Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Kenangan



Aku mengusap foto lama itu. Momen itu di ambil terakhir kali ketika perpisahan sekolah. Aku tidak menyangka berakhir menjadi seperti ini.


POV 8 tahun yang lalu.


Udara siang itu cukup segar dengan angin yang berhembus kencang. Hari ini adalah hari terakhir ku untuk bertemu dengan kekasih ku, Devan.


Kami akan melanjutkan pendidikan dengan jalan kami masing-masing. Aku berkuliah di luar negeri, sedangkan ia di dalam negeri.


Perpisahan sekolah kali ini cukup seru. Dengan lokasi di pinggir laut, membuat momen ini semakin mengharukan. Aku menikmati sejuknya angin laut dan jernihnya air.


Ia merangkul ku, ikut tersenyum bersama ku. Ia memahami ku yang harus mengikuti kata keluarga ku untuk melanjutkan pendidikan jauh dari tempat ini.


"Kamu di sana sehat-sehat ya, jangan suka makan pedas, nanti ngga ada yang ngasih kamu susu lagi pas kamu kepedasan"


Aku hanya tersenyum mendengarnya, kemudian menatap wajah nya yang sedari tadi memperhatikan wajahku.


"Iya, tenang aja. Cuma beberapa tahun, aku akan kembali kepadamu. Kamu di sini baik-baik ya! jangan lupa untuk istirahat, jangan suka begadang. Aku pasti merindukan kamu. Aku percaya kamu pasti menunggu ku"


"Siapp! aku bakal nunggu mau sampai kapanpun. Karena hati ini, hanya untuk kamu."


Kami berkumpul setelah banyak memberikan ucapan selamat dan ucapan perpisahan. Rasanya memang berat, tapi melihat dirinya yang telah ikhlas melepas ku sementara membuat diri ini menjadi kuat untuk menjalankan nya.


Sesi foto di mulai, aku sengaja meminta tolong mengambil foto kami berdua. Sebelumnya ia memberikan ku beberapa tangkai bunga matahari.


Ia sangat tahu kesukaan ku, ia percaya, ia yakin sepenuhnya terhadapku untuk pergi membawa pergi harapan nya kepadaku. Ia tetap menungguku meski semakin lama komunikasi kami menjadi sedikit renggang.


Devan hanya mengabari ku beberapa hal penting, aku hanya mengingatkan nya untuk tidak terlalu memaksa kan diri untuk bekerja keras.


"Ga papa, aku begini biar saat kamu pulang aku bisa melamar mu secepatnya, oke?"


Ucapan nya itu membuatku bersemangat untuk cepat-cepat menyelesaikan pendidikan ku di negara asing itu.


Namun suatu hari, kontak nya tidak bisa terhubungi. Aku menjadi sedikit khawatir tentangnya. Dan sejak saat itu, aku memutuskan untuk menetap sementara di sana selama beberapa tahun.


POV 8 tahun end!


Aku menduduki diriku di kasur, aku memikirkan dan berusaha merasakan bagaimana perasaan Devan.


Berusaha untuk melihat dari sudut pandang nya. Sudah pasti ia sangat terluka terhadap perlakuan ku padanya.


Aku telah berjanji, namun aku mengingkari. Membuatnya menunggu selama ini tanpa kepastian untuk hati nya.


Menangis meratapi nasib percintaan ku. Kenapa harus seperti ini? seharusnya dari awal aku tidak meyakinkan diri nya bahwa aku dan ia benar-benar akan bersama.


Takdir seperti mempermainkan ku. Ingin menyalahkan nya, tapi apa daya ku? itu semua tidak akan merubahnya.


Aku hanya berusaha untuk kuat menghadapi nya dan kuat untuk menjalani nya. Menjatuhkan tubuhku di kasur dan mengusap air mata yang jatuh ke pipi ku.


Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Edwin!


Tadi ia memberikan ku sepucuk surat, aku segera memeriksa tas ku dan aku menemukan nya.


Perlahan ku buka lipatan surat itu, aku penasaran apa yang ia tulis. Untuk apa memberikan ku surat?


Hai ibu cantik! jangan suka marah ya. Aku tidak suka gombal, karena yang aku suka hanya ibu. Ini balasan dari surat mu, Kau tahu bu? aku tidak pernah memiliki kekasih, dan juga aku menyukaimu sejak saat itu. Aku tidak berharap perasaan ini untuk di balas, tetapi kalau di balas boleh banget deh, tapi harus tulus ya, bukan karena kasihan.


-Your boy


Aku terdiam membaca surat nya. Menyukai ku? hei sadar! aku ini mencintai kakakmu bocah! dasar bodoh.


Enak saja ia mengatakan ia menyukai ku sedangkan ia memiliki kekasih. Dasar anak nakal. Akan ku jewer telinga nya besok!


Aku tetap tidak percaya bahwa anak nakal itu tidak memiliki kekasih!


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!