Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Teman Lama



Aku kembali masuk untuk membereskan meja makan, kemudian Devan menghampiri ku. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 07:05 wib.


"Ayo berangkat Devan! kenapa tidak dari tadi ngomong nya?!!!" aku seketika panik saat itu juga.


Piring-piring kotor yang biasanya aku cucu lebih dulu kali ini aku tinggalkan saja menumpuk di wastafel.


"Iya, kamu terlihat sibuk tadi, jadi aku tidak berani menegur" ucapnya lembut menghadapi ku yang sangat panik.


"Sabar, tenang lah. Sesekali tidak mengapa"


"Jangan aneh Van! ini baru 1 bulan aku bekerja, harusnya aku bisa disiplin. Apa lagi aku guru BK"


"Setidaknya tenang lah lebih dulu, akan ku bantu bicara nanti"


Aku hanya mengangguk sembari berusaha tenang. Akhhhhh!!!!


Devan segera memacu kecepatan mobil hingga tinggi. Untung aku sudah memakai sabuk pengaman.


"Aku pergi dulu Dev, hati-hati di jalan, jangan lupa makan siang! Bye!" aku pamit pergi dan segera masuk ke dalam gerbang sekolah dengan terburu-buru.


Tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seseorang yang membuat dahi ku menjadi sakit.


"Awww.... maaf, maaf"


Aku menatap orang itu, dan ternyata adalah....


EDWIN.


Tapi ia hanya pergi, menatapku dengan tatapan dingin, kemudian ia juga ikut masuk ke dalam sekolah dan pergi ke kelas.


Itu cukup aneh, tapi aku masa bodo lah. Hari ini cukup banyak kejadian yang membuat perasaan ku menjadi campur aduk.


"Dari mana aja Flo? lama banget, udah telat 20 menit lho!" Mita menceramahi ku sembari berkacak pinggang.


"Hehe, tadi ban mobil Devan pecah, kebetulan aku berangkatnya agak siang. Jadi nya terlambat deh"


Aku terpaksa berbohong, biarkan saja lah. Saat ini aku terlalu malas untuk bercerita tentang banyak hal.


"Beneran kan, ga bohong?" ucapnya menyelidik


"Ngapain bohong, udahlah malas aku"


"By the way, sarapan aku mana?"


Huhhhh.... hari yang buruk!


"Huuuuuuu..... terus bagaimana? aku belum makan lho" ia berakting seperti anak kecil yang kelaparan.


"Dah ah, mau ke kantin aja!" ia lantas pergi meninggalkan ku sendirian


"Tunggu Mit!!" aku setengah berlari mengejar nya.


"Emang gapapa ke kantin? ini masih pagi lho?"


"Gapapa, sesekali aja. Nanti kalau di tanya ya tinggal jawab, belum sarapan bu, gampang kan?" ia berkata dengan entengnya.


Dari kejauhan aku tampak melihat seseorang yang cukup familiar dengan penglihatan ku. Tapi siapa dia?


Ia berjalan menuju kami, semakin dekat, semakin ku lihat wajahnya dan ternyata....


"Flowie?" ucapnya tak percaya menatapku


"Hahh? siapa ya?" aku berusaha keras untuk mengingat nya saat ini, sial aku lupa!


"Aku teman SMA kamu, Clara, masa tidak ingat?" ucapnya tersenyum senang.


"Siapa? Clara... ohh... Clara Dinata?" tanya ku memastikan


"Iya, yang pernah kamu tolong saat ban motor aku pecah, ingatkan?"


"Iya, iya aku ingat. Kamu sekarang makin cantik aja deh. Oh iya, kamu ngapain di sini? ada perlu apa?"


"Oh ini, aku ngelamar kerja di sini mau jadi guru honorer. Aku udah keluar dari tempat aku kerja dulu."


"Oh gitu, kamu temui aja Bu Wati"


"Ok, makasii banyak ya" Ia kemudian melangkah pergi mengelilingi ruangan. Aku tidak bisa membantunya saat ini, karena Mita yang sudah sedari tadi menarik lengan ku seperti anak kecil.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @fx.dhaw


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!