda.. Lelah nya membawa perut yang makin membesar makin terasa..
Apalagi gendis sudah sangat aktif.. Dinda sempat kewalahan mengurus gendis walaupun di bantu oleh bi juju..
"maaassss... Pijetiiinnn ini kaki pegel banget iihh"
"ehmmmm... Yang mana"
"ini sebelah kanan"
Brama mulai memijat kaki dinda..
Setiap hari dinda selalu begitu..
Setelah selesai memijat, brama langsung menuju dapur.. Membuat kan dinda susu ibu hamil dan buah..
"minum susu yaaa.."
"ehmm taruh ajah di meja.."
"kalau di taruh di meja. Nanti ujung-ujungnya kaya kemarin enggak di minum.. Di semutiinn ajah.."
Dinda tersenyum sambil mengambil gelas yang di sodorkan brama..
Di minum nya langsung..
"alhamdulillah... Habis"
"bagus.. Neeh buah nya buat ngemil.."
"makasih paksu.."
"ehmm... Aku nengok gendis dulu ya"
"oowh iya tahun ini gendis kan mau 4 tahun ya mas.. Kita masukkin ke playgrup atau gimana"
"ehhmm masukkin playgrup ajh dlu ya.. Di dekat tempat kerja aku ajah... Biar gampang anter jemput nya"
"ok..."
Brama langsung menuju kamar gendis..
Di lihat nya gendis sedang asik minum susu pakai dot nya sambil di nyanyikan cicak-cicak di dinding oleh bi juju..
"cicak.. Cicak di dinding diam-diam merayap datang seeokor nyamuk.. Hap.. Hap lalu di tangkap" bi juju mengelitiki perut gendis
"hahahhahahaha...." tawa gendis..
Brama masuk ke kamar gendis
"gendiiiisss... Lagi apa ituuu! Belom bobo yaaaa" tanya brama
"tuuhh papa datang.."
"papa.. Ciniiii"
Bi juju pun keluar dari kamar gendis, meninggalkan gendis dan brama..
"bobo yuuukkk..."
"dendong..."
Brama langsung menggendong gendis.. Di bawa nya keluar kamar..
Gendis memeluk brama sambil mata nya mulai terasa ngantuk..
Semeliwir.. Angin.. Dan hangatnya dekapan brama.. Membuat di gadis kecil, gendis
Tertidur...
Begitu mudahnya meninabobo kan gendis
Setelah gendis tertidur.. Brama pun menaruh gendis di kamar nya..
"bibi.. Bi juju.."
"iya pak"
"temani gendis yaaa..! Udah bobo kok"
"iya pak" kata bibi juju sambil masuk ke dalam kamar gendis..
Brama pun langsung masuk ke dalam kamar nya, di lihatnya dinda sudah terlelap..
Melihat perut dinda yang membesar, brama begitu takjub..
Ia membelai perut istrinya..
Sedangkan dinda sama sekali tidak bergeming
Di kecupnya kening dinda..
Begitu brama menyayangi dinda.. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya
.
.
.
. ❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment