Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Perjalanan Hidup



Aku bersantai menikmati hari pertamaku bekerja menjadi seorang guru BK (Bimbingan Konseling) yang di kenal dengan murid-murid sebagai guru yang galak? keras? atau kejam?


Tapi aku tidak perduli, kepribadian ku yang seperti ini tidak membuatku merasa harus di hormati ataupun di sukai. Aku menikmati hidup ku yang hampa ini.


Tidak ada hiburan, penyemangat, ataupun cinta? Ngomong-ngomong soal cinta, aku juga dulu pernah mencintai seseorang, tapi sekarang dia menghilang, hehe jadi curhat.


Di tengah lamunanku memikirkan kehidupan dan arah tujuanku, aku hanya diam melamun. Tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu membuatku terkejut setengah mati.


"Eh, siapa? ada perlu apa ya?" tanyanya terkejut sembari tersenyum kecil padaku.


"Anuu, ehh... " aku gugup dan bingung harus berkata apa


"Iyaa ...?" tanyanya dengan sabar menunggu ku sembari duduk di hadapan ku.


"Aku, guru baru di sini ... " jawabku pelan


"Guru baru? namamu?"


Aku bisa melihat tatapan senang di matanya, akhh mungkin hanya perasaan ku saja. Umurnya mungkin tak jauh dari ku, atau mungkin sama? entahlah.


"Iya, namaku Flowie Andrela" ucapku cengengesan berusaha untuk santai


"Benarkah? kenalkan, aku Mita Maharani!" ucapnya senang, sembari mengulurkan tangannya kepada ku.


Aku menyambutnya sembari mengusap tekuk leher ku yang tiba-tiba gatal. Aku semakin canggung di depannya.


"Kau lulusan apa? dari mana? umur berapa? dan sudah punya pacar?!" tanyanya menggebu-gebu, memborong semua pertanyaan hingga aku bingung harus menjawab yang apa dulu.


"Akhh iya, aku lulusan Universitas **, aku mengambil jurusan Bisnis dan Manajemen, usiaku 27 tahun dan aku single" pertanyaan terakhir membuat pikiranku melayang kemana-mana.


"WHATTT?! SERIUS? LULUSAN ** BEKERJA SEBAGAI GURU? JURUSAN BISNIS DAN MANAJEMEN????!!!!" tanyanya dengan nada kaget dan berteriak, membuatku terkejut apalagi dengan posisinya yang menggebrak meja.


"Ahh, iya" ucapku jadi bingung sendiri


Ia hanya mengangguk sembari mencerna perkataan ku tadi. Mulut nya asyik mengunyah kacang telur. Ia menawari ku, aku enggan mengambil nya, bukan tidak percaya atau bagaimana, tetapi aku memang sedang tidak mau mengemil.


Ia bangkit, kemudian menuju tempat dimana ada persediaan air galon, gula, kopi dan teh. Ia kembali membawa secangkir teh untukku dan secangkir kopi untuknya.


Aku menerimanya, rasanya tenggorokanku serak akibat banyak berbicara hari ini. Menyeruput nya perlahan, membuat tubuhku menjadi kembali segar.


"Terimakasih" ucapku tulus menatapnya


"Oh iya, kenapa memilih menjadi guru BK di bandingkan melamar pekerjaan di perusahaan besar?" tanyanya heran


"Ahh tidak apa-apa, hanya mencari pengalaman untuk sementara" ucapku, menurutku itu alasan yang kurang logis, tapi semoga saja dia percaya.


Tidak mungkin kan aku mengatakan bahwa aku di suruh oleh seseorang? tak heran mereka menanggapi ku seperti itu, aku saja heran kenapa aku mau? aneh.


Aku asik dengan pikiran ku sendiri, jam di ruangan itu sudah menunjukkan pukul 10:05 pagi. Sudah beberapa kali aku mendengar bel berbunyi tanda pergantian pelajaran.


Saat ini, pasti anak-anak sedang beristirahat. Terdengar dari suara hiruk pikuk yang berisik di sekitar sini.


Aku tidak berniat untuk keluar, Mita sedang pergi berkeliling untuk mengecek keadaan. Mungkin takut akan terjadi sesuatu? pikir ku begitu.


***


Sore ini aku pulang, ku liat jam tangan yang sedari tadi menempel di lengan tanganku.


'Jam setengah 4' lirihku sembari berjalan menuju parkiran.


Aku menunggu anak-anak pulang terlebih dahulu, meskipun tidak ada tugas yang membuatku pulang telat, tapi aku kurang suka keramaian.


Apalagi suasana cukup panas sore ini, ku lihat jalanan yang cukup sepi. Hanya beberapa siswa siswi saja yang masih menunggu jemputan atau pun yang lainnya.


Hingga langkah ku terhenti ketika menatap sesuatu yang membuatku mengingat masa lalu. Mungkinkah?


Aku menggeleng, ternyata apa yang ku lihat tadi sudah tidak ada, akhh aku hanya berhalusinasi, mungkin efek kelelahan.


Ku hampiri mobil hitam yang terparkir seorang diri. Ku naiki sembari mengarahkan nya untuk keluar, membelah jalan raya yang cukup padat sore itu.


Cahaya matahari yang lembut itu akan tenggelam seiring berjalannya waktu. Akan terbenam mengganti waktu nya untuk bulan yang menyinari malam.


Tersenyum kecil, sembari bersenandung mengikuti irama lagu pop yang biasa ku setel di saat sendiri. Mengingat semua kejadian hari ini, membuatku sedikit bahagia. Setidaknya aku memiliki sedikit perubahan dari waktu ke waktu.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!