Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Celaka!



Aku melirik jam yang terpampang di layar handphone ku, pukul 11:06 masih cukup pagi untuk diri ku pulang, aku menyudahi bermain airku.


Aku bangkit dan berusaha untuk mengumpulkan dan melepaskan beban yang ada tanpa sadar aku hilang keseimbangan dan ....


Byurrrrrrr!!!


Tubuhku terjatuh ke dalam air yang dingin, aku berusaha untuk menggapai tepi danau tapi tetap tidak bisa. Aku berusaha untuk tenang dan tidak panik agar diriku tidak semakin jauh dari pinggir danau.


Namun sayangnya, aku memang tidak bisa berenang dan percuma. Aku bodoh! sudah tau tidak bisa berenang masih berharap bisa menggapai tepinya.


Aku pasrah dengan hidupku, mungkin ini akhir dari hidupku, aku memejamkan mata dan berusaha untuk ikhlas dengan takdirku. Berharap ada keajaiban yang datang jika memang masih ada kesempatan bagiku untuk hidup.


*****


Perlahan, kedua mataku terbuka aku bisa merasakan cahaya matahari yang menerpa dan menyinari mataku, akhh ... lagi-lagi mimpi, aku pasti sudah mati.


Bodohnya aku, berharap ada yang datang dan menolongku, tapi tak apa itu keinginan dan harapan ku untuk terakhir kalinya.


Aku tetap menikmati cahaya matahari kala itu, berusaha untuk tersenyum menerima takdir konyol ku.


"Sudah sadar?" suara seseorang yang tidak aku kenal tiba-tiba masuk ke pendengaran ku.


"Hahh?!" tanyaku dalam hati, hera


Uhukkk uhukkk!! aku terbatuk, merasakan sesak di bagian dadaku.


"Hei, sudah sadar?!" tanyanya sembari melambaikan tangannya tepat di hadapan ku


"APAAA???" aku seketika bangkit dan menampar pipiku cukup keras


"Hei, apa yang kau lakukan? kau gila menyakiti dirimu sendiri setelah aku selamatkan dari usaha mu untuk bunuh diri? tahu begitu aku tidak akan menyelamatkan mu!" ucapnya terkejut dan nada bicaranya yang terdengar kesal.


"Maaf? bunuh diri?" heran ku mengerutkan dahi ku


"Iya, kau menenggelamkan diri mu sendiri bukan? aku melihatnya tadi"


"Haha lucu sekali kau ini, aku itu tenggelam bukan menenggelamkan diri!"


"Sudah lah, kau itu dasar tidak mengerti! kalau tidak ikhlas lain kali tidak perlu menolongku! aku lebih baik mati daripada hidupku di tolong oleh bocah seperti mu!!" Aku benar-benar emosi dan tidak bisa terkontrol lagi, aku benar-benar tidak tahu mengapa menjadi sangat emosional


"Dasar tidak tahu diri! masih baik nasibmu ku tolong, kalau tidak kau pasti sudah hilang dan kita berbeda alam!"


"Lalu apa urusannya denganku? kita tidak ada hubungan apapun dan aku tidak perduli dengan dirimu!!!"


Aku dengan cepat menjauh darinya, dasar orang gila! aku mengendarai mobilku dengan cepat dan langsung pulang untuk menenangkan diri ku.


Aku memukul stir mobilku dan meremasnya dengan kuat, aku keluar dan segera memasuki rumah. Aku membanting pintu cukup keras, aarghhh!!! teriakanku menggema di rumah itu. Aku sudah tidak berselera untuk makan, aku hanya membersihkan diri dan merebahkan diriku.


Entah mengapa aku menjadi emosional seperti ini??!!! dan aku baru tersadar ada sesuatu yang mengalir di bagian intim ku.


Dan yapp benar, huhhhhhhhh.... kesal!!!! aku kedatangan tamu bulanan, perutku kram dan sakit, sialan!!!


Aku memilih untuk tidur daripada memikirkan hal-hal yang membuatku menjadi stress dan gila.


***


Pagi itu aku bangun cukup pagi, dan segera berangkat untuk berkerja. Setidaknya aku berusaha untuk melupakan kejadian kemarin.


Aku bersenandung ceria dan menjalankan mobilku, namun di lampu merah aku merasa ada sesuatu yang hilang dan tidak ada di sekitarku, aku merasa ada yang aneh dan kurang dari tubuhku.


Tapi apa? lama ku berpikir hingga aku tersadar! handphone ku!! aku berbalik arah untuk pulang ke rumah. Bisa-bisanya aku meninggalkan benda pipih yang satu itu.


Sesampainya di rumah, dengan cepat ku cari benda itu, tapi aku tidak menemukan nya dimana-mana hingga kamarku sudah seperti kapal pecah.


Aku frustasi dan mengacak-acak rambutku, aku berusaha mengingat-ingat serpihan memori yang kemarin ku lewati dan ternyata terdapat scene dari memori itu bahwa handphone ku tertinggal di danau itu!!!


Astaghfirullah, baru kali ini aku mengingat kalimat istighfar itu. Aku benar-benar kesal sangat kesal! mood ku pagi itu sangat berantakan, aku tetap pergi untuk bekerja.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!