
Tempat yang seharusnya dijadikan tempat untuk menghukum mati Mew, kini menjadi sangat riuh dengan orang-orang yang berteriak ketakutan dan juga bertarung. Dari tempat duduknya, Gulf memperhatikan vampir-vampir itu menyerang orang-orang. Juga yang menarik perhatiannya kini adalah Mew yang hanya berdiam diri melihat tuan Pond yang tengah menahan seorang vampir yang ingin menyerangnya.
"Cukup!" Teriak Gulf yang membuat semua vampir terdiam. Gulf mengendalikan vampir-vampir itu untuk pergi menjauhkan diri dari orang-orang. Semua tatapan langsung tertuju pada Gulf yang terlihat sangat santai.
"Yang mulia, siapa mereka? Kenapa mata mereka merah" Tanya tuan Pan yang sedikit panik.
"Kau bisa tanyakan pada mereka. Aku rasa mereka sangat tahu siapa yang menyerang kalian" Gulf melirik beberapa petinggi yang merupakan orang-orang yang mendukung Weir.
Orang-orang yang tidak tahu mendesak mereka untuk bicara namun mereka sampai saat ini masih bungkam. Hingga seorang vampir mendekati mereka, dan membuatnya ketakutan.
"Apa kalian tidak ingin bicara? Aku bisa membuat mereka kembali menyerang kalian. Itu mau kalian?"
"Yang mulia, apa maksudnya ini? Kau yang mengirim mereka kesini untuk menyerang kami?" Mereka sedikit panik, bagaimana bisa rajanya itu juga berurusan dengan vampir.
"Baiklah aku yang akan menjelaskannya. Mereka bukan manusia melainkan seorang vampir. Kalian pasti pernah mendengarnya di dalam sebuah dongeng. Tapi vampir itu nyata mereka meminum darah manusia. Kebanyakan kasus-kasus terbunuhnya orang-orang adalah karena ulah mereka. Untuk itu aku meminta bantuan para pemburu. Mereka bukan hanya pemburu binatang, tapi mereka adalah pemburu vampir. Mereka sangat tahu mengenai mereka, jika kalian membunuh tuan Mew, kemungkinan para pemburu lain tidak akan membantu kerajaan kita lagi. Selama ini, tanpa bayaran mereka dengan sukarela membantu kerajaan kita membunuh vampir-vampir yang berkeliaran. Jadi bagaimana keputusan kalian?" Semua orang terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Yang mulia, aku merasa hukuman mati terlalu berlebihan untuk tuan Mew karena dia tidak menyebabkan luka padamu"
"Yang mulia semua orang menghormatimu, jadi sekecil apapun kesalahannya terhadapmu masih dianggap kesalahan besar. Kita harus tetap menghukumnya"
"Hey pak tua! Kau ingin membunuhnya? Aku akan mengirim vampir-vampir ini padamu!" Teriak Khom yang kesal.
"Aku mempunyai pengawal yang handal mereka bisa melindungiku"
"Dasar bodoh! Kau pikir manusia biasa seperti kalian bisa menanganinya?!" Tuan Pond yang berdebat pun bungkam.
"Tuan Mew maafkan kesalahan kami. Jangan salahkan yang mulia raja, karena salah kami kau dimasukan ke penjara. Semoga kita bisa terus bekerja sama seterusnya"
"Tidak apa-apa. Aku mengerti" Mew menatap Gulf yang memperhatikannya. Jadi ini rencana untuk membebaskanku? Tapi darimana vampir-vampir itu datang?
"Yang mulia, boleh aku bertanya padamu? Sepertinya vampir-vampir itu menurutimu" Pertanyaan yang telah mengganggu semua orang akhirnya terdengar.
"Karena aku juga seorang vampir dan aku bisa mengendalikan mereka" Semua orang terkejut termasuk Mew dan Bright. Mereka khawatir dengan pernyataannya itu membuat semua orang kembali meragukannya.
"Tidak mungkin. Yang mulia kau...." Semua orang tampak ketakutan.
"Aku juga manusia. Tidak semua manusia itu baik begitu pun dengan vampir, tidak semua vampir jahat membunuh manusia demi meminum darah mereka" Gulf memperhatikan semua orang. Tidak ada reaksi, membuatnya khawatir. Keputusan yang sangat beresiko ketika ia ingin mengaku pada semua orang dan kini ia lihat tubuh orang-orang itu bergetar ketakutan.
Huh! Aku memang tidak akan pernah diterima disini. Kenapa aku berharap mereka dengan mudah menerimaku, seperti orang bodoh!
Gulf tersenyum, namun hatinya terasa sangat sakit sekarang melihat reaksi orang-orang.
