KING GULF

KING GULF
Chapter 26



Semua penutup dibuka, Win memegang erat pedangnya bersiap untuk mengeluarkannya. Para penjaga melihat barang-barang itu dan membuka beberapa peti di dalamnya. Jenderal itu pun ikut memeriksa ia menyingkirkan beberapa karung dan matanya langsung menangkap seseorang tengah bersembunyi. Sial bagi Bright yang dapat diketahui jenderal itu, keduanya saling bertatapan. Perlahan Bright mengeluarkan pedangnya, namun ia pun tertutup lagi oleh karung-karung yang sebelumnya menutupinya.


"Baik anda bisa lewat tuan muda" Ucap jenderal itu membuat Bright yang mendengar dari dalam cukup terkejut karena dia bisa selamat walaupun ia ketahuan. Win yang lega pun menyuruh kereta barangnya berjalan.


Semuanya sudah cukup jauh dari gerbang perbatasan. Mew maupun Bright keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kita beruntung tidak ketahuan. Aku tadi sempat khawatir ketika mereka meminta dilakukan pemeriksaan" Ucap Win.


"Yah kita beruntung"


"Tidak. Aku ketahuan" Ucap Bright dengan tatapan kebingungannya.


"Apa?!"


"Jenderal Nodt melihatku tadi, tapi kenapa dia tidak menangkapku?"


"Jangan terlalu dipikirkan. Itu bagus, mungkin saja dia ada dipihak kita" Ucap Mew.


"Bagaimana jika dia melaporkannya?" Tanya Win khawatir.


"Tidak. Untuk seorang jenderal aku rasa jika dia bukan di pihak kita, dia akan langsung menangkapmu" Ucap Mew.


"Emm. Aku rasa aku harus pergi sekarang" Ucap Bright, ia tidak ingin memikirkannya karena ada hal yang lebih penting untuknya. Win pun menyerahkan kudanya dan sebuah kantong besar untuk Bright.


"Perjalanan kesana membutuhkan waktu hampir seminggu, di dalamnya sudah ada makanan dan obat-obatan. Berhati-hatilah" Ucap Win.


"Terimakasih Win"


Bright pun sudah pergi, Mew mengajak Win pergi ke mansion para pemburu.


"Mew bagaimana kau bisa datang kesini? Aku dengar kau menjadi orang yang dicari disana. Bagaimana disana? Gulf sudah ditemukan?" Tanya Mile.


"Ini Win, dia yang menolongku" Mile dan Win berjabat tangan.


"Gulf sudah ditemukan, tapi sekarang dia bersama klan vampir. Dan juga aku datang kesini untuk membawa beberapa orang pemburu. Terlalu banyak vampir disana dan yang memimpin mereka adalah Nick anak dari Mick. Aku harus membuat formasi sihir untuk membunuh mereka" Win hanya terdiam menatap Mew, ia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan. Mile terdiam saat mendengar Gulf sudah ditemukan.


"Kenapa kau tidak membawanya kembali?"


"Tidak sekarang phi. Dia akan berlatih disana, setelah beberapa bulan aku akan membawanya kembali"


"Oh.. Eum.. Baiklah. Aku bersyukur dia sudah ditemukan. Kau bisa membawa mereka. Berhati-hatilah"


"Ayo Win. Kau bisa menanyakannya nanti saat diperjalanan" Ajak Mew, ia tahu dari raut wajah Win yang begitu banyak pertanyaan di kepalanya. Sedangkan Mile masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia membutuhkan Gulf sekarang, tapi jika dipikirkan semakin kuat Gulf itu akan bagus untuknya. Ia pun menahan dirinya.


"Mile bersabarlah" Gumamnya.


Mile memasuki ruangannya melihat seseorang yang tengah menatap keluar jendela memperhatikan Mew yang tengah mengatur orang-orangnya.


"Dia orangnya?" Mile hanya mengangguk.


