Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Awal Mula



Pagi ini, sinar mentari pagi yang lembut memasuki ruang kamarku melalui celah jendela yang sengaja ku buka sedikit.


Suasana malam yang panas, membuat tubuhku gerah dan aku melakukan hal itu. Aku sangat benci panas.


Cahaya matahari itu tepat mengenai kelopak mataku yang membuatku menjadi terganggu. Dengan tubuh yang malas, ku bangunkan tubuh ini dan terduduk di atas kasur dengan keadaan berantakan.


Ku lirik sedikit jam yang menggantung tepat di hadapan ku, dengan mata yang masih lengket dan setengah sadar aku melihat dengan pandangan kabur.


'Jam setengah 8?' pikirku


Sejurus kemudian aku terkejut melihatnya, kantukku seolah menghilang entah kemana, seperti lenyap di telan bumi.


Mata ku yang lengket tiba-tiba menjadi terbuka dengan sempurna, memastikan bahwa yang ku lihat memang benar adanya.


Dan ternyata benar!


Aku segera bangkit dan melarikan diri masuk ke dalam kamar mandi. Diri ku yang disiplin ini ternyata bisa telat juga. Miris ku sembari tersenyum getir.


Dengan cepat aku mandi ala kadarnya saja, mandi bebek. Mandi ninja, atau semacamnya. Aku tidak perduli! Ini hari pertama ku untuk masuk dan bekerja sebagai pengabdi negara.


Mungkin efek tadi malam yang pulang dari luar negeri, membuatku menjadi kelelahan dan berakhir dengan kesiangan. Sial!


Setelah melakukan semuanya dengan cepat-cepat, aku menancapkan gas mobil ku dan melaju membelah jalanan kota pagi itu.


***


Pemberhentian ku telah sampai, di tempat ini, di sekolah ini. Sekolah Menengah Atas, huhhh jadi rindu masa-masa remaja, bertemu banyak teman, pengalaman dan yahh bersama kekasih, sial, apa yang aku pikirkan?!


Aku merutuki kebodohan dan pikiranku pagi ini, ada-ada saja. Itu sudah lama sekali, 8 tahun yang lalu, mana mungkin aku kembali, hubungan itu juga akan kembali?


Lagi dan lagi aku memikirkan kebodohan yang terjadi berulang kali. Aku memasuki halaman sekolah itu, lumayan luas dan ini seperti sekolah elite ya tentu saja, pemiliknya juga siapa?


Aku bertanya kepada petugas pengamanan, apakah benar ini tempat yang menjadi tujuan ku? Hmm benar sekali ternyata.


Huhh... ku buang nafas dengan pelan


'Semangat!' ucapku menyemangati diri.


Ku berkeliling, berusaha mencari ruangan guru, untuk bertanya tentang ruanganku.


'Sepertinya ini' gumamku membaca papan nama yang ada di atas ruangan itu.


Ku ketuk, dan masuk sedikit untuk melihat ruangan itu, hanya beberapa guru yang ada di dalam sana.


"Maaf, ada perlu apa?" tanya seorang gadis muda yang sepertinya dapat ku tebak bahwa dia adalah guru honorer.


"Bisa bantu aku menemui Ibu Rosita?" tanyaku berusaha sopan. Aku ini tidak pandai merangkai kata-kata, makanya aku kesal ketika harus mendapatkan profesi yang tak sesuai dengan minat dan bakatku.


"Bisa, apakah sudah ada janji sebelumnya?" tanyanya ragu menatap ku.


"Tentu saja, kata beliau aku tinggal menemuinya" aku berusaha untuk menyusun kata-kata yang sesuai agar tidak salah ucap.


Meskipun dia lebih muda, tapi aku adalah orang baru di sini, aku harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri, aku tidak ingin terlihat buruk meskipun aku juga tidak suka dengan pekerjaan ini.


"Baiklah, mari ikuti saya" ucapnya, sepertinya ia yakin terhadap ku.


Aku dan ia berjalan beriringan, aku tidak ingin terkesan seperti bawahannya, meskipun terkenal baru tapi aku juga tidak ingin di anggap remeh orang lain, apalagi gadis muda sepertinya.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @fx.dhaw


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!