
Detik berganti menit, menit berganti jam, waktu terus berjalan, hingga tak terasa waktu pulang telat menghampiri. Sore ini aku akan mengantarkan Mita untuk pulang.
Sesekali, meskipun berbeda arah tapi tak masalah, aku akan berusaha untuk menjadi teman baiknya. Setidaknya aku bisa mendapatkan teman di sini walaupun hanya dirinya.
Kami berbincang hangat sembari menuju parkiran, dimana mobil sedan Corolla Altis hitam ku terpampang nyata terparkir di sana.
Mita cukup kagum, bisa ku tangkap dari senyumnya yang merekah menghampiri mobil kesayangan ku.
"Bagus banget!! beli sendiri?!"
"Iya, hasil keringat sendiri emang berasa banget nikmatnya"
"Wahh, hebat banget si! jadi pengen hehe"
"Ya udah yuk masuk, keburu kesorean!"
"Yukk!!" dengan semangat ia memasuki mobil ku, setelah duduk manis dan memasang sabuk pengaman, ia kembali menyentuh beberapa benda yang ada di hadapannya.
"Nihh ambil aja permen kalau ngga enak sama aroma mobil nya" ujar ku menawari, ia hanya mengangguk sembari tersenyum bahagia.
Aku menjalankan mobilku perlahan, ia melihat pemandangan sekitar yang membuat senyumnya terus merekah dan terukir indah di wajahnya.
Aku cukup bahagia melihatnya, aku menjadi merasakan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya, selama ini aku tidak pernah sebahagia ini, akhh aneh.
Ku parkirkan mobilku sejenak di minimarket, aku mengajak nya untuk ikut masuk, aku membelikannya beberapa makanan dan minuman untuk kebutuhan nya.
"Makasih banyak ya buat hari ini, kamu baik banget! semoga kebaikan kamu di balas oleh Allah berlipat-lipat ganda, aamiin"
Aku tertegun mendengar perkataan nya, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari bola mataku, hahh? apa ini?! dengan cepat aku menghapusnya.
"Kamu nangis? eh kenapa? maaf ya aku ngerepotin kamu sampe belanjain aku sebanyak ini, ini ambil aja aku kembaliin!" ucapnya bingung sembari menyodorkan kembali sebungkus plastik yang telah aku berikan padanya
"Ngga, ini cuma kelilipan, ini ambil aja! itu kan buat kamu!!" ucapku memaksa
"Ya udah makasi banyak ya!"
"Iya sama-sama, aku duluan ya! sampai jumpa besok"
"Dadahh!!!" teriak nya sembari melambaikan tangan.
***
Aku bersenandung ria sembari mengendarai mobilku dengan perlahan, sore berganti malam, aku berencana untuk tidak pulang sampai jam 10 malam, aku sedang ingin sendiri.
Jam menunjukkan pukul 21:15, aku berencana untuk pulang, aku takut semakin larut dan itu akan membahayakan keselamatan diriku.
Namun, tanpa ku sadari, seseorang mengikuti ku. Ralat! bukan seseorang! 4 orang? berboncengan motor?
Aku menjadi ketakutan dan merinding, aku bingung harus apa dan bagaimana. Sial! Karena memikirkan hal-hal yang tidak-tidak, tanpa sadar mereka mencegat mobilku!
Terpaksa aku berhenti, keringat dingin membasahi wajah ku, bulu kudukku berdiri. Aku ketakutan setengah mati, bagaimana ini?!!
Seseorang mengetuk paksa kaca mobilku, berusaha untuk membuatku membuka nya. Aku mengunci diriku sendiri di dalam mobil, aku memejamkan mataku, berusaha menyakinkan diri bahwa ini hanya mimpi.
Tok tok tok!!!!
Suaranya semakin lama semakin keras, membuatku semakin takut, tak bisa berpikir panjang lagi, aku membuka ponselku dan mencari kontak seseorang yang mungkin bisa membantuku.
Belum sempat ku tekan logo panggilan, tiba-tiba kaca mobilku pecah akibat timpukan batu yang cukup besar yang hampir mengenai tubuhku.
"Heyyy!! cepat keluar atau kau akan mati!"
Tangannya yang besar dengan cepat membuka pintu mobilku dan menarik paksa tubuhku
"Hai gadis manis, sendiri aja sini sama om, kita enak-enakan yokk!" ajaknya dengan tatapan mesum yang membuatku menjadi semakin takut
Aku tidak ingin, hal-hal buruk terjadi terhadapku! aku berusaha berteriak, namun lidahku terasa kelu.
'Ya tuhan, aku pasrahkan diriku, aku tidak tahu apakah ini takdirku atau hanya ujianku, mohon kuatkan aku atas segala yang telah ditetapkan untukku' aku berdoa dalam hati sembari memejamkan mata.
"Ehh enak banget nih kalau bareng-bareng, gw duluan yang pertama"
brukk!! tubuhku terjatuh dari sentuhan tangan haram yang baru ingin menjamah tubuhku.
"Sialan lu! sapa lu berani sama gw?!" teriak nya kesal
"Lepasin dia atau tubuh lu gw jadiin santapan anjing gw?!" sarkas seseorang dengan berani
Mereka beradu cukup sengit, membuatku menjadi semakin takut. 4 vs 1? apa ini akan berakhir?! siapa dia berani membantu dan menyerahkan nyawanya pada orang-orang gila ini?!
Aku dengan cepat melarikan diri, menjauh dari sana dan berusaha meminta pertolongan kepada orang-orang, aku tidak perduli dengan rok ku yang sobek hingga menunjukkan paha mulusku.
"TOLONG, TOLONG!!! ADA YANG INGIN MEMBUNUHKU!!!! DI SANA, TOLONG BANTU TEMANKU!!!" entah apa yang aku katakan, aku berusaha mengucapkan apa saja yang ada di pikiranku
Beberapa orang datang, dan mengikuti ku untuk kembali ke tempat mereka berkelahi. Terlihat beberapa orang sudah memisahkan mereka dan ada juga yang sudah mengikat mereka menjadi satu.
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!