
"Jadi kita makan apa?" tanya ku sembari melihat gerak gerik Mita yang mencari bahan-bahan lain di kulkas.
Setidaknya jangan lobster, ia tidak enak karena terlalu sering merepotkan temannya itu.
Namun pencariannya sia-sia, karena memang bahan utamanya hanya lah lobster, sisanya hanya berbagai macam bumbu dan sisa-sisa sayur.
"Ngga ada apa-apa lagi di kulkas selain lobster" ungkap ku pada Mita
"Ya sudahlah, kita masak lobster saja" ujarnya pasrah
"Kan udah di bilangin, ngeyel si" aku melangkah mendekat untuk membantu nya membersihkan lobster.
Kami berdua sama-sama tidak tahu harus di apakan lobster ini. Jadi sembari membersihkan kami juga mencari tahu ide masakan berbahan baku lobster.
Sibuk mencari ide menu yang cocok dengan persediaan bahan makanan, akhirnya pilihan kami jatuh kepada Lobster Saus Padang versi praktis.
Aku bagian mengukus lobster dan Mita yang menyiapkan bumbu halus serta menumis nya hingga harum.
Setelah lobster empuk, Mita memasukkannya ke dalam tumisan bumbu yang sudah di beri air lebih dulu.
Aku menunggu menu makan malam kali ini sembari menyiapkan piring dan nasi. Hingga masakan selesai dan Mita membawanya ke meja makan.
"Ayoo makannn" ucapnya semangat
"Haha, malam-malam begini makan lobster, apa ngga kolesterol coba?" balas ku geleng-geleng kepala melihat tingkah kami berdua.
"Selagi ga sering gapapa kali, namanya menikmati hidup Flo!" ucapnya bijak sembari tersenyum kecil.
"Iya juga, baru kali ini aku makan pedas malam-malam"
"Aku juga"
Percakapan kami berhenti tatkala kami mulai menikmati makan malam dengan nikmat. Aku yang mencoba masakan ini sangat menggugah selera.
"Enak banget Mit!" ujarku tak menyangka akan seenak ini
"Iya bener, padahal kita baru pertama kali nyoba buat" balasnya membenarkan sembari menambahkan potongan lobster ke piring ku.
"Makan yang banyak, biar sehat dan ini juga pengalaman langka kita lho! hahaha"
Kami tertawa melihat tingkah lucu dan random kami. Setelah makan malam dan perut kenyang, aku dan Mita melangkah menuju kamar.
Setelah mengunci pintu dan menutup tirai jendela serta terasa aman, aku mulai mengunci pintu kamar agar lebih aman.
Aku membaringkan tubuhku yang lelah, setelah mencuci kaki dan menyikat gigi aku mengajak Mita untuk mulai membaringkan diri.
"Lampunya jangan di padamkan ya, aku takut Flo" ujarnya memohon
"Iya, tapi aku redupkan gapapa kan?"
Mita mengangguk sebagai balasan, aku menurunkan intensitas cahaya yang ada di ruangan ini.
Mita mulai masuk menyelimuti dirinya dengan bed cover dan aku menyusulnya. Terlihat ia sedikit mendekatkan diri nya dengan ku.
"Kalau pergi jangan jauh-jauh ya Flo, jangan tinggalin aku"
"Iya-iya, tenang aja" aku berusaha menenangkannya agar tidak khawatir.
Suara nafas yang teratur dan kesunyian malam ini membuatku ikut tertidur. Mulai memasuki alam mimpi.
Jlebbb?!
Dalam sekejap, lampu kamar yang redup tiba-tiba padam. Membuatku yang baru memejamkan mata menjadi ketakutan.
Sial!
Aku menyelimuti diriku hingga ke atas kepala. Menekuk kedua kaki ku dan memaksanya masuk ke dalam selimut.
Bayang-bayang makhluk halus di dalam kegelapan dan kekhawatiran mulai menyelimuti diri ku.
Aku sangat trauma dengan mati lampu dan sialnya Mita hanya diam dan tertidur dengan pulas. Apanya yang meninggalkan? bahkan ia tidak akan sadar bila aku meninggalkan dirinya yang bisa-bisanya tertidur setenang itu di saat seperti ini!
Dengan tangan gemetar aku mulai berpikir, harus apa? apakah tidur? tetapi aku tidak bisa saat ini, terlebih keadaannya gelap gulita.
Menghubungi Devan? bukan solusi yang bagus, terlebih ini malam hari dan aku juga takut untuk keluar dari kamar.
Seperti nya alam sedang tidak memihak kepada ku. Ya sudahlah aku lebih baik tidur saja meskipun tak bisa lebih baik memejamkan mata.
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!