KING GULF

KING GULF
Chapter 54



Gulf melanjutkan langkahnya, begitupun orang di belakangnya juga mengikutinya. Langkah Gulf semakin cepat dan ia membawa orang itu ke pepohonan yang cukup rimbun. Hingga orang yang mengikutinya pun kehilangan jejak Gulf.


"Sial! Kemana dia?" Orang itu tampak mengedarkan pandangannya ke segala arah namun tidak dapat menemukan keberadaan Gulf.


"Kau mencariku?" Orang itu terkejut dan langsung melihat Gulf yang ada si atas pohon.


"Siapa kau? Kau bisa melihatku? Kau seorang pemburu, benar?" Bukannya menjawab, orang itu langsung menyerang Gulf dengan sebuah panah namun dengan mudah Gulf bisa menghindarinya.


...****************...


Gulf masih menghindari serangan-serangan yang dilayangkan orang itu, ia bisa melihat kemarahan dimatanya. Apakah seperti ini seorang pemburu yang mencoba membunuhnya?


Cukup dengan memberinya kesempatan, berapa kali pun Gulf bertanya, orang itu tak menjawabnya. Dengan cepat Gulf mendekatinya dan dalam sekejap mata Gulf sudah berada dihadapannya. Orang itu terkejut dan bersiap untuk mengeluarkan pedangnya namun dengan cepat Gulf melempar pedangnya dan mencengkram lehernya kuat.


"Kau hanya membuang waktuku. Kau yakin tidak ingin menjawab pertanyaanku?" Orang itu menatapnya dengan penuh kebencian.


"Makhluk terkutuk sepertimu harusnya mati!" Teriak orang itu yang mengundang tawa dari Gulf.


"Kau hanya seseorang yang penuh dengan omong kosong. Jadi matilah" Gulf menambah kekuatan di cengkramannya hingga orang itu tak bisa bernafas dan mati.


...****************...


Brukk!


Gulf melempar mayat orang yang ia bunuh di lantai kamar Mew. Ia melihat Mew yang sudah tertidur, Gulf pun mendekatinya.


"Phi bangun!" Mew menggeliat ketika Gulf mengguncang pelan tubuhnya. Matanya mulai sedikit terbuka, ia melihat seseorang yang baru saja membangunkannya. Sedikit tidak percaya melihat kini kekasihnya ada di kamarnya.


"Gulf? Kau datang?" Mew langsung bangun. Tentu saja ia senang, akhirnya Gulf mengunjunginya lagi.


"Kemarilah" Mew menarik tangan Gulf yang langsung dilepaskannya.


"Jangan bercanda lagi phi. Kau kenal dengannya?" Gulf menunjuk mayat itu dan itu membuat Mew terkejut. Sejak kapan ada orang lain dikamarnya?


"Apa dia mati? Kau yang membunuhnya?" Mew mendekati mayat itu.


"Dia mengikutiku dan saat aku mengetahuinya dia mencoba menyerangku. Dia seorang pemburu" Mew manatap Gulf sedikit tidak percaya.


"Pemburu vampir? Benarkah? Bagaimana denganmu? Kau tidak apa-apa?" Mew segera memeriksa tubuh Gulf yang mungkin terdapat luka setelah berhadapan dengan seorang pemburu.


"Tentu saja aku baik-baik saja. Aku menghilangkan keberadaanku dan dia masih bisa melihatku. Bukankah itu artinya dia seorang pemburu?"


"Ya. Tapi aku mengenal semua pemburu di mansion ini dan tidak pernah melihatnya"


"Kau yakin?" Mew menatap Gulf yang tengah menatapnya.


"Kau tidak mempercayaiku?" Gulf mengalihkan pandangannya.


"Tidak. Urus dia, aku harus kembali" Bagi Gulf mungkin itu hal kecil, ia terlalu malas untuk mencari tahu lebih sehingga menyerahkan masalah ini pada Mew. Belum sempat mencegahnya, Mew sudah kehilangan Gulf. Ia pun hanya menghela nafasnya menatap mayat dihadapannya. Sebenarnya siapa dia?


Mew menggeledah tubuhnya berharap mendapat sedikit petunjuk tentang orang itu. Ia merogoh sakunya dan tidak menemukan hal yang aneh. Hanya menemukan barang-barang yang biasa dipakai seorang pemburu hingga Mew menemukan sebuah lencana. Ia melihat simbol di lencana itu. Sebuah pedang yang menancap tubuh seekor kelelawar. Tampak tak asing, namun ia tidak ingat dimana ia pernah melihatnya.


