Little Husband, Fierce Teacher Mother

Little Husband, Fierce Teacher Mother
LHFTM- Kebersamaan



Aku terbangun tatkala mendengar suara adzan subuh. Aku mengucek mataku dan segera bangkit untuk mencuci muka dan menyikat gigi.


Setelah selesai, aku terduduk di atas kasur. Sudah sangat lama aku meninggalkan kewajiban ku sebagai seorang muslim.


Hari ini juga hari terakhir ku datang bulan, seperti nya aku harus kembali untuk memperbaiki diri.


Aku mulai membersihkan diri ku dan segera mandi wajib, kemudian mulai menunaikan ibadah sholat subuh.


Sepertinya aku harus lebih produktif dan rajin. Aku tidak boleh malas, di dunia ini aku akan berdiri sendiri. Aku juga ingin mempersiapkan diri agar layak menjadi seorang istri.


Setelah menunaikan sholat subuh, aku membuka sebentar handphone ku untuk sekedar mengecek keadaan. Tetapi nihil, tidak ada kabar apapun.


Aku bangkit, kemudian mulai ke dapur untuk membuat sarapan. Hari masih menunjukkan pukul 05:17, masih banyak waktu untuk diri ku bersiap-siap.


Hari ini aku ingin membuat masakan yang sedikit membutuhkan waktu dan tenaga. Aku mulai memotong motong bawang dan juga mengiris beberapa buah cabai.


Pagi ini aku sangat ingin sarapan dengan menu yang sedikit berat, seperti nasi goreng mungkin? Ya tentu saja, nasi goreng cukup simpel meskipun cukup menguras waktu.


Aku mulai menumis bawang sembari membersihkan udang untuk bahan campuran nasi goreng. Tak lupa ku siapkan beberapa butir telur.


Di tengah kegiatan ku memasak, tiba-tiba sebuah pesan dari seseorang masuk dan sedikit mengalihkan fokus ku.


Devan : Pagi Flo, apakah kau sudah bangun?


Aku hanya melirik sedikit, kemudian melanjutkan aktivitas ku membuat sarapan. Kemudian mulai mempercepat proses nya agar segera selesai.


Me? : Sudah bangun, aku sedang membuat sarapan nasi goreng


Aku membalas pesannya di sela-sela kegiatan ku, aku tidak ingin membuatnya kecewa, setidaknya aku telah berusaha untuk lebih perhatian.


Devan : Pasti enak, nanti aku jemput ya, kita berangkat bareng. Sekalian mau makan masakan kamu, udah lama ga makan jadi kangen.


Aku tersenyum melihat pesan miliknya, kemudian mulai menata sarapan ku di meja. Aku pergi untuk mandi dan mulai bersiap-siap.


Setelah nya aku mulai menunggu Devan di ruang tamu, seharusnya sebentar lagi ia sampai. Dan benar saja, suara klakson mobil khas miliknya langsung terdengar dari luar.


Aku keluar kemudian menyapa dan menyambut nya untuk masuk.


"Eh Flowie, pacarnya ya? masih pagi udah datang aja" ucap salah satu ibu komplek yang aku lupa siapa namanya


"Iya bu hehe, ayo bu mampir" ucapku sekedar berbasa-basi.


"Ga usah Flo, ini mau buat sarapan. Duluan ya" ucapnya pamit lalu pergi setelah berbelanja sayur di tukang sayur keliling.


Sebenarnya banyak ibu-ibu yang ada di sana, tetapi yang aku kenal hanya ibu itu saja di antara mereka. Yang lainnya hanya diam, tersenyum atau bahkan tidak melihat ku sama sekali.


Aku kemudian membawa Devan untuk masuk ke dalam rumah, dan segera mengajak nya untuk sarapan.


"Nih, di makan ya. Semoga suka"


"Pasti" jawab nya tersenyum kemudian mulai menyendok mulutnya dengan nasi goreng buatan ku.


"Ini ada udangnya?" tanya nya sembari mengunyah perlahan masakan ku


"Tidak, aku suka. Ternyata kamu masih ingat tentang ku"


'Aku memang selalu mengingat mu Devan, tak pernah sekalipun aku melupakan tentang kamu'


Aku membatin sembari tersenyum. Dengan cepat Devan menghabiskan makanannya dan menunggu ku untuk menghabiskan makanan ku.


"Kamu sekarang kerja dimana?" tanya ku di sela-sela menikmati makanan.


"Di Perusahaan Aditama Groups, perusahaan keluarga ku. Lebih tepatnya perusahaan Kakek yang di turunkan ke ayah kemudian diri ku" jawab nya panjang lebar.


Aku hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti. Aditama Groups? bukankah itu perusahaan properti yang cukup besar.


Beradu dengan pikiran ku sendiri, aku memilih untuk diam tidak bertanya, aku tidak menyangka bahwa perusahaan ternama itu milik pria di depan ku ini.


Setelah membereskan piring kotor dan mewadahi sisa nasi goreng untuk Mita, aku dan Devan mulai berangkat bersama untuk bekerja.


Tidak ada percakapan selama perjalanan. Aku hanya diam melihat pemandangan kota dari balik kaca mobil.


"Tisu nya kak" seorang bocah tiba-tiba menghampiri ku kemudian menawarkan sekotak tisu di lampu merah


"Iya, beli 1 ya" aku menyerahkan selembar uang kertas.


"Kak, belum ada kembaliannya" ucapnya bingung, gadis kecil yang malang, batinku.


"Ambil aja ya, rajin belajar ya biar jadi orang hebat dan pintar. Semangat!"


"Terimakasih banyak kak!" ujarnya terharu kemudian segera menepi karena lampu merah telah berganti menjadi hijau


"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya ku melihat ekspresi serta senyum yang ada di wajah Devan.


"Tidak" ucapnya mengelak


Sesampainya di sekolah


"Makasih tumpangan nya"


"Ga perlu sungkan, nih biar kamu semangat kerja" ucapnya tersenyum sembari memberikan sebuah kantong yang berisi berbagai macam jenis coklat.


"Ini terlalu banyak Van!"


"Ambillah, bagikan dengan temanmu"


Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk dan melambaikan tangan ketika mobilnya mulai menjauh dari tempatku berdiri.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!