KING GULF

KING GULF
Chapter 21



Mile memacu kudanya dengan cepat. Ia berencana pergi ke suatu tempat tapi karena ia mendapat informasi jika Mew kembali ke mansion, ia pun mengurungkan niatnya dan segera putar balik. Mile sampai di mansionnya. Akhirnya ia melihat Mew kembali setelah terakhir datang bersama Gulf.


"Kau darimana phi?"


"Aku hanya berkeliling untuk mencari Gulf. Bagaimana? Apa yang terjadi?"


"Phi ayo kita bicara" Ucap Mew. Mile hanya menurutinya dan mengikuti Mew dari belakang.


...****************...


Keduanya sampai di tempat rahasia di mansion itu. Mile jarang melihat Mew membawanya ke tempat rahasia yang hanya diketahui oleh keduanya.


"Phi kau bisa menyembunyikan ini?" Tanya Mew.


"Apa ini?"


"Pedang suci milik Gulf. Kondisi istananya sedang kacau karena dia menghilang. Seseorang mempercayakan pedang ini padaku" Mile mengangguk dan mengambil pedang itu, tentu saja dengan beberapa mantra sehingga pedang itu tidak bisa ditemukan.


"Aku sudah menyembunyikannya. Jadi bisa kau ceritakan apa yang terjadi. Kau hanya mengirim jenderal Bright kesini" Mew terdiam dan ia pun mengangguk. Mile duduk di sebuah sofa sedangkan Mew berjalan kesana kemari tak bisa diam.


"Gulf kehilangan kendali setelah memegang pedang Mick dan sekarang aku tidak tahu dia dimana. Terlalu cepat untukku mengejarnya"


"Benarkah? Kalau begitu... Bagaimana dengan orang-orang disana?" Langkah Mew terhenti, ia memang tidak bisa menyembunyikan apapun darinya.


"Phi aku tahu tugas seorang pemburu adalah memusnahkan vampir yang menyakiti manusia. Tapi... Gulf hanya dikendalikan, dia tidak berniat membunuh mereka" Ucap Mew tanpa melihat Mile. Dari penjelasan Mew, Mile bisa mengerti jika pasti terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Gulf.


"Aku mengerti. Kau tidak perlu khawatir" Mew cukup terkejut dengan jawaban Mile. Biasanya ia tidak akan menerima alasan apapun untuk seorang vampir. Mew berbalik menatap Mile.


"Phi... Kau..."


"Sudah jangan dipikirkan. Kita tidak akan membunuhnya dan fokuslah untuk mencarinya" Ucap Mile menepuk pundak Mew.


"Aku tidak menyangka akan seperti ini. Aku yang menyuruhnya untuk membawa pedang itu" Lanjutnya, ia pun terdiam.


"Bukan salahmu phi. Aku juga seharusnya mencegahnya ketika pedang itulah yang sebelumnya membuat ia terluka. Apalagi kondisinya yang terkena kutukan" Mile menatap Mew.


"Bagaimana kau tahu?"


"Tentu saja aku mendengar pembicaraan kalian. Aku tidak bisa hanya diam saja jika soal dia" Mile tersenyum.


"Kau menyukainya?"


"Bukankah itu sudah sangat jelas?" Ucap Mew. Mile tersenyum sedikit canggung, kini ada rasa kekhawatiran di dalam dirinya.


"Baiklah baiklah. Aku juga menyebar beberapa orang hingga ke kerajaan lain untuk mencarinya. Dan juga, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu" Mew menatap Mile dengan serius.


"Boat saat itu sedang berada di salah satu desa yang terdampak penyakit itu, dari kejauhan ia tidak sengaja melihat beberapa prajurit yang membawa paksa orang-orang. Aku rasa orang-orang yang menghilang itu karena diculik, bukan karena ulah vampir"


"Benarkah? Jika itu prajurit, bukankah orang dari istana yang menyuruh mereka?"


"Ya kau benar. Aku sendiri tidak tahu untuk apa mereka membawa orang-orang itu"


"Hari ini Bright pun di bawa paksa oleh orang-orang dari istana. Aku mengkhawatirkannya, aku rasa dia dibawa karena pedang ini. Karena semua orang tahu, dia yang sangat dekat dengan Gulf" Mile terdiam.


"Phi apa yang harus kita lakukan untuk membantunya?"


"Kita tidak bisa ikut campur untuk masalah kerajaan mereka"


"Tapi phi, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Bright?"


"Tenanglah dia seorang jenderal yang kuat, dia pasti tahu apa yang harus dilakukannya. Sebaiknya kau selidiki tentang orang-orang yang menghilang itu" Mew pun menghela nafasnya, pikirannya kacau karena Gulf pun belum ia temukan.


"Baiklah. Tapi aku masih harus mencarinya phi"


"Aku tahu. Sebaiknya kau ajak Boat bersamamu. Aku juga akan membantu mencarinya" Mew pun mengangguk dan pergi.


