Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 32



Malam hari sebelum berangkat..


Setelah selesai membereskan semua keperluan brama.. Dinda pun merebahkan dirinya di kasur..


Sedangkan brama masih sibuk membalas WhatsApp dari beberapa teman dan pimpinannya untuk keberangkatan besok


"besok.. Aku naik pesawat kaya nya dari halim.."


"ehmm pelepasannya di sana.."


"iyaa.."


"ehmm.. Maaasss... Masih sibuk gitu ngebalasin WhatsApp.."


"ehmm sebentar sayang.. Aku mau nelpon pimpinan sebentar.." brama pun keluar dari kamar..


Lamaa ia menelpon pimpinannya,


Di kamar dinda sudah berganti pakaian lingerie(baju tidur sexy), ia sengaja memakai baju itu.. Untuk bekal brama sebelum ke papua😁😁


Pas brama masuk ke dalam kamar..


Kamar sudah redup, hanya lampu pinggir tempat tidur yang menyala..


"sayang.."


"iyaaa.. Aku di sini.." dinda keluar dari kamar mandi


Brama terdiam melihat dinda berpakaian seperti itu..


Dinda mendekati brama..dan mendudukan brama di pinggir tempat tidur..


Dinda pun duduk di pangkuan brama sambil menutup mata brama dengan salah satu tangannya..


Dinda mulai mencium bibir brama


Brama pun menjatuhkan handphone nya.. Dan langsung memeluk dinda..


Dinda melepaskan tangannya yang menutupi mata brama..


Brama tersenyum..


Dinda mulai melepaskan pakaian brama dengan perlahan.. Tak lupa ia mengecup leher brama dan memberikan tanda merah..


Brama begitu menikmati nya..


Brama pun sama ia mulai menciumi payu***a dinda dan tak lupa memberi tanda merah..


"aaarrggh.."


Desahan dinda membuat brama makin menggebu-gebu..


Jantung berdegub kencang, irama nya tak beraturan..


Kali ini brama ada di atas dinda.. Brama begitu menikmati malam itu.. Dinda pun sama melayani suami dengan senang hati..


Malam itu bagaikan malam pertama bagi mereka, walaupun mereka sering melakukannya tetapi entah mengapa malam itu begitu bergairah dari malam-malam sebelumnya..


Setelah selesai melakukannya..


Brama lemas tak berdaya sehabis melepaskan prajuritnya ke dalam tubuh dinda..


Dinda pun begitu menikmatinya...


"maaasss.. Besok kalau aku nangis boleh"


"boleh ajah kalau enggak malu sama yang lainnya"


"ehhmmm jawaban mu itu loh mas.. 🙄!"


"ya habis mau jawab apa.. Masa aku bilang jangan nanti kamu malah marah, bilang boleh asal enggk malu kamunya malah begitu"


"heheheh kamu tuh ya.. Ya udah aku mau nangis di mobil ajahh.."


"iyaaa terserah kamu.."


Dinda memeluk erat brama..


"kamu baik-baik di rumah..ya..kalau takut bobo sendiri.. Bobo nya sama bi juju ajah.."


"emang aku anak kecil"


"hehehehehe kadang.."


"di sana jangan nakal ya mas.."


"nakal sama siapa..??"


"yaaa siapa tau ajaah.."


"enggk lah aku tahan...."


Mereka pun akhirnya tertidur..


Keesokkan pagi nya


Brama bangun pagi-pagi sekali dan memeriksa keperluannya selama di papua..


Dinda pun sibuk menyiapkan sarapan untuk brama


Brama yang sedang sibuk memakai sepatu langsung mendekati dinda..


"ini kopi nya, ini roti nya.."


"ehmm kamu sudah rapih belum"


"ehhmm iyaaa.. Sebentar lagi aku beresin rambut dulu"


"ibu kata nya mau datang juga ke halim sama bapak.."


"oowh iya.. Bagus.. Aku ada temennya"


"iyaa sengaja aku suruh nganter.. Biar kamu enggak mewek di sana.."


"iih kamu tuh apaan coba.."


Setelah rapih semua.. Dinda dan brama pun pergi dengan pak dono (supir pribadi dinda)


"agus ikut juga mas ke sana.."


"heheheh iya.. Aku suruh ikut dia.. Biar nanti langsung naik pangkat..Pulang dari sana"


"ehmmm terus, kalau ada apa-apa aku hubungin siapa..?"


"joko ajah.. Dia enggak ikut kok..! Nanti dia sesekali nengok rumah"


"ehmm ok.."


Sesampai di Lanud Halim, ibu dan bapak nya brama sudah menunggu..


Dinda dan brama yang turun dari mobil pun langsung mendekati ibu dan bapak, lalu mencium tangan.


"ibu sama bapak sudah lama..?" tanya dinda


"belummm.. Baru juga dateng..!"kata bapak..


Dinda pun langsung berada di barisan ibu-ibu persit, sedangkan brama langsung berbaris..


Suasana pelepasan pun begitu hitmat.. Di belakang dinda ada seorang ibu yang tengah hamil tua ikut dalam upacara itu..


Dinda melihatnya dengan perasaan iba..


Ketika pembacaan doa.. Terdengar suara isak tangis dari para istri secara bergantian..


Dinda yang mendengar itu pun tak kuasa menahan tangis nya..


"padahal udah janji enggak bakal nangis.. Tapi kenapa harus ajah ikut-ikutan nangis begini" gerutu dinda dalam hati


Dinda berusaha tegar, berusaha tangis nya tak pecah.. Ia menahannya..


Sampai selesai upacara..


Di lanjutankan acara perpisahan


"bu.. Pak! brama pamit ya.. Tolong jaga dinda"


"iya mas.. Kamu hati-hati di sana ya.. Jaga kesehatan.. Jangan main-main, jangan lengah saat patroli.." kata bapak sambil menepuk pundak brama..


Dinda yang muka nya merah menahan tangis pun akhirnya menyerah.. Ia menangis sambil memeluk suaminya


"maass... Ehmm.. Aku bakalan kangen sama kamu"


"iyaaa mas juga bakalan kangen.. Doain mas ya.."


Dinda terus memeluk brama.. Seperti enggan untuk melepaskan nya..


Tak di pungkiri hati dinda begitu berat melepaskan brama pergi ke papua


"jangan nangis sayang.. Udah iihh" brama mengusap air mata dinda yang terus mengalir..


"udah din.. Nanti malah mas bram nya kepikiran" kata ibu..


"mas janji bakalan sering video call sama kamu"


Dinda mengangguk..


"udah jangan nangis.. Sini mas peluk lagi"


Dinda tak kuasa menghentikan tangisnya.. Sampai-sampai baju PDL brama basah oleh air mata dinda..


Dengan berat dinda pun melepaskan tangan brama yang sejak tadi di genggam erat olehnya..


Baru kali ini dinda di tinggal tugas agak lama dan jauh oleh brama..


Hati menangis melihat brama berjalan menuju ke pesawat yang akan mengantar nya ke papua tetapi ia berusaha tegar..


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment