Luka Duchess

Luka Duchess
Terbongkarnya Rahasia



Emmm


Metteo atau Duke Marcello mengucek kedua matanya, dia memejamkan kembali kedua matanya, merasakan kepalanya yang berdenyut. "Tadi malam..." Dia menoleh, namun tidak melihat keberadaannya.


"Dimana Duchess?" gumamnya. Ia beringsut duduk dan menyandarkan punggungnya. "Apa tadi malam aku mengatakan sesuatu? tapi aku tidak ingat."


Metteo menyingkap selimutnya, hendak turun.


"Duke." Sapaan itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk turun. "Apa kamu sudah baikan?" tanya Duchess Natalien. "Aku membawakan sarapan untuk mu."


Metteo menatap nanar. "Terima kasih." Alangkah baiknya ia bisa mengungkapkan semuanya, mengatakan semuanya. Ia sudah lelah menjalani kebohongan ini.


"Duke, hemm... " Duchess Natalien duduk di tepi ranjangnya. "Katakan kalau membutuhkan sesuatu."


"Apa tadi malam aku mengatakan sesuatu?"


"Tidak ada," ujar Duchess Natalien berbohong. Padahal ia penasaran dengan apa yang Duke Marcello katakan.


"Ah itu,,, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Duchess. Aku harap, Duchess tidak membenci ku." Duke Marcello meraih susu di atas nakas, menyisakannya sampai setengah. "Itu, Aku dan Metteo adalah orang yang sama."


Duchess Natalien terkekeh, "Tentu saja kalian adalah orang yang sama, kalian kan kembar."


"Bukan itu maksud ku Duchess." Ia meremas gelas di tangannya dan Duchess Natalien melihatnya. "Aku adalah Metteo dan orang yang di temui mu itu adalah Duke Marcello yang asli."


"Tunggu! maksud mu kalian bertukar tempat."


Metteo mengangguk, ia tidak tahan lagi dengan kebohongan ini. Beribu maaf ia ucapkan di hatinya, ia sudah memikirkan perkataan Kesatria Erland, yang pertama ia tidak ingin membuat Duke Marcello sakit hati dan kedua, ia tidak ingin terlalu terjatuh ke dalam jurang cinta itu. Sebuah jalan berduri yang harus ia lalui untuk mendapatkan Duchess. Ia menyerah, mungkin ini jawabannya.


"Untuk apa?" Selidiknya. Ia memang sudah menduga dan benar saja, dugaannya tidak melenceng.


"Kakak ku sakit, dia tidak ingin membuat mu sedih."


Duchess Natalien menganga, ia hampir tak bisa mengeluarkan suaranya. "Kalian! kalian anggap apa? kalian mempermainkan perasaan orang... Oh Tuhan... "


"Maafkan aku, aku, aku... "


"Dan kamu, kenapa kamu malah menyetujuinya?" tunjuk Duchess Natalien.


"Duchess.."


"Jangan menyentuh ku, kalian semua... Teganya kalian mempermainkan perasaan Natalien. Aku kecewa pada mu Metteo."


"Duchess."


Metteo berlari ia memegang lengan Duchess Natalien. "Aku tidak berniat berbohong dan aku tidak berniat, aku..."


"Dengar!" Duchess Natalien berkata tegas. Permainan ini membuat Duchess Natalien yang asli meninggal dan malah menyebabkan dirinya terjebak di dalam tubuhnya. "Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan kalian."


"Aku mohon jangan berkata seperti itu, maafkan aku. Aku berkata jujur,"


"Hentikan Metteo! kamu berpura-pura menjadi Duke, jadi sekarang kamu sangat senang dan Duke Marcello juga mempermainkan perasaan ku. Apa ini yang di namakan cinta atau sayang, kalian tidak membuktikannya, justru kalian mengecewakannya."


"Nyonya! Tuan Metteo maksudnya Tuan..."


"Duke Marcello, akhirnya dia datang."


Duchess Natalien menghempaskan tangan Metteo, ia mempercepat langkahnya, menuruni anak tangga itu.


Sesampainya di ruang tamu, ia memang melihat Duke Marcello tersenyum. "Selamat datang Tuan, selamat datang kembali Duke Marcello"


Duke Marcello membeku.


"Duke Marcello yang berpura-pura menjadi Metteo. Kalian, sangat senang mempermainkan perasaan orang."


"Ini yang kalian mau?"


"Duchess!" Duke Marcello melihat ke arah Metteo yang menunduk, ia memejamkan matanya. Ternyata adiknya tidak bisa menjaga rahasia.


"Rahasia apa lagi yang kamu ingin katakan?" Tanya Duchess Natalien, dadanya bergejolak, permainan ini membuat satu wanita terjebak dan menghilang. "Apa kalian puas!"


"Duchess aku bisa menjelaskan."


"Jelaskan apa? menjelaskan karena takut membuat ku sedih? justru permainan kalian yang membuat ku kecewa. Sadarkah kalian bahwa aku ... " Duchess Natalien menghentikan perkataannya. Ia tidak mungkin mengatakan semuanya, siapa dirinya dan Duchess Natalien yang asli.