Love You, Brother

Love You, Brother
Pesta Kecil-Kecilan



Raffa terus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu. Apa harus meminjam kepada orang tuanya? Tapi itu tidak mungkin. Selama 4 bulan tinggal di rumah kontrakannya saja orang tuanya sama sekali tidak menjenguknya atau sekedar menanyakan kabar.


Dia masih saja berpikir sambil membersihkan meja di kafe.


"Dit, kamu cari kurir makanan buat antar makanan di pagi hari. Ada beberapa pelanggan tetap yang ingin dellivery order buat sarapan." kata pemilik kafe itu sambil berlalu menuju kantor kafe.


Raffa mendengar sekilas percakapan bosnya itu. Dia segera membawa piring kotor ke dapur lalu menemui bosnya, mungkin saja ada pekerjaan tambahan untuknya.


"Ada apa, Raf?" tanya Alvin saat melihat Raffa masuk ke dalam ruangannya.


"Saya dengar bos membutuhkan kurir makanan. Saya bisa menjadi kurir di pagi hari." kata Raffa.


"Kamu kan masih kuliah, apa tidak capek? Pengiriman start jam 5 sampai jam 8 pagi."


Kebetulan sekali, waktu pengiriman tepat sebelum dia kuliah. "Iya, saya bisa bos. Saya kuliah dari jam 9. Saya sedang butuh tambahan uang untuk persiapan istri saya melahirkan."


Alvin mengangguk paham. "Ya sudah, besok kamu bisa mulai jadi kurir makanan. Ongkir dari pembeli, semua buat kamu tanpa pemotongan. Kamu bisa pakai motor kafe atau kalau mau pakai motor kamu sendiri nanti ada uang bensin sendiri."


Seketika senyum di bibir Raffa mengembang. Ada satu harapan untuknya, meski mungkin hasilnya tidak seberapa tapi lumayan untuk menambah penghasilannya.


"Oiya Bos, apa saya boleh main di music corner nanti malam? Saya ingin menyanyikan lagu untuk istri saya yang sedang ulang tahun." tanya Raffa. Meski dia sempat ragu meminta hal itu pada bosnya. Tapi dia sudah mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk Nina dengan bantuan sahabat-sahabatnya.


"Iya, tentu boleh. Yang tadi booking meja ya?"


Raffa menganggukkan kepalanya.


Alvin tersenyum menatap anak buahnya yang masih sangat muda itu. "Sayang banget sama istrinya. Kalau kamu butuh apa-apa bilang saja sama aku, tidak usah sungkan-sungkan."


"Iya, terima kasih bos." kemudian Raffa keluar dari kantor kafe dan melanjutkan pekerjaannya lagi.


...***...


"Wah, bumil cantik sekali." sejak dari kampus, Aurel dan Vina memang langsung berkunjung ke rumah kontrakan Nina. Mereka membantu Nina bersiap untuk ke acara ulang tahun kecil-kecilannya di kafe.


Nina berputar sesaat di depan cermin yang menempel di lemari. Dress warna peach pemberian Aurel dan Vina sangat pas di tubuhnya dan tentu saja cocok untuk ibu hamil.


"Makasih ya. Gue suka bengat dress nya."


"Kak Raffa pasti terpesona lihat lo. Aura lo makin bertambah aja waktu hamil." puji Aurel.


Nina masih tersenyum sambil memoles wajahnya. "Tambah gendut gini, mananya yang cantik."


"Iya makin cantik. Pasti cewek nih calon ponakan gue." kata Vina. Dia juga ikut bersolek di dekat Nina.


"Cewek atau cowok sama aja. Yang penting sehat." kata Nina. Dia mengambil tasnya dan memasukkan ponselnya.


"Kita berangkat sama mobil Kak Feri aja ya. Kita tunggu bentar di sini." kata Aurel sambil berbalas pesan dengan Feri.


"Lo udah pernah ke kafe tempat Kak Raffa bekerja?" tanya Vina.


Nina menggelengkan kepalanya. "Belum pernah."


"Kita rayain ultah lo di sana sekarang. Kan tiap ultah kita makan-makan."


Nina ragu. Dia kini justru terdiam. Dari cerita Raffa, kafe itu sangat mewah, sudah pasti makanannya relatif mahal.


Mendengar hal itu seketika Aurel dan Vina memeluk Nina. "Ih, kayak lo gak punya sahabat aja. Lo tenang aja. Pokoknya malam ini lo harus happy."


Mata Nina seketika berkaca-kaca mendengar ketulusan dari sahabatnya itu. "Makasih ya. Kalian memang my bestie."


"Iya. Kita keluar yuk, kayaknya Kak Feri udah datang." kata Aurel setelah mendengar suara mobil yang berhenti.


Mereka bertiga segera mengambil tas masing-masing lalu keluar dari rumah kontrakan Nina. Tak lupa Nina mengunci pintu rumah kontrakannya.


Setelah mereka semua masuk ke dalan mobil, mobil Feri segera melaju menuju kafe tempat Raffa bekerja.


Para wanita masih saja bercanda di dalam mobil Feri. Sedangkan Feri hanya sebagi pendengar setia sambil fokus pada jalanan yang dia lalui. Kejadian yang menimpa sahabatnya itu dia jadikan pelajaran dalam hidupnya. Dia kini bisa berpacaran sehat dengan Aurel, tanpa lagi melakukan hal-hal negatif seperti dulu.


Feri kini menghentikan mobilnya di tempat perkir kafe. Terlihat mobil yang terparkir di sana cukup banyak, untunglah mereka sudah memesan meja.


"Kita nungguin dari tadi lama amat." kata Jefri yang sudah stand by dengan Bima di dekat motornya.


"Kalian bisa masuk duluan, ngapain nungguin kita. Tadi mobil gue masih dipakai sama nyokap." kata Feri setelag menutup pintu mobilnya.


Mereka berdua tertawa. "Kalau kita masuk duluan takut khilaf. Nanti makanannya kita habiskan."


Aurel dan Vina hanya mencibir lalu mereka semua masuk ke dalam kafe dan menuju ke meja yang sudah mereka pesan.


Nina mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe yang sangat luas dan mewah itu.


"Bumil sini duduk dulu, nanti capek." Aurel menarik kursi untuk Nina.


"Kak Raffa mana ya? Apa dia masih kerja." Nina celingukan mencari sosok Raffa tapi Raffa tak juga dia temukan.


"Barusan gue telepon, dia masih di belakang." kata Feri. Barusan dia memang sudah menghubungi Raffa.


Beberapa saat kemudian makanan dan minuman datang diantar oleh waitress tanpa mereka pesan terlebih dahulu.


"Ini khusus untuk Mbak Nina." waitress itu meletakkan segelas smothies dan pancake di depan Nina.


"Makasih." kata Nina. Dia melihat secarik kertas yang ada di dekat pancake itu. Kemudian dia membuka dan membaca pesan singkat yang tertulis di dalamnya.


Especially for you, my wife...


Nina tersenyum merekah dengan pipi yang merona.


Beberapa saat kemudian terdengar suara Raffa yang menggema. Seketika Nina mendongak dan menatap sumber suara itu.


"Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk istriku tercinta yang sekarang sedang berulang tahun. Terima kasih kamu sudah mau menjadi bagian dari hidupku. I love you..."


Pipi Nina semakin merona. Dia tersenyum malu. Apalagi saat mendapat cie cie dari sahabatnya.


💞💞💞


.


Like dan komen ya...