
Sore telah tiba, jam kerja telah berakhir untuk hari ini. Aku dan Mita berjalan beriringan keluar dari sekolah untuk menuju parkiran.
Aku berniat untuk mengantarkan Mita seperti biasanya, namun sebuah mobil terparkir jelas di samping mobil ku.
Tidak perduli, aku kembali melanjutkan niatku untuk mengantarkan Mita. Namun baru saja akan masuk ke dalamnya, seseorang mencekal pergelangan tangan ku.
"Mau kemana hm?"
Aku menatap wajahnya, seakan terhipnotis dengan kharisma nya. Ia menatapku dalam, namun Mita menyadarkan ku dari dalam mobil.
"Flo?" panggil nya dengan wajah penuh tanda tanya
"Akhh.. Devan, maaf aku lupa. Aku berniat untuk mengantarkan teman ku pulang" aku berusaha untuk jujur, entah ia percaya atau tidak itu urusannya.
"Ya sudah, kita antar dia setelah itu kita pergi, bagaimana?"
"Bisakah nanti malam saja? aku janji akan menunggu mu"
"Baiklah, jangan mengecewakan ku Flo!" ucapnya tegas, Devan memilih untuk pergi terlebih dahulu.
Mita menatap ku dengan wajah heran, ia masih setia menatapku hingga keluar dari gerbang sekolah.
"Iya, baiklah, besok aku jelaskan. Tidak perlu menatapku seperti itu!"
Aku mengerti maksud nya, tapi aku berusaha untuk menghindar saja. Aku terlalu malas untuk menjelaskan nya saat ini.
"Kau berhutang penjelasan pada ku Flo!" ucapnya kemudian turun dari mobil dengan wajah yang tak sabaran.
"Iya, besok aku ceritakan, aku pulang dulu"
"Ok, hati-hati!"
Aku mengklakson mobil ku tanda aku menyahuti ucapan nya dan pamit untuk pulang.
Menikmati keindahan sore hari yang cerah, aku mulai kembali bersenandung ceria. Aku sangat menikmati kesendirian ku saat ini.
Tanpa ku sadari, sejak tadi seseorang mengikuti ku. Aku tahu itu siapa tapi aku memilih untuk membiarkan saja agar ia puas.
Sesampainya di rumah, aku memarkirkan mobil ku di halaman. Kemudian turun dan keluar meladeni sang penguntit.
"Akhh... aku ketahuan" ucapnya nyengir kuda tanpa ada rasa bersalah.
"Untuk apa mengikuti ku? sudah seperti penguntit saja" ucapku sembari melipat kedua tangan ku di dada.
"Ya aku ingin tahu, karena kau tidak memberitahu alamat rumah baru mu, jadi aku sedang ada di situasi terpaksa bukan melakukan hal ini?"
"Memangnya kenapa? kau takut?" tanya nya penasaran, membuat ku menjadi bingung harus menjawab apa.
"T-tidak! siapa bilang?" ucapku gugup
"Jangan berbohong Flo!" ia menatapku dengan tatapan mengintimidasi
"Sudahlah Devan, ini sudah terlalu sore. Nanti kita tidak jadi...." aku menggantung kan ucapanku, hampir saja keceplosan dan membuatku malu.
"Jadi apa? hm?" ucapnya sembari tersenyum menggoda mendekati ku.
"Devan! pergilah!" ucapku mendorong dada nya sembari menutupi wajah ku yang bersemu merah
"Haha, kau lucu sekali Flo! aku pergi, jangan lupa bersiap, jam 7 malam aku jemput. Paham?"
"Ya" ucapku singkat sembari berlari terbirit-birit karena menahan malu.
'Huhhhh Devan! bisa saja membuat jantung ku jedag-jedug' gumamku malu sembari menutupi wajahku dengan kedua tanganku.
Aku melangkahkan kakiku untuk menuju kamar, kemudian mulai membersihkan diri ku dan melakukan sedikit perawatan kulit. Aku mulai mengoleskan hand body di tanganku.
Setidaknya aku ingin tampil lebih cantik dari sebelumnya, entah dorongan dari mana aku bisa berpikir seperti itu, yang pasti aku ingin yang terbaik untuk malam ini.
Setelah nya, aku mulai bersiap-siap. Aku mulai memilih gaun yang pantas untuk ku pakai malam ini. Pandangan ku tertuju pada gaun merah tanpa kerah yang membuat leher mulus ku terpampang jelas.
'Sepertinya ini bagus' gumam ku sembari mencoba nya.
Aku memutar-mutar tubuhku di depan cermin, untuk memastikan kecocokan nya di tubuh mungil ku.
'Pas!' aku mulai memberi sedikit polesan make up tipis agar terlihat lebih natural dan menarik.
Kemudian aku mengambil tas selempang dengan warna yang senada serta high heels berwarna senada agar terlihat lebih serasi.
Aku mulai memperhatikan diri ku di cermin, cukup untuk membuat ku tampil cantik. Meskipun Devan tidak menjelaskan tujuannya malam ini, tapi aku tahu apa yang ia maksud.
Karena aku tahu Devan bukan kau pria romantis yang bisa merangkai kata-kata untuk membuat ku terhanyut. Tapi dengan perlakuan dan sikap nya dengan ku serta pengalaman ku bersama nya cukup untuk membuat ku mengerti tentangnya.
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!