
Aku berjalan berdampingan bersama Mita, hanya untuk mencari sebuah handphone baru. Aku masih menikmati waktu, aku tidak ingin segera pulang.
Lelah berkeliling, aku berhenti di depan sebuah toko pakaian, aku ingin mencari baju baru saja terlebih dahulu, karena aku pikir sekalian menghabiskan waktu saja.
Mita mengekor di belakang ku sembari melihat lihat baju yang menurutnya cocok untuk nya mungkin? Tapi hal itu meleset dari perkiraan ku, ia mencoba beberapa potong baju di tubuhnya lalu menyocokkannya pada tubuhku.
"Kenapa?" tanya ku heran
"Ngga, mau bantu cari baju yang cocok buat kamu"
"Kenapa buat aku? kan aku ke sini buat nyari baju untuk kamu juga" ia tampak terkejut mendengar ucapan ku
"Untukku?" ia masih terheran, aku meninggalkan nya yang masih terbengong-bengong di belakangku.
"Beneran untukku? kamu yang beliin?" ucapnya menyusulku dengan raut wajah heran dan gembira
"Iya, kalau mau, ambil aja biar sekalian"
Mita segera menyibukkan dirinya untuk mencari pakaian yang cocok di tubuhnya. Terkadang ia menemui ku untuk bertanya beberapa hal, seperti cocok atau tidak untuknya, berapa batas harga dan pakaian yang boleh ia ambil ya begitulah.
Terlihat dari raut wajahnya yang senang dan sangat bersemangat, membuat hati ku menjadi menghangat.
...*****...
Kami duduk menikmati hidangan makan siang yang ada di food court di pusat perbelanjaan ini. Kami memesan makanan berat karena Mita dan aku memang tipikal orang yang tidak bisa makan makanan ringan.
Pasti harus ada makanan berat, apalagi nasi. Itu wajib bagi kami, aku merasa cukup bahagia hari ini. Ternyata tidak salah berteman baik dengan Mita.
Orangnya lucu, baik dan polos. Ia tidak berlebihan terhadap sesuatu. Selalu cukup dengan apa yang ia lakukan. Aku cukup terkesan dengan kepribadian nya.
Ia menyodorkan beberapa lembar uang pecahan berwarna biru, ungu dan juga hijau. Totalnya Rp 80.000, aku terdiam sembari mengunyah makanan.
"Apa ini?" tanya ku heran
"Buat bayar makanan nya, kan kamu udah bayarin aku buat beli baju"
"Udah ngga usah, hari ini khusus aku yang belanjain kamu" aku menolaknya secara halus
"Tapi aku ngga enak selalu kamu bayarin, aku merasa menjadi tidak berguna ..." ucapnya lirih
Aku menjadi bingung, perasaan ku menjadi tidak enak karena telah mengganggap nya seperti itu.
"Ya udah deh, mending begini aja. Aku yang bayar ini, tapi kamu beliin aku ice cream? mau ngga?"
"Ok, deal!"
Namun baru beberapa langkah berjalan dari kedai ice cream, Mita menghentikan ku.
"Bentar, ada yang kurang!"
"Apa?"
"Sini mendekat, seperti ini, tunjukkan seperti ini!" ia memberi arahan kepada ku untuk mengambil beberapa jepretan foto selfie dan juga ice cream date mungkin? haha.
Setelahnya ia kembali berjalan ke eskalator untuk turun ke lantai satu. Menjelang sore seperti ini, aku kembali mencari di konter handphone.
Beberapa merk terkenal sudah ku lihat, tapi tidak ada yang menarik. Hingga pukul 16:56 ku putuskan untuk pulang setelah mengantongi sebuah handphone baru dengan merk terkenal. Rupanya itu handphone keluaran terbaru.
Setelah mengantar Mita pulang, aku bergegas kembali sebelum malam tiba. Cukup lelah hari ini. Aku segera mengeksekusi handphone baru itu.
Sebelumnya aku telah bertukar nomor handphone dengan Mita. Aku menghubungi nya terlebih dahulu.
Cukup untuk beradaptasi dengan benda baru itu, aku memilih untuk pergi ke pulau kapuk dan berangkat menuju alam mimpi.
***
Aku membereskan ruangan kerja ku, setelah membersihkan nya aku segera keluar untuk ikut apel atau upacara bendera setiap Senin.
Rupanya tugas ku kali ini menjaga dan memeriksa atribut siswa siswi yang sedang ikut ucapara.
Aku berjaga di barisan anak laki-laki khusus nya kelas XII. Aku memeriksa dengan teliti dan mengikuti arahan Mita untuk menarik siswa yang tidak memakai atribut dengan lengkap.
Kedua bola mataku menangkap seorang siswa yang tidak memakai atribut lengkap sedang mengganggu teman yang berada di sebelahnya.
Aku menariknya ke belakang dan membawanya ke ruang BK. Kali ini aku langsung membawanya, biasanya siswa lain akan di jemur di bagian barat agar terkena sinar matahari langsung.
"Kamu melanggar aturan, rambut gondrong, tidak pakai dasi dan tali pinggang! kamu seperti nya tidak bosan ya di hukum? apa hukuman nya tidak cukup? sebenarnya apa mau kamu?! apa kamu tidak kasihan dengan Ibu dan ayah mu yang telah membanting tulang untuk menghidupi mu? tapi apa balasan mu? membuat onar di sekolah! bolos, berkelahi, tawuran? apa tujuanmu untuk hirup HAHHHH??!!!!!" semakin banyak kata kata yang keluar, semakin tinggi pula suara ku berbicara.
"Tujuan hidup saya, untuk hidup meskipun tanpa ibu" ucapnya tersenyum
Aku menatapnya tak habis pikir, senyum? senyuman getir? penuh keprihatinan. Apa yang ia pikirkan mengenai kata-kata ku tadi? Aku menjadi sedikit menyesal.
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!