
"Aduh neng, lain kali jangan lewat sini ya, bahaya apalagi mba sendirian, di sini emang rawan terjadi kejahatan apalagi ini sudah larut malam!" ujar seorang warga di sekitarku
Aku hanya diam menunduk kan kepalaku, beberapa orang telah pergi setelah mengobati luka kepada pria asing yang berusaha menyelamatkan ku.
"Terimakasih" ucapku pelan tanpa mengangkat sedikit pun kepalaku
Air mata telah menggenang di pelupuk mataku, siap-siap ingin jatuh. Ia hanya diam tanpa merespon apapun.
Ia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, membuatku sedikit melirik kearah nya yang berusaha untuk pergi dengan sepeda motornya.
Ku lihat punggungnya yang berlalu meninggalkan diri ku seorang diri.
***
Aku kembali dengan tubuh yang lemas, membuatku ingin segera merebahkan tubuhku, namun ku bersihkan terlebih dahulu tubuhku yang menjijikkan ini.
Rasanya ingin ku koyak kulit ku yang telah tersentuh tangan tangan bajingan itu. Aku menangis, meratapi nasibku. Sebodoh itu kah aku?
Aku berteriak di bawah tetesan air yang membasahi tubuhku, aku merasa kejadian tadi sangat membuat jiwa ku terguncang hebat.
Takut, aku menjadi takut dengan dunia ini. Mengapa? harus terjadi? aku merebahkan tubuhku dengan perasaan yang campur aduk, aku lelah dengan semuanya.
Berharap besok pagi menjadi awal dari kebahagiaan, aku harap kejadian itu hanyalah mimpi buruk ku dalam perjalanan indah ku.
***
Pagi ini, dengan malas aku bangkit dari tidurku, aku telah izin dengan Mita bahwa aku tidak enak badan.
Kejadian kemarin cukup mengguncang batinku, aku menjadi trauma dengan kejadian itu. Aku ingin menenangkan diriku dari hal-hal buruk yang menimpa ku.
Seharian ku kurung diriku, rasanya aku ingin menyendiri untuk beberapa waktu. Mita terus menelpon ku, menanyakan keadaan ku yang membuatku menjadi merasa bersalah telah membuatnya khawatir.
"Eh tau gasii? tadi itu bocah biang masalah langganan BK itu datang, katanya nyari guru BK baru, yang aku heran ko dia bisa tau? kan kamu ga pernah nunjukin batang hidung di depan anak-anak"
"Iya juga ya? emang kenapa dia nyariin?"
"Ga tau tuh, katanya pengen liat aja, terus dia itu badan nya penuh luka gitu lho, kaya abis berantem"
"Serius? berantem di sekolah?"
"Ngga deh kayanya, soalnya dia datang pagi sedangkan gada kasus berantem gitu"
"Oh gitu" aku hanya mengangguk, saat ini kami sedang melakukan panggilan telepon
Mita bilang ia rindu dengan ku, apa mungkin? sepertinya dia orang yang cukup perhatian. Aku menjadi merasa ada yang menganggap ku menjadi orang yang penting bagi nya, semoga.
Aku bangkit dari tempat tidur ku, aku berusaha untuk produktif hari ini, namun baru saja berdiri dari tempat tidur, benda pipih yang tergeletak di atas kasurku berdering, membuatku sedikit terkejut.
"Ya, halo?!" ucapku malas
"Dimana kamu? kenapa tidak masuk?!"
"Aku di rumah, sakit, ada apa?"
"Dasar, belum sebulan kerja sudah sakit, lain kali jaga diri dengan baik!!" ucapnya dengan nada keras dan kasar, membuatku melotot
"Bila anda ingin menghubungi saya hanya untuk mengatakan pembicaraan yang tidak bermutu seperti ini, lebih baik saya akhiri saja!" ucapku dengan nada yang mulai meninggi.
"Baiklah, jaga dirimu dan persiapankan masa depan mu, ingat? 2 bulan 2 minggu lagi ...." ku dengar suaranya yang mendesis dan berbisik, aku segera mematikan panggilan itu.
Telinga ku menjadi panas dan pikiran ku melayang kemana-mana, aku tidak tenang. Aku membuang nafas dengan kasar dan keluar dari kamar untuk memasak.
'Ternyata kulkas ku benar-benar kosong!' aku menghela nafas, harus berbelanja pula hari ini. Padahal aku sedang malas, tapi akan aku coba!
Setelah berganti pakaian dan bersiap-siap, ku masuki mobil kesayangan ku dan mulai menjalankan nya dengan pelan. Aku berusaha menyemangati diri ku untuk tetap semangat.
Aku memilih untuk berbelanja di minimarket saja, lagipula aku hanya membeli bahan makanan untuk hari ini. Mungkin aku hanya menyetok daging kornet, mie dan telur ayam.
Aku tidak terlalu begitu suka dengan sayur, aku suka makanan yang simpel dan asin. Aku memilih makanan yang kira-kira enak untuk ku makan.
Cukup banyak yang ku ambil (padahal bilangnya ga nyetok:) Aku memang tidak menyetok terlalu banyak, karena yang mengonsumsi nya aku sendiri.
Setelah membayar, aku melajukan mobil ku untuk pergi lebih jauh, hanya untuk sekedar berjalan-jalan. Aku bosan bila seharian harus di rumah tanpa melakukan apa-apa.
Berusaha untuk beradaptasi di kota baruku ini, setidaknya aku bisa melepas lelah ku selama 2 minggu ini.
Tanpa ku sadari, aku melajukan mobilku untuk pergi ke danau yang ternyata terletak tak jauh dari minimarket tadi. Tidak terlalu dekat dengan pemukiman warga dan juga cukup jauh dari jalan raya.
Aku hanya tidak sengaja menemukan nya ketika sedang melajukan mobil ini tanpa arah tujuan. Aku memberhentikan mobilku, menghirup udara segar dan bebas yang tersedia di sana.
Menjadikan alam sebagai obat dari rasa lelah yang ada menurutku itu cukup tepat, aku melangkah semakin mendekat pada pinggiran danau yang jernih ini, duduk di bangku kayu tua namun terawat.
Aku sedikit heran, di sekitar sini seperti jarang di temui orang namun tempat ini cukup bersih, aku memainkan jemari ku di air yang dingin itu.
Panggilan masuk dari handphone ku, tetapi segera di putuskan tanpa aku angkat, aku melihat siapa yang memanggil, hanya nomor asing. Aku tak ambil pusing, mungkin salah telpon atau apalah, tak perduli!
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!