...****************...


Mile duduk di meja makan bersiap untuk sarapan paginya. Biasanya ia sarapan bersamaan dengan yang lainnya, namun kali ini ia sedikit terlambat sehingga melakukannya sendiri. Tak lama kemudian Mew mendatanginya.


"Mew kau baru bangun?"


"Hmm" Mile merasa suasana hati Mew kali ini sedang tidak baik. Bahkan dia hanya meresponnya dengan jawaban singkat.


"Ada apa denganmu? Kau tampak lesu. Kau sakit?"


"Phi apa selain kita, ada pemburu lainnya?" Mile sedikit tersentak, namun ia tidak ingin Mew melihatnya. Kenapa tiba-tiba Mew menanyakan hal itu?


"Aku tidak tahu, tapi mungkin saja ada" Jawaban yang tidak membenarkan atau disalahkan, Mile menjawab seadanya. Ia penasaran kenapa Mew tiba-tiba menanyakan tentang itu. Mew melihat gelagat Mile yang mencurigakan.


"Lalu apa kau tahu tentang ini?" Mew menunjukan sebuah lencana yang langsung di ambil oleh Mile.


"Darimana kau dapat ini?!" Tanya Mile dengan nada yang cukup tinggi, tanpa ia sadari pertanyaan itu membuat Mew mencurigainya.


"Jadi kau tahu? Apa itu?" Mile tahu jika lencana ini milik para pemburu dari pusat. Bagaimana bisa ada ditangannya?


"Mew katakan padaku darimana kau mendapatkan ini?"


"Aku mengambilnya dari orang mati yang di bawa oleh Gulf"


"Gulf?"


"Dia membunuhnya karena orang itu mengikutinya dan juga menyerangnya" Mile terdiam, dia tidak mengerti kenapa orang-orang itu mengincar Gulf. Apa berita tentang Gulf sudah sampai?


"Phi katakan siapa dia? Dia mencoba mencelakai Gulf!" Mew mulai kesal karena Mile masih bungkam. Ia berpikir bagaimana cara menjelaskannya.


"Kau tidak perlu tahu. Gulf adalah vampir yang kuat, jadi jangan terlalu khawatir. Aku masih harus bekerja" Mile berdiri tanpa memberikan jawaban.


"Phi katakan padaku! Apa ini ada hubungannya dengan orang di foto yang aku temukan?" Langkah Mile terhenti. Sudah ia duga jika Mew yang melihat foto itu. Seharusnya Mew tidak pernah tahu tentang hal itu, mengingat mereka juga akan mengincar Mew saat tahu ia melatihnya. Harusnya ia tidak menjadikan Mew seorang pemburu. Mile mengepalkan tangannya erat.


...****************...


Bright menghampiri Gulf dengan membawa sebuah kuda. Hari ini Gulf akan mengunjungi kamp para prajurit. Gulf melirik Bright yang hanya terdiam, bahkan sekarang dia hanya berbicara seperlunya, tidak seperti dulu yang selalu cerewet padanya. Mereka pun segera berangkat.


...****************...


Tak lama rombongan Gulf pun datang yang langsung disambut oleh beberapa jenderal. Gulf berkumpul bersama para jenderal di kerajaannya.


"Yang mulia beberapa kerajaan sudah mulai mengawasi kerajaan kita dari kejauhan. Aku berjaga di perbatasan selatan, dan kadang orang-orangku melihat beberapa orang mengawasi. Kami tidak sempat menangkap mereka. Saat kita dekati, orang itu sudah tidak ada ditempatnya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun"


"Mungkinkah orang-orang selatan mulai ingin menjatuhkan kerajaan kita?"


"Tapi perjanjian kita dengan kerajaan Ratanaporn sudah resmi tertulis sejak dulu"


"Yang mulia, aku rasa sebaiknya kita membuat tim untuk melakukan penyerangan" Gulf melihat peta yang tergelar diatas meja.


"Bagaimana dengan perbatasan lainnya?"


