
Aku terbangun dari tidurku, melirik jam yang tertempel di dinding. 02:35? aku bangkit dan memperhatikan wajah pria tua yang ada di depan ku.
Usianya memang sudah tidak muda lagi, namun ini kali pertama aku mendengar nya jatuh sakit. Entah apa yang menjadi beban pikiran nya akhir-akhir ini hingga membuatnya menjadi seperti itu.
Aku kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku meraih handphone ku yang tergeletak di atas nakas bersama tas hitam ku.
Ku ambil handphone ku dan tanpa sengaja mata ku tertuju dengan benda berwarna kuning tersebut. Aku kembali memikirkan nya. Bagaimana bisa ia tahu aku menyukai coklat? akhh mungkin hanya kebetulan, gumam ku.
Aku menikmati sebatang coklat itu, setidaknya perutku tidak merasa kelaparan untuk saat ini. Kemudian aku menghubungi Mita dengan mengirimi nya pesan.
Me? : Mita, izin ya aku belum bisa masuk. Ruangan sementara kamu yang urus ya untuk beberapa hari.
Tidak ada tanggapan. Aku memaklumi nya, karena melihat waktu saat ini menunjukkan dini hari, sudah pasti ia sedang beristirahat.
Bosan, aku memilih untuk keluar ruangan. Melihat tidak ada siapa pun di lorong rumah sakit, aku kemudian berencana untuk pergi sebentar.
Mungkin saja aku bisa mendapatkan makanan ataupun ketenangan? Aku menemukan taman di halaman samping rumah sakit.
Hari masih cukup gelap, aku duduk di bangku taman tersebut. Udara saat ini cukup dingin, aku tetap duduk di situ untuk menatap langit dan bulan yang menggantung.
Pikiranku melayang bebas entah kemana hingga bisa sampai memikirkan nya kembali.
Huhhhh...
'Andai kau tahu perasaan ku saat ini Devan, mungkin kamu akan mengerti apa yang aku khawatirkan'
Aku menjadi kembali mengingat nya, entah kenapa pikiranku selalu tertuju pada dirinya. Tidak dapat ku pungkiri bahwa aku memang saat ini masih sangat mencintai nya.
Tapi keadaan memaksa ku untuk melakukan hal kejam kepada nya. Aku tahu bagaimana perasaan nya, tapi aku berharap ia juga mengerti perasaan ku.
Bodoh! bagaimana ia akan mengerti perasaan ku bila aku saja tidak pernah membicarakan hal ini kepada nya. Tidak pernah lagi berterus terang kepada nya.
Lelehan air mata kembali membasahi pipiku. Aku membiarkan nya, saat ini emosi ku sedang tidak stabil. Mungkin dengan cara ini aku bisa menumpahkan segala nya.
***
Aku bangkit pergi untuk mencari sarapan. Setelah Pak Andra (Asisten Pak Ridwan) kembali, aku memilih untuk bergantian menjaga nya.
Setelah menemukan warung makan untuk sarapan, aku memesan nya untuk mengisi perutku.
Tatapanku menerawang entah aku melihat apa, yang jelas tatapanku tidak sejalan dengan pikiran ku.
"Nih neng, di makan"
"Makasih bu"
Ting!
Sebuah pesan masuk ke dalam handphone ku. Aku segera mengambil nya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.
**Mita : Kamu kenapa? kemarin apa yang terjadi? kenapa buru-buru sekali? lalu kenapa tidak masuk lagi?
Me? : Ceritanya panjang, nanti kalau ada waktu aku cerita ya
Mita : Yahh... padahal aku udah penasaran, tapi ya udah deh, semoga semua baik-baik saja ya, semangat!
Me? : Ok, terimakasih**
Saat aku ingin kembali melanjutkan sarapan ku, pesan kembali masuk. Aku pikir itu Mita, tapi sepertinya bukan. Aku segera membuka pesan tersebut untuk menjawab rasa penasaran ku.
0896xxxxxxxx : Tuan sudah sadar, ia ingin berbicara dengan anda
Aku hanya menatap dan mencerna pesan itu. Dan aku menduga bahwa itu adalah Asisten kakek. Aku segera membayar dan berlari memasuki ruangan.
"Kek? sudah sadar?"
"Y-yaa ... a-aku, su-dah sadar ..."
Pak Andra membantu kakek untuk bangun dan duduk bersandar kemudian membuat posisi nya menjadi lebih nyaman.
"Ada apa kek?"
"Aku ... ingin ber-bicara sesuatu"
Perasaan ku mulai tidak enak, pria tua di depan ku ini adalah keluarga ku satu-satunya yang membuatku mengikuti setiap perkataan nya.
Ia membesarkan ku dengan kasih sayang dan juga didikan yang keras. Tapi di balik itu semua, aku mengerti bahwa ia tidak ingin aku menjadi seseorang yang lemah melihat dunia ini sangat kejam.
"Apa yang ingin kakek bicarakan? katakan saja" aku menunggu dengan perasaan yang was-was
"Aku ... ingin.... "
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!