Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Tips Ampuh!



Aku memang sempat bertemu Clara saat ia masih bekerja paruh waktu di sebuah supermarket untuk mencari uang tambahan kuliah nya.


Saat itu aku baru sampai di kota ini, jadi aku belum bisa membantunya untuk mencari pekerjaan lebih.


Seingatku ia mengambil jurusan yang sama dengan ku, yaitu jurusan Bisnis dan Manajemen.


Dan seperti nya nasib kami berdua hampir sama, yaitu lulusan bisnis tapi bekerja menjadi seorang guru, bukankah itu terdengar lucu?


Aku hanya tersenyum getir sembari menunggu pesanan kami sampai. Pagi ini aku hanya memesan jus jeruk saja.


Sedangkan Mita, ia memesan semangkuk mie ayam bakso. Kami hanya berbincang seadanya. Mita yang memang tipikal manusia kepoan mulai menanyai ku tentang banyak hal mengenai Clara.


"Oh gitu, jadi dia juga lulusan bisnis kaya kamu? terus kenapa malah mau jadi guru. Kan bisa gitu daftar di perusahaan atau buka bisnis" ucap Mita penasaran dan heran.


"Entahlah" aku hanya mengedikkan bahu ku tanda tidak tahu.


Kemudian pesanan kami sampai, Mita yang sudah kelaparan langsung menyantapnya dengan begitu lahap, aku hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah nya.


"Eh, aku boleh ga minap di rumah kamu malam ini? soal nya, ibu sama bapak mau pulang kampung hari ini, adik iparnya ibu meninggal dunia kemarin" jelas Mita sembari menatapku dengan tatapan mengharap.


"Innalilahi wa Innailaihi rojiun. Memang nya kamu ngga berani tinggal sendiri?" aku bertanya sembari menyeruput es jeruk milik ku


"Ngga, aku takut. Aku ga bisa dan ga biasa tinggal sendiri. Abang aku juga ikut pulang kampung karena mau menemui kekasihnya yang telah lama ia tinggal" Mita mulai menjelaskan dengan rinci dan jelas.


"Oh gitu, boleh aja si. Tapi hari ini aku ga bawa mobil, gimana dong?"


"Aku nebeng kalian ya? kalau kakaknya Edwin ga bolehin, aku naik ojol aja deh"


"Ya udah, nanti aku coba tanya ya"


"Ok, makasii yaa"


Setelah percakapan berakhir, Mita segera menghabiskan makanannya. Kemudian membayar tagihan dan kami kembali ke ruangan.


"Lho Clara, udah selesai?" aku bertanya dengan nya karena melihat langkah nya yang akan keluar dari sekolah.


"Udah, tinggal menunggu tanda penerimaan nya aja. Setelah itu ya udah deh beres"


"Oh ya udah, semoga keterima ya. Biar kita bisa sering-sering ketemu"


"Aamiin, aku pulang duluan ya Flo, bye!"


Setelah kepergian Clara, aku menyusul Mita yang sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan.


Kami hanya diam tidak bersuara dan mengobrol. Aku mengerutkan kening ku melihat selembar sobekan kertas di atas meja.


"Punya mu?" tanya ku pada Mita.


Ia menggeleng kemudian terdiam sibuk sendiri dengan handphone nya. Aku pun mulai penasaran dan membuka sobekan kertas yang terlipat dua itu.


'Temui aku di danau itu, aku membutuhkan mu saat ini.'


Aku pun pergi ke ruangan keamanan sekolah untuk memastikan hal ini. Aku memiliki firasat bahwa dia orangnya.


"Pak, boleh cek CCTV ruang BK tidak?"


"Boleh, ada apa neng Flo?"


"Gapapa pak, cuma mau memastikan sesuatu"


Aku mulai membuka beberapa file yang berisi rekaman video mulai dari tanggal yang ada di dekat dengan hari ini, dan terutama hari ini.


'Ternyata benar kamu' aku membatin sendiri.


"Sudah pak, makasih banyak ya. Maaf merepotkan"


"Lho sudah? bentar banget neng"


"Iya pak, duluan ya pak"


Aku melangkahkan kaki ku kembali ke ruangan. Apa maksud dari semua ini? otakku benar-benar berpikir keras tentang ini semua.


'Membutuhkan ku? huhh, jangan bercanda' Aku tersenyum getir mengingatnya.


"Flowie, Senin depan bakal ada rapat dewan guru, bakal ngebahas tentang guru pengawas dan jadwal pembagian mata pelajaran ujian Penilaian Akhir Tahun"


"Oh gitu? jadi kita bakal kebagian apa?"


"Aku biasanya si kebagian guru pengawas, kayanya kamu juga bakal kebagian tahun ini. Walaupun ga ke pilih, biasanya banyak guru pengawas nya ga mau masuk, alhasil kita yang ngegantiin"


"Oh gitu, ya udah, makasi infonya"


"Ok, persiapkan diri kamu ya, karena ini yang pertama kalinya"


Aku hanya mengangguk mengerti, kemudian membereskan dan mempelajari sedikit tentang guru pengawas, karena ini pertama kali untuk ku menghadapi murid-murid yang nakal.


Bisa jadi juga aku akan di tempatkan di ruangannya bukan? jadi aku harus mempersiapkan itu semua, bahkan bukan hanya dia, pasti banyak anak murid lainnya yang memiliki karakter yang berbeda-beda.


"Kamu ada tips agar anak murid tunduk gitu ga Mit?" aku bertanya dengan polosnya


"Mau tau atau mau tau banget?"


"Mau tau banget, aku harus apa nih?"


"Harus galak!" ucapnya sembari mengekspresikan wajahnya dengan wajah serius.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!