Mile menatap pedang suci milik Gulf. Ia pun mengambilnya untuk mengamati pedang itu dari dekat.


"Ini hanya pedang biasa, tapi kenapa memiliki bau vampir?" Mile pergi dari ruangan itu dengan membawa pedangnya.


...****************...


"Phi kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Boat. Keduanya kini dalam perjalanan menuju istana. Boat tampak khawatir melihat Mew yang sedari tadi dengan tatapan kosongnya. Boat maupun Mew menghentikan kudanya.


"Boat aku..."


"Pergilah. Temui aku di sekitar istana nanti" Ucap Boat, ia mengerti jika Mew ingin mencari Gulf.


"Kau yakin? P'Mile menyuruh kita berdua untuk menyelidiki"


"Aku yakin. Pergilah phi" Mew tersenyum senang ia sangat berterima kasih pada temannya itu. Keduanya pun berpisah.


...****************...


Sementara itu di sebuah penjara bawah tanah yang gelap, kini terdengar teriakan kesakitan dari seseorang.


"Akhhh!! Akhhh!!" Teriak Bright ketika cambuk beberapa kali melayang pada tubuhnya.


"Cepat katakan dimana pedang itu!!" Keringat mengucur di setiap tubuhnya mengenai luka yang membuatnya semakin menahan rasa sakit.


"Harus berapa kali aku bilang jika aku tidak tahu!! Kalaupun aku tahu, aku tidak akan mengatakannya!" Ucap Bright dengan smirknya.


"Dasar keras kepala!! Lanjutkan!"


Plakkk!!


Cambukan terus berlanjut, Bright hanya bisa menahannya.


...****************...


Louis mendatangi penjara diam-diam, tentu saja ia dibantu oleh salah satu penjaga.


"Tuan Bright" Panggilnya pelan. Bright melirik asal suara dan melihat Louis di hadapannya.


"Ini. Pakaikan di lukamu dan yang ini minum untuk penahan rasa sakitnya" Louis memberikan beberapa obat pada Bright. Ia pun menerimanya.


"Apa belum ada informasi keberadaan yang mulia?" Louis tampak lesu dan hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa berlama-lama disini. Nanti aku akan kembali jika ada informasi" Louis pun pergi meninggalkan Bright.


...****************...


Boat sampai di istana, ia mencoba melihat situasinya sebelum bertindak lebih jauh. Boat mengawasi dari atas pepohonan sembari menunggu Mew kembali.


...****************...


Setelah berjam-jam berlalu, Boat mulai terlihat bosan, bahkan ia belum melihat hal yang mencurigakan. Seseorang mengejutkannya, karena tiba-tiba berdiri disampingnya.


"Phi kau membuatku terkejut" Ucap Boat memegang dadanya.


"Bagaimana? Kau menemukan petunjuk?" Mew hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa mungkin orang-orang dari istana yang menyembunyikannya?"


"Tidak. Mereka tidak akan ikut mencari jika Gulf bersama mereka. Bagaimana denganmu?"


"Tidak. Yang aku lihat hanya beberapa kiriman yang terus berdatangan"


"Kiriman apa?"


"Mereka bilang itu beberapa bahan makanan dari pasar" Mew tampak terdiam. Boat dan Mew pun hanya terdiam melihat keadaan di istana yang penuh dengan prajurit yang berjaga.


...****************...


Pete kembali memasuki gua gelap itu, ia melihat Gulf yang masih tak sadarkan diri. Ia pun mendekatinya dan menyuntikan sesuatu padanya.


"Yang mulia bertahanlah" Ucap Pete sebelum ia pergi.


...****************...


Pete menemui Apo yang tengah menatap pedang Mick yang disegelnya.


"Tuan boleh aku tahu sampai kapan dia akan berada disana?"


"Sampai kutukannya menghilang" Pete mengangguk.


"Orang-orang dekatnya saat ini pasti sedang mencarinya. Bisakah aku memberitahu mereka?"


"Pete!!" Panggil Apo yang langsung membuat Pete berdiri dengan tegak.


"Siap tuan!"


"Kau belum puas dengan hukumanmu?" Tanya Apo melirik Pete.


"Tidak tuan. Oh ya aku masih punya urusan lain tuan. Aku permisi" Ucap Pete terburu-buru. Ia tidak ingin mendapat masalah lagi, apalagi kini emosi tuannya itu sedang tidak bagus. Sembari berjalan keluar Pete sesekali melirik kebelakang melihat Apo yang sepertinya tengah mencoba menghancurkan pedang itu, namun terus gagal.


...****************...


Boat berjalan dihutan sekitar kerajaan, tampak sepi ditempat itu. Namun tak lama ia mendengar seseorang berjalan mendekat, dengan cepat Boat pun bersembunyi di balik pepohonan. Boat menatap dua orang yang berjalan melewatinya.