"Dari perbatasan timur, kami tidak menemukan hal yang mencurigakan"


"Dari perbatasan utara juga tidak ada"


"Di perbatasan barat aku sempat melihat seseorang. Entah itu hanya orang yang tengah berkelana atau bukan. Aku melihatnya menatap benteng pertahanan kami. Cukup lama, hingga aku menyuruh bawahanku menghampirinya. Tapi saat itu, dia sudah pergi. Hanya satu hari itu saja dan tidak ada lagi yang mencurigakan"


"Aku tidak akan membuat sebuah tim untuk menyerang, tapi aku ingin kalian mengirim dua orang dari masing-masing untuk pergi ke kerajaan terdekat. Kalian lihat situasi disana. Jangan menyerang dan awasi mereka" Seperti yang dikhawatirkan Apo. Gulf tahu cepat atau lambat kerajaan lain akan menyerangnya setelah mengetahui dirinya seorang vampir. Baginya hal yang mudah jika hanya melawan manusia. Ia tidak akan takut berapa banyak pun kerajaan yang menyerang.


...****************...


Selesai berdiskusi, Gulf langsung menuju istana dan mengurung diri di ruangannya. Bright di perintah untuk berjaga di depan pintu ruangannya dan tidak mengizinkannya kemanapun. Gulf menghela nafasnya, ia mengeluarkan sebuah kotak panjang berisi pedang sucinya yang patah. Bagaimana ia harus menangani ini?


"Bright masuk!" Tak lama kemudian Bright masuk ke ruanganya. Bright melirik pedang yang ada di meja kerja Gulf.


"Bright menurutmu bagaimana? Kau tahu kan daerah selatan" Bright mengangguk.


"Mungkin aku bisa mengatakan jika pasukan selatan yang paling kuat di antara yang lainnya. Aku rasa tugas untuk menyelidiki kerajaan itu, aku percaya pada jenderal Nodt"


"Jenderal Nodt? Oh kau benar. Kalau begitu kau kirim dia"


"Aku?"


"Ya, ku dengar kau dekat dengannya" Bright tidak mengerti, kenapa semua orang beranggapan ia dekat dengan Nodt. Padahal Nodt sering kali tak mempedulikannya dan juga selalu menampilkan tatapan benci padanya.


"Aku tidak sedekat itu dengannya"


"Aw, apa aku yang salah dengar? Tak apa, kau pergilah temui dia dan segera kembali"


"Yang mulia, pedangmu..."


"Kenapa?" Gulf menatapnya, berharap sekarang mungkin ia akan bicara terus terang padanya.


"Tidak ada. Aku akan segera menemui jenderal Nodt" Bright pun memberi hormat sebelum pergi.


...****************...


Mew melihat Win yang tengah berlatih, ia berlarian melewati bebatuan dan pohon-pohon besar. Dengan kemampuan dan fisik yang dimilikinya, Win sangat cepat belajar dan memahami semua yang dia ajarkan padanya. Ia sangat berharap suatu hari nanti, Win bisa menjaga Gulf dan kerajaannya. Tak lama Boat menghampirinya.


"Phi, apa kau melihat p'Mile?"


"Sejak tadi aku disini. Dia tidak ada disini? Bukankah seharusnya dia ada di ruangannya?"


"Tidak ada. Aku sudah mencarinya dan dia tidak ada dimanapun. Hah sebenarnya dia pergi kemana?" Mew menepuk pundak Boat.


"Kau gantikan aku disini. Biar aku yang mencarinya"


"Apa? Tunggu phi!" Mew tak menghiraukan panggilan Boat dan segera pergi menuju mansion.


...****************...


Mew memasuki ruangan Mile. Entah pergi kemana Mile, namun itu keberuntungan untuknya. Ia harus mencari sesuatu di ruangan Mile.


Mew mencari sebuah buku yang saat itu ia lihat bersama foto yang ada di dalamnya.


"Dimana buku itu?" Mew mencari ke setiap sudut ruangan dan tak menemukannya. Hingga suara langkah kaki cepat mengalihkan perhatiannya. Mew meyakini jika itu adalah Mile, ia pun segera mencari tempat untuk bersembunyi.


Brak!


Mile membuka pintu ruangannya dengan kasar.


"Sial! Sebenarnya kemana mereka!" Mew terdiam di tempat persembunyiannya mendengarkan Mile yang tengah menggerutu kesal.


"Apa mereka mencarinya? Tidak bisa, rencanaku akan gagal jika mereka mendapatkannya" Mile duduk bersandar di sofanya, mencoba menenangkan pikirannya hingga sesuatu terlintas dipikirannya dan ia pun segera keluar. Mew tampak terdiam. Ia tidak mengerti apa yang tengah dibicarakan Mile. Rencana apa yang dia maksud? Siapa yang dia maksud? Apa Gulf? Mew dengan cepat pergi untuk segera menemui Gulf.