
"Kek .. mari kita bicara?"
"Apa?" ucap nya dengan nada dingin
Aku tahu kepribadian nya seperti ini, maka dari itu sejak dulu aku selalu mengikuti perkataan nya karena bila aku membantah nya dia bisa berubah seperti ini.
Dingin dan pendiam, sikap Kakek yang sejak dulu jarang ia perlihatkan karena keluarga tahu apa yang akan terjadi.
Aku menelan ludah ku dengan kasar, ini lah yang aku takutkan bila harus melawan pria di depan ku ini. Tapi demi kebahagiaan ku, aku tetap akan maju.
"Aku mohon, beri aku waktu! aku tidak bisa bila secepatnya menikah dengan orang yang tidak aku kenal"
"Maka dari itu terima lah ia dahulu untuk mengenal nya lebih dalam Flowie!"
"Tapi aku tidak bisa! aku mencintai pria lain! Perasaan ku tidak bisa bila harus di paksa!" aku mengucapkan kalimat itu lagi dengan suara serak
"Jadi mau mu apa huhhh?!"
"Aku ingin kau menerima keputusan ku kek, lepaskan aku untuk pergi menjemput kebahagiaan ku, bukankah itu yang kalian inginkan? lalu mengapa harus menyiksa ku dengan pemaksaan ini?" aku berusaha untuk membuka pikiran nya untuk mengerti perasaan ku.
"Apakah pria pilihan mu itu sudah sangat yakin bisa membahagiakan mu?"
"Y-ya pasti!"
"Apa kau bahagia bila bersamanya?"
"Ya, aku sangat bahagia!"
Kali ini aku tidak akan membuat kesalahan lagi Devan, kita akan bahagia bersama seperti janji kita dulu.
"Baiklah, aku beri waktu 1 bulan untuk kau memilih siapa pendamping hidup mu, kali ini aku mengalah untuk kebahagiaan mu"
"Terimakasih... terimakasih kek!"
"Sudah lah! jangan menangis, aku tidak tahan melihat air mata mu keluar!"
***
Di sisi lain...
Seorang pria pergi dari sebuah rumah untuk menenangkan pikirannya. Hati nya kacau saat ini. Ia tidak tahu mengapa bisa ia jatuh cinta dengan orang yang salah.
'Apa yang terjadi pada hati ku? mengapa rasanya aneh sekali?'
Ia melajukan motornya dengan kecepatan penuh, malam itu terasa sangat sunyi dan juga dingin.
Tok tok!
"Woy bro! sini masuk, tumben ke sini?"
"Ya, biasa, bosan di rumah"
"Ya udah minap saja di sini, gw panggil teman yang lain mau ga?"
"Ga perlu, kasian, mereka juga butuh istirahat"
"Kenapa lagi nih ceritanya? muka lu kusut banget dari tadi"
"Kepo lu" ucap Edwin sembari melemparkan kulit kacang ke arah Ridho
"Cerita dong, udah numpang, pake rahasia-rahasia segala lagi" ucapnya kesal dengan nada bercanda
"Sialan lu!" Ridho melempar bantal yang mengenai wajah Edwin
Kedua nya menghabiskan waktu bersama hingga malam, Edwin keluar sebentar untuk mencari angin. Ridho sudah pergi ke alam mimpi.
'Aku merindukan mu bu....' ucapnya sendu.
Air mata telah menggenang di pelupuk matanya, sudah siap untuk jatuh. Ia menyeka nya dan kembali masuk ke dalam rumah.
***
Pagi kembali datang, sang surya kembali bertugas untuk menyinari bumi setelah sang bulan menyinari bumi saat malam hari.
"Gw pulang ya, mau ganti baju"
"Yoi, hati-hati"
Edwin melajukan motornya dengan cepat, ia tidak ingin datang terlambat. Setelah berganti pakaian dan bersiap, ia kembali melanjutkan perjalanan nya untuk ke sekolah.
"Pagi bu cantik, nih susu buat ibu"
"Ya terimakasih, sebaiknya untuk kamu saja"
"Yahh ibu, ini saya beliin khusus buat ibu, ko di tolak si? sakit hati saya bu"
"Ya, kamu minum aja, itu susu dari saya. Saya dapat khusus dari anak murid saya, lumayan kan buat nyembuhin hati kamu yang sakit?" Flowie melangkahkan kaki nya untuk segera sampai di ruangan.
Ia harus menjaga jarak saat bersama Edwin di sekolah, ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara dia dan Edwin. Bisa bahaya bila Mita lihat.
Edwin tetap mengikuti langkah Flowie sampai masuk ke dalam ruangan. Bisa ia lihat bahwa Flowie sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Wahh... rajin nya calon istri"
"Edwin, saya guru kamu, jangan menggangu!"
"Iya calon istri"
"Berhenti memanggil saya seperti itu" Flowie berusaha sabar menghadapi Edwin kali ini, ia tidak ingin hati anak itu kembali terluka akibat ucapannya.
"Tapi bu, ucapan adalah doa. Saya suka sama ibu, jadi saya pengen ibu jadi istri saya makanya saya mengucap ibu calon istri saya"
"Ya ya ya, terserah kamu"
Flowie pergi berkeliling sekolah sembari mengumpulkan absen siswa. Edwin tetap mengekor di belakangnya.
"Woy bro! ngapain?" Ridho mulai memanggil dan menghampiri Edwin
"Akhh... ga asik lu mah! ganggu gw sama bu Flowie kencan aja!"
"HAHHH?!" Ridho tampak syok dengan penuturan teman gila di depannya ini
"EDWINNNNN!!!" teriak Flowie dengan keras
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!