'Mereka vampir? Bagaimana bisa ada vampir disini?' Batinnya. Boat pun mengikuti keduanya diam-diam dan membawanya ke sebuah lubang gua. Kedua vampir itu memasuki gua itu, sementara Boat samar-samar mendengar teriakan banyak orang. Boat melihat sekelilingnya dan memberanikan diri untuk masuk.


...****************...


Sementara itu, Mew kini berada di kamar Gulf melewati jalan rahasia yang pernah ditunjukan oleh Gulf. Ia pun keluar berharap bisa bertemu dengan Bright. Ia berjalan di setiap lorong istana mengendap-endap berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Sebuah pintu besar tampak terbuka sedikit, dan terdengar suara dua orang yang tengah berbincang menarik perhatian Mew. Ia pun mendekatinya dan melihat siapa yang ada di dalam.


Matanya membulat melihat Weir di dalam ruangan itu bersama dengan seorang vampir. Tidak jelas siapa vampir itu karena wajahnya tertutup oleh tudung jubahnya. Mew terdiam, ia tidak menyangka Weir punya koneksi dengan para vampir, dan juga membuat Mew berpikir jika kejadian di desa-desa itu merupakan ulah Weir yang meminta bantuan para vampir.


Terlalu jauh untuk mendengarkan percakapan keduanya, Mew pun memfokuskan untuk berkeliling mencari keberadaan Bright.


Di ruangan yang ditempati Nick dan Weir sekarang, tampak keduanya dalam suasana yang tengah berselisih.


"Tuan aku sudah mengerahkan semua pasukan untuk mencari raja Gulf. Kau bisa menunggu informasinya" Ucap Weir tampak takut.


"Sudah kubilang kau tidak akan bisa menemukannya. Sekarang dia ada ditempat yang tidak bisa dijangkau oleh manusia!! Apa kau bodoh?!!" Ucap Nick mencengkram rahang Weir.


"Tuan ampuni aku. Lalu aku harus bagaimana? Aku akan memberikan lebih banyak darah manusia padamu dan juga anak buahmu" Tidak ada jawaban dari Nick. Ia muak melihat wajah Weir. Ia pun melepaskannya. Weir berlutut di depannya.


"Dasar makhluk rendahan. Sebaiknya cari pemburu-pemburu itu" Ucap Nick sebelum ia meninggalkannya.


...****************...


Beberapa hari berlalu, Mew dan Boat masih memantau disekitaran istana. Kondisi keduanya terlihat begitu kacau karena kurang beristirahat, apalagi Mew yang setiap hari berkeliling berharap dapat menemukan Gulf, namun ia tidak pernah menemukan jejaknya sedikit pun, bahkan orang-orang yang dikirim Mile pun tidak berhasil menemukannya begitu juga dengan orang-orang istana.


...****************...


Di tempat lain First bersama temannya masuk ke dalam penjara. First tersenyum melihat Bright yang sudah terlihat sangat lemah dan juga luka cambuk di seluruh tubuhnya.


"Kau belum mati?" Tanya First.


"Kau memang kuat. Tidak salah kau diangkat sebagai jenderal. Aku tidak menyangka akan melihat seorang jenderal Bright seperti ini" Tidak ada jawaban dari Bright dan ia hanya meliriknya malas.


"Aku kasihan melihatmu. Padahal kau bisa keluar dengan mudah jika kau memberitahu ayahku tentang pedang itu" Teman yang bersamanya hanya menatap Bright.


"Hmm kenapa kau masih bungkam? Apa kau sesetia itu bahkan jika tuanmu melakukan kejahatan?"


"Rajamu itu kini sudah menjadi pembunuh. Semua orang ingin dia segera disingkirkan. Aku rasa kau cukup pintar untuk memilih mana yang jahat dan baik. Jika kau mengatakan dimana pedang itu, maka kau akan diangkat menjadi jenderal disamping ayahku. Sebaiknya kau tinggalkan pembunuh itu" Emosi Bright memuncak dengan cepat ia mengeluarkan tangannya dan menarik kerah First yang membuatnya terbentur dengan jeruji besi penjara. Ia meringis karena pipinya ikut terbentur, teman disampingnya ingin membantu tapi ia sadar jika dia tidak akan mampu.


"Dengar! Rajaku bukan pembunuh!!! Melainkan ayahmu itu yang memberontak dengan menggunakan segala cara yang kotor!! Kau anak kecil kurang ajar!! Kembalilah ke asrama dan jangan ikut campur urusan orang dewasa!!" Tegas Bright melepaskan cengkramannya.


"Kau berani bertindak kasar padaku?! Lihat saja kau akan kembali mendapat cambukan yang lebih menyakitkan. Ayo pergi" Ucap First kesal langsung pergi meninggalkan Bright. Namun temannya yang tampak terkejut melihat kejadian yang baru saja terjadi masih terdiam.


"Tuan kau baik-baik saja?" Bright melirik orang yang tengah mengajaknya berbicara.