"Kenapa kalian diam? Kalian takut padaku?"
"Tidak yang mulia. Mungkin sebagian dari kami masih perlu waktu untuk menerimanya tapi aku yakin semua orang akan menerimanya. Walaupun begitu, kau juga sudah melakukan segalanya untuk kami. Kami tidak akan melupakan itu"
"Aku mengerti jika kalian belum bisa menerimanya, tapi aku ingin kalian semua tahu tentangku. Untuk lebih lengkapnya aku akan menyebar pernyataan resmi tentangku. Kalian akan tahu detailnya nanti" Gulf sangat tahu jadinya akan begini. Mereka yang percaya padanya pun akan mulai meragukannya. Tapi ia kini tengah berusaha terbuka untuk semua orang sekarang.
"Baiklah. Aku rasa tidak ada lagi yang harus dibahas kecuali kalian, aku ingin berbicara dengan kalian. Temui aku di ruanganku" Gulf menatap kerumunan petinggi pendukung Weir dan segera beranjak dari kursinya. Bright sedikit tidak mengerti, lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?
"Yang mulia vampir-vampir itu..." Seketika vampir-vampir itu saling menyerang dan membunuh. Tentu saja Gulf yang mengendalikannya. Bright sedikit meringis melihat vampir-vampir itu saling membunuh.
"Bereskan semuanya!" Perintah Gulf pada Bright setelah dirasa semua vampir telah mati. Mew menatap kepergian Gulf dari kejauhan, ia ingin menemuinya tapi sekarang Gulf masih harus berurusan dengan orang-orang itu.
...****************...
Suasana ruangan Gulf tampak begitu tegang.
"Langsung saja. Aku sudah tahu tentang kalian yang mendukung Weir. Jadi aku ingin tahu dimana dia sekarang?"
"Yang mulia kami sungguh tidak tahu dia dimana sekarang"
"Tidak tahu? Baiklah kalau begitu aku ganti pertanyaannya. Apa yang kalian lakukan di toko Fash beberapa hari yang lalu?"
"Toko Fash? Yang mulia kami tidak mengerti apa-"
Brakk!!!
Gulf menggebrak mejanya hingga semuanya terdiam. Kesabarannya sudah habis. Gulf mengepalkan tangannya erat dan ia pun memejamkan matanya mencoba untuk menenangkan emosinya.
"Kalian pikir aku bodoh?! Aku melihat kalian memasuki tempat itu" Seseorang tiba-tiba berlutut membuat yang lainnya terkejut.
"Yang mulia di toko itu terdapat ruang rahasia. Kami biasanya bertemu dengan tuan Weir disana. Aku mohon jangan salahkan kami. Kami dipaksa. Jika tidak, tuan Weir akan menggunakan vampir-vampirnya untuk membunuh kami" Tuan Kla yang sudah tidak tahan pun mengungkapkan semuanya. Yang lain ingin menyangkalnya tapi dalam hati kecil mereka, tindakan tuan Kla adalah benar.
"Bahkan dia menyuruh vampirnya itu untuk membunuh tuan Nat. Kami hanya bisa menurutinya. Maafkan kami yang mulia. Kami pantas dihukum" Tuan Kla bersujud di depan Gulf sembari terus meminta maaf. Yang lainnya pun tidak bisa berkata apa-apa lagi jika sudah ada yang membocorkannya dan mereka ikut bersujud memberi Gulf hormat.
"Yang mulia maafkan kami. Kami melakukannya hanya untuk melindungi diri dan keluarga kami"
"Baiklah aku akan memaafkan kalian tapi aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku" Semua orang saling bertatapan penasaran dengan apa yang akan direncanakan rajanya itu.
...****************...
Gulf berjalan menuju ke kamarnya, namun dari kejauhan ia melihat Mew yang berjalan mendekatinya. Entah kenapa ia jadi gugup dan ia pun mengubah arah dan berbelok ke arah lain. Mew yang melihatnya pun mempercepat jalannya untuk segera mengejar Gulf.
Tidak beruntung untuk Gulf karena ia malah menuju kerumunan para petinggi yang masih berada di istana.
"Sial! Kenapa mereka masih disini?" Ia pun berbalik namun Mew sudah dibelakangnya membuatnya terkejut.
"Kenapa kau menghindariku?"
"Aku? Tidak... Kenapa aku harus menghindarimu. Aku harus kembali ke kamarku dulu phi" Mew menahan tangannya dan langsung menariknya pergi.
...****************...
Mew membawanya masuk ke kamar Gulf dan langsung menghimpitnya di dinding.
"Phi aku tahu aku salah tidak memberitahumu. Tapi ini juga demi kelancaran semuanya oke"
"Kau tahu? Seberapa terkejutnya aku ketika kau ingin membunuhku?"
