
Aku kembali terbangun, ini sudah ke 3 kalinya aku terbangun dari tidurku hari ini. Aku jadi tidak bisa tertidur dengan nyenyak setelah mendengar ancaman pria tua itu!
Arghhhh...
Aku bangkit dan menatap wajah ku di cermin. Bagaimana aku harus memulai kembali hubungan ini? sedangkan saat ini hubungan ku dengan Devan hanya sekedar teman lama.
Lelah memikirkan jalan keluar yang antah berantah, aku bangkit dan mulai memasak untuk sarapan meskipun waktu baru menunjukkan pukul 03:45 wib.
Di sela-sela ku memasak, tiba-tiba aku teringat sesuatu. Iya! aku lupa bahwa hari ini seharusnya aku membawa kan Mita menu rendang hari ini.
Tapi ketika aku mengecek kulkas, ternyata persediaan bahan baku membuat rendang sangat sangat nihil, ini waktu yang sangat tidak tepat.
Akhirnya, setelah aku berpikir keras tentang menu yang akan aku buat, aku memutuskan untuk.... membuat telur sambal balado.
Hahahaha, ini sepertinya sangat seru. Karena ini adalah first time aku membuat sarapan telur sambal balado.
Sebelumnya aku selalu makan makanan siap saji, tapi ketika kembali ke tanah air, tiba-tiba keinginan ku untuk belajar memasak sangat menggebu-gebu.
Apakah ini pertanda bahwa aku akan segera menikah? woww seperti nya ini pertanda yang sangat bagus, semoga jodoh ku Devan ya Allah, hehe.
Setelah berpikir dengan dunia ku sendiri dan pikiran pikiran aneh yang tiba-tiba berdatangan setelah menerima ancaman itu, seperti nya otak ku ngebleng atau memang ingin menghibur ku?
Ini aneh, tapi aku suka.
Setelah selesai, aku sangat puas dengan hasil kerja keras ku membanting tulang membuat makanan ini.
Bila kedua orang spesial ku tidak suka, maka aku akan berhenti memasak. Itu janji ku haha!
Aku kemudian segera pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap meskipun masih terbilang cukup pagi, tapi aku ingin menyambut Devan dengan persiapan yang sangat matang!
Devan : Aku akan menjemput mu nanti, kamu sedang apa?
Aku bersorak kegirangan, entah mengapa emosional ku pagi ini sangat-sangat di luar dugaan dan kebiasaan ku.
Hal yang mungkin cukup aneh, tapi ini sangat amat nyata. Aku yang biasanya hanya diam dan terus berlarut-larut dalam kesedihan, tapi hari ini aku menjadi pribadi yang ceria. Sungguh terbalik daripada biasanya.
**Me? : Ok, aku sedang bersiap-siap
Devan : Kamu buat sarapan apa? aku sarapan di sana saja ya!
Me? : Hari ini aku masak spesial, harus di habiskan, aku tunggu**.
Hari ini hormon ku sangat bahagia. Setelah bersiap-siap, aku keluar dan menunggu Devan di ruang tamu seperti biasa.
Setelah beberapa menit menunggu, tiba-tiba pintu di ketuk. Aku sedikit heran, tidak biasanya Devan mengetuk pintu, bukankah di luar ada bel? dan kenapa dia bisa langsung masuk ke halaman rumah sedangkan dia tidak memanggil ku dari luar pagar?
Ini sungguh aneh, tapi aku berusaha berpikir positif, mungkin ia tidak ingin merepotkan calon istri nya yang cantik jelita ini bukan?
Dengan semangat yang berkobar-kobar, aku melangkah kan kaki ku dengan cepat dan tidak sabar.
Ceklek!
Aku tercengang dan mematung melihat siapa yang datang, bukan Devan ataupun tetangga ku. Melainkan, Kakek!
"Apa begini cara mu untuk menyambut diri ku Flowie?!"
Ucapannya membuatku tersadar, ia menatapku tajam dan seketika aku minggir memberikan jalan untuknya masuk.
"Bagaimana kakek bisa tau aku tinggal di sini?" tanya ku heran sekaligus takut
"Apa kau pikir aku bodoh? aku memiliki banyak anak buah, bahkan aku saja bisa tahu siapa calon mu" ucapnya mengelilingi ruang tamu.
Aku tercengang dan teringat, bahwa benar apa yang ia katakan, mungkin aku saja yang bodoh baru menyadari nya.
"Lalu, apa yang ingin kakek lakukan di sini? aku tahu perjanjian nya, tapi bukan sekarang" aku berusaha membujuk nya dengan nada memohon.
"Aku ingin mengawasi mu, paham?"
Perkataan nya membuatku takut, aku belum siap. Memang pak tua ini sangat amat menyebalkan!
Tin tin!
Suara klakson mobil yang khas terdengar di pendengaran ku. Aku lupa bahwa Devan akan datang pagi ini, ya Allah.
Kakek menatapku dengan tajam, aku menjadi bingung harus apa. Aku tidak berani membawanya masuk dan bertemu dengan kakek.
Aku takut Devan akan tertekan dan tersakiti dengan ucapan kakek. Karena asik dengan pikiran ku sendiri, tiba-tiba kakek melangkah pergi menuju pintu.
"Kek, biarkan saja, itu saudara tetangga ku, hehe" aku berucap asal sembari menghadang jalan nya.
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa itu saudaranya?" tanya nya heran
"Aaaaa.... karena, kemarin dia mengenalkan nya kepada ku"
'Pliss percaya dong, percaya! ini belum saatnya kalian bertemu, aduhhh' aku membatin sembari memejamkan mata.
"Tuan..."
"Flo?"
Mataku terbuka lebar dan reflek tubuh ku berbalik, menghadap Devan yang telah tampil di depan wajah ku dengan raut wajah bingung dan penuh tanda tanya.
"Flowie? begini kah caramu menyembunyikan ini semua dari ku?!"
Jeenggg jengggg....
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!