Luka Duchess

Luka Duchess
Kedatangan Adelien



Pelayan Lily memandang remeh wanita di hadapannya. Ingin sekali ia menyiram air dan membuatnya bangun, ia tidak percaya begitu saja. Apa lagi wanita licik seperti Keyna.


Sedangkan Metteo merasa panik, baru saja Keyna baik-baik saja dan langsung tumbang.


Duchess Natalien dan Duke Marcello baru saja datang, keduanya baru mendengar kabar kalau Keyna baru saja pingsan. Duchess Alexsa melirik pelayan Lily yang ada di sana.


"Tuan Metteo berteriak dan meminta tolong, jadi saya kesini."


"Metteo apa kamu tidak memanggil Dokter?" tanya Duke Marcello. Dia juga khawatir pada teman masa kecilnya itu. Selama hidupnya, Keyna sudah berkerja keras sedari kecil. Biasanya seorang anak masih bermain, tapi tidak dengan Keyna. Dia berkerja keras membantu kedua orang tuanya.


"Benar Metteo, sebaiknya kamu memanggil Dokter."


Seketika mata terpenjam itu terbuka.


Mau main-main dengan ku, baik. Aku temani permainan mu Keyna. Akan aku buat, dirimulah yang di tendang oleh Duke.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Duchess Natalien. "Aku harap, kamu baik-baik saja."


"Aku baik Duchess, tadi aku merasa pusing."


Duchess Natalien menyunggingkan senyumannya. "Sayang, Keyna sudah sadar. Sebaiknya kita keluar."


"Tunggu, bolehkah aku tinggal di sini. Tubuh ku rasanya butuh istirahat."


"Dengan senang hati, pulihkan tubuh mu dulu."


Dan juga otak mu batin Duchess Natalien meneruskan perkataannya dalam hati.


"Iya sayang, ayo." Duke Marcello menggenggam tangan Duchess Natalien. Setelah jauh dari kamar Metteo, Duke Marcello mendongak. "Sayang, kenapa kamu malah menyuruhnya tinggal di sini? kamu tidak akan nyaman di sini."


"Aku akui, aku memang tidak nyaman, tapi Keyna teman masa kecil mu. Jadi aku tidak bisa menyuruhnya pergi dalam keadaan yang tidak baik." Lirih Duchess Natalien. Dia akan memulai dari sini, jika dirinya ingin membuat Duke Marcello percaya, maka ia harus meningkatkan kebaikannya.


Duke Marcello mencium tangan Duchess Natalie. Ia berterima kasih karena Duchess Natalien masih memiliki rasa kasihan pada temannya itu.


Lihat saja, siapa yang akan menjadi tokoh Antaogonis yanh sesungguhnya. Kamu salah bermain dengan ku, Keyna.


"Paman!" teriak seseorang dari arah pintu. Gadis kecil itu berlari kecil. Sedangkan Duke Marcello tersenyum. Keponakan kecilnya telah datang. Sudah lama, gadis kecilnya itu tidak mengunjungi kediaman Duke.


"Adelien."


"Adelien."


Duchess Natalien mencoba mengingat siapa gadis di hadapannya. "Sayang, kamu ingat. Dia Adelien Atlence."


"Oh iya aku ingat."


"Ih, Duchess. Kenapa tidak ingat pada ku? aku kan cantik kenapa harus di lupakan."


Duchess Natalien mengelus pipi tembem, halus dan putih itu. "Maaf ya, kemarin aku sempat mengalami sebuah kecelakaan dan mengalami amnesia."


"Apa?!"


Duchess Natalien mencolek hidung kecilnya. "Jangan melihat ku horor seperti itu. O iya, tumben kesini."


"Aku rindu sama paman Metteo dan Duke. Jadi aku kesini, emmm... Apa Paman Metteo sudah kembali?" tanya Adelien hati-hati." Ia ingat, sewaktu berpisah dengan Metteo, umurnya masih enam tahun.


"Jangan khawatir, dia sudah kembali," ujar Duke Marcello.


Dari lantai atas, seseorang menuruni tangga dengan tergesa-gesa, dia pun berjalan menunduk.


"Paman Metteo!" Laki-laki itu mengangkat wajahnya. Seketika kakinya berhenti, ia melihat seorang wanita tersenyum dengan gigi gisulnya, memakai gaun berwarna hijau, menghiasi lekukan tubuhnya. Rambutnya hitam bergelombang.


"Hey, Paman!" wanita itu melambaikan tangan ke wajah Metteo. Sedangkan Metteo masih terpana dengan kecantikannya.


"Memang laki-laki, kalau lihat yang bening langsung kinclong." Gumam Duchess Natalien seraya menggaruk pangkal hidungnya.


"Kenapa sayang?"


"Ah tidak apa-apa."


#Maaf ya jarnag update, sisakan tombol kaliam buat like yaaa😭🤭