"Maafkan aku phi" Gulf tampak terdiam. Mew menatapnya bagaimana bisa orang dihadapannya ini membuat perasaannya tak karuan seperti ini.
"Kau berhutang padaku karena kau sudah menipuku"
"Oh ayolah phi, aku melakukannya untukmu juga" Mew tidak menjawab dan hanya menatapnya.
"Baiklah baiklah. Kau bisa meminta apapun yang kau inginkan"
"Benarkah?" Mew tampak langsung bersemangat sekarang membuat Gulf meragukan keputusannya.
"Eu... Ya... Menyingkirlah dulu"
"Kalau begitu aku ingin kau menjadi kekasihku"
"Hah?" Gulf sangat terkejut. Terasa sangat tiba-tiba untuk sebuah pengakuan. Walaupun ia sudah tahu jika Mew menyukainya.
"Kenapa kau terkejut?" Gulf tidak pernah memikirkan tentang ini. Selama ini ia hanya memikirkan tentang rakyatnya dan juga ia terlalu menutup diri untuk melakukan hubungan dengan seseorang. Bahkan saat ayahnya masih ada pun, sudah beberapa keluarga yang mencoba mengenalkan Gulf dengan putri mereka tapi Gulf tidak pernah menanggapi. Hingga akhirnya tidak ada lagi yang datang setelah ia menjadi raja. Tapi apa yang harus dia lakukan sekarang? Kenapa sangat sulit untuk berkata tidak padanya?
"Phi aku tidak-" Gulf tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena bibir Mew membungkamnya. Gulf berniat mendorongnya tapi Mew memegang tangannya erat membuatnya kembali terdiam. Mew memeluk pinggang Gulf dan sedikit menghisap lembut bibirnya.
...****************...
Setelah beberapa saat Mew melepaskan ciumannya.
"Sekarang kau kekasihku" Ucap Mew dengan senyuman yang menurut Gulf sedikit mengesalkan. Gulf mendorongnya, wajahnya menjadi merah sekarang.
"Kau- benar-benar! Aku bukan-"
"Oh apa yang kau katakan?" Mew memotong perkataannya dan kembali bersiap untuk mencium Gulf dengan sedikit menarik dagunya hingga akhirnya ia pun bungkam.
"Baiklah terserah. Menyingkir dariku" Entah ini keputusan yang benar atau tidak. Lebih baik menyelamatkan diri dulu sebelum kau dihabisi olehnya.
"Gulf"
"Apalagi?" Sebuah pedang terlempar kearahnya yang langsung ditangkap oleh Gulf.
"Terimakasih. Kau tidak hanya menolongku keluar tapi membersihkan nama baikku"
"Bukan hal besar. Sudah seharusnya aku melakukan itu, lagipula kau sudah membantu kerajaanku" Mew mengangguk mengerti.
"Jadi darimana vampir-vampir itu datang?"
"Semalaman aku berburu didalam hutan dan menangkap mereka. Aku sendiri tidak menyangkan akan mendapatkan vampir liar sebanyak itu" Mew duduk disamping Gulf kembali memeluk pinggangnya dan sesekali mencium bahunya. Suasananya hatinya sangat baik sekarang.
"Phi lepaskan tanganmu"
"Tidak" Gulf pun hanya membiarkannya.
"Gulf"
"Hmm?"
"Apa tidak apa-apa kau memberitahu mereka tentang kau yang seorang vampir?"
"Tidak. Aku tahu nanti mungkin akan ada orang-orang yang mendesakku untuk turun tahta, tapi itu lebih baik. Mendapatkan lebih banyak masalah sekarang dan sekaligus menyelesaikannya" Mew dibuat melongo dengan pemikiran Gulf.
"Kau siap menghadapinya?"
"Aku bukan Gulf yang dulu selalu menghindari masalah. Sekarang aku yang mencari masalah" Mew tertawa dan langsung mencium pipinya, ia gemas dengan kata-katanya.
Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian keduanya.
"Lepaskan aku atau Bright akan melihatnya"
"Masuk!" Teriak Mew tanpa melepaskan pelukannya. Bright masuk dengan canggung setelah lagi-lagi pemandangan yang membuatnya terkejut. Ia penasaran apa rajanya itu memiliki hubungan dengan Mew?
Gulf tidak menatap Bright, ia sedikit malu untuk menampilkan wajahnya.
"Ada apa?"
"Eu.... Makan malam sudah siap yang mulia" Gulf hanya mengangguk dan menyuruhnya untuk segera pergi. Mew menahan tawanya, ia senang Gulf tidak lagi mendorongnya saat ada Bright yang melihatnya.