Luka Duchess

Luka Duchess
Tidak Akan Pernah Bisa Bersama



Eps. 26


Duke Marcello melihat ke arah belakang Duchess Natalie. Seseorang yang sedang berjalan dan berhenti, kemudian di susul oleh seorang wanita dan bergelanyut manja.


Wanita itu pun langsung menarik lengan Metteo, keduanya pun menjauh dan menghilang di balik gerbang megah itu.


"Emm, hari ini aku harus pulang." Duchess Natalie melepaskan pelukannya.


"Kenapa?" Duke Marcello berkata sedih. Ia kecewa, Duchess Natalie akan pulang. Padahal dirinya, masih ingin berlama-lama. Menghabiskan waktu bersamanya. "Apa Duchess tidak bisa tinggal di sini lebih lama."


"Tidak ada yang ingin tinggal lebih lama, apalagi udaranya terasa panas."


"Panas?" Duke Marcello mengerutkan keningnya. Di kala musim dingin, tidak ada yang namanya panas.


"Iya panas, musim dingin bisa saja panas kan."


Tidak mengerti, Duke Marcello menunduk. Ia berfikir keras agar Duchess tinggal di rumahnya tidak kepanasan.


Duchess Natalie tertawa, mana mungkin Metteo mengetahui maksudnya. "Sudahlah, jangan di pikirkan. Aku hanya bercanda. Untuk saat ini, mari kita menghabiskan waktu bersama."


Duke Marcello mengangkat wajahnya, tersembur kebahagiaan di hatinya. Biarkan ia lalui hari ini bersama Duchess Natalie.


Duchess Natalie mendorong kursi roda Duke Marcello, keduanya berjalan seraya bercerita. Banyak hal yang Duke Marcello katakan dan hal itu malah membuat Duchess Natalie yang dulu seakan dekat dengan Duke Marcello atau Metteo.


"Tuan Metteo, kamu sangat mengenal Duchess. Apa kamu mengetahui sesuatu tentang pernikahan ini."


Duke Marcello berderhem, ia mencium bau-bau kecurigaan dari istrinya itu. "Pernikahan, maksudnya bagaimana?"


"Aku merasa Duke Marcello berubah, semenjak aku terbangun dari koma, aku merasa Duke Marcello bukan Duke yang aku kenal. Dia berubah, seolah aku dan dia tidak pernah saling kenal, layaknya orang asing."


Kamu memang tidak mengenalnya Duchess, maaf! Maafkan aku batin Duke Marcello, air matanya mengalir dengan rasa bersalah.


Duchess Natalie menghentikan dorongannya, ia sedikit membungkuk dan menengok ke wajah Duke Marcello. "Kenapa Tuan Metteo menangis? Apa aku melakukan kesalahan."


"Ah, tidak! Mata ku hanya kelilipan," ujar Duke Marcello seraya menghapus air matanya.


"Apa Duchess mencintai Duke?"


"Entahlah, kadang aku merasa asing dengannya. Perasaan ini, aku tidak tahu."


Kedua saling menatap dalam, Duchess Natalie melihat banyak ketulusan di kedua bola matanya, senyum yang tulus, seakan ia sangat berarti.


"Apa aku berarti?"


"Tuan Metteo sudah memiliki Keyna, tidak mungkin kan. Tuan melindungi ku."


"Aku merasa, aku memiliki tanggung jawab pada mu, Duchess."


"Tanggung jawab?" Duchess Natalie memegang dadanya yang berdetak hebat.


"Ya, sebuah tanggung jawab. Anggap saja begitu." Duke Marcello tersenyum, sejak awal pernikahan, ketika ikrar suci itu telah di ucapkan. Ia memang sudah memiliki sebuah tanggung jawab, menjaga, menyayanginya dan mencintainya.


Duchess Natalie terkekeh, ia merasa lucu dengan perkataan laki-laki di depannya. Adik iparnya ingin menjaga kakak iparnya, bukankah sangat lucu. Namun ia tetap mengangguk, kemudian melanjutkan mendorong kursi roda Duke Marcello.


Sedangkan di tempat lain.


Metteo tengah tersenyum, tubuhnya memang bersama dengan Keyna, namun hati dan pikiran melayang pada Duchess Natalie. Berbagai pertanyaan muncul di benaknya, seolah mengatakan bahwa keduanya memang harus melakukan apa yang pasangan lainnya lakukan.


"Metteo!" Wanita di sampingnya mengguncang lengannya. "Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Keyna, sejenak ia melihat Metteo tersenyum, sejenak ia melihat Metteo melamun.


"Aku tidak apa-apa?"


"Apa kamu memikirkan Duchess?" Tanya Keyna. Ia langsung berdiri, menyilangkan kedua tangannya.


"Apa yang kamu pikirkan Keyna? Aku tidak memikirkan Duchess."


Sarkas Metteo begitu tegas.


"Begitu? Tapi aku merasa kamu memang benar-benar memiliki hubungan dengan Duchess."


"Jangan memikirkan lainnya, aku tidak begitu," ujar Metteo, ia tidak ingin bertengkar untuk yang ke dua kalinya.


"Dengar Metteo! Kamu harus sadar siapa Duchess dan dirimu, kalian tidak akan pernah bisa bersama. Selama Duke Marcello masih hidup, begitu pun aku."


"Apa kamu mengancam ku?"


"Tidak! Aku hanya memperingati mu." Keyna memasuki kediamannya, sejam lebih ia bersama Metteo bersantai di rumah kaca dan bermanja-manja dengannya. Namun apa yang ia dapat, laki-laki itu justru memikirkan wanita lain. Ia tahu, Metteo telah banyak berubah padanya semenjak tinggal bersama Duchess.