Di tempat lain tepatnya di sisi lain istana. Langkah kaki Nick yang berjalan kesana kemari dengan santai sembari berpikir selalu membuat orang-orang ketakutan. Tidak terkecuali kini orang kepercayaannya pun tengah berlutut untuk memberikan laporan penyelidikannya. Nick tidak pernah menghilangkan auranya yang selalu menekan orang-orangnya.


"Kau belum menemukannya?" Tanya Nick.


"Belum. Tapi pemburu itu setiap hari terus membunuh orang-orang kita" Ucap Kao orang kepercayaannya.


"Biarkan dia bersenang-senang. Dua orang pemburu tidak akan membuat kita kekurangan orang. Mempercayakan pada manusia-manusia itu sangat tidak berguna mereka hanya fokus untuk mencari pedang bodoh itu. Percepat pencariannya, kita juga harus mendapatkan kembali pedang ayahku" Bawahannya pun pergi. Nick menatap foto Gulf yang terpajang di sebuah lorong istana.


"Sebaiknya kau cepat kembali, atau kau akan segera kehilangan orang-orang kesayanganmu" Gumamnya.


Mew dengan cepat mendapatkan orang-orang yang dia butuhkan, ia langsung sibuk mengatur orang-orangnya dibeberapa kereta barang. Semuanya siap untuk berangkat.


"Phi maaf aku tidak bisa berlama-lama disini"


"Aku mengerti pergilah dan selalu berhati-hati. Jika kau sudah membawa Gulf, segera ajak dia kesini" Ucap Mile. Mew hanya mengangguk dan ia pun pergi dari mansion.


Dalam perjalan begitu hening tidak ada yang berbicara sehingga membuat suasananya sedikit tegang.


"Apa kau yakin tidak akan ada pemeriksaan saat kembali?" Tanya Mew.


"Ya. Sudah biasa kami membawa kembali hadiah-hadiah dari tempat lain. Lagipula kalaupun kita dicurigai, pasti jenderal Nodt akan membiarkan kita masuk"


"Kau yakin dengannya?" Mew sedikit bingung dengan pemikiran Win yang dengan cepat mempercayai orang.


"Emm. Aku pernah mendengar jenderal Nodt dan jenderal Bright bekerja sama dalam perang. Aku yakin pasti karena mereka bersahabat jenderal Bright kemarin di biarkan lewat" Mew tampak berpikir.


"Apa benar sahabat seperti itu? Bahkan Bright sendiri terlihat tidak percaya" Gumamnya.


"Kau pemburu vampir?" Tanyanya yang tampak sangat antusias.


"Benar" Win hanya mengangguk mengerti.


"Kau percaya?"


"Kenapa tidak? Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Tadi aku mendengar pembicaraan kalian tentang vampir? Apa mereka benar-benar ada?"


"Ya aku bingung harus menjelaskannya darimana, tapi kau percaya vampir ada berdampingan dengan kita?"


"Tentu saja aku percaya! Aku sering membaca buku-buku tentang vampir. Aku sangat menyukainya, mereka sangat keren dan juga sangat kuat" Ucap Win bersemangat sedangkan Mew tertegun, ia tidak percaya reaksinya akan jauh dari ekspektasinya.


"Katakan tuan Mew, mereka nyata? Bisakah aku bertemu dengan mereka?" Mew hanya tertawa sedikit canggung.


"Dengar, mereka nyata tapi tidak semuanya baik. Kau bisa saja bertemu vampir yang ganas dan siap menghisapmu hingga kau kehabisan darah"


"Kalau begitu aku akan membunuh mereka. Kau tahu? Di sekolah aku jadi salah satu yang pandai berpedang" Mew rasanya lelah melihat Win yang seperti anak kecil, ia begitu semangat dengan obrolannya tanpa tahu kenyataan yang sedang dihadapinya.


"Kau harus berhati-hati. Bisa saja mereka menghilangkan keberadaan mereka dan saat kau tidak bisa melihat, detik itu juga kau akan kehilangan nyawamu" Win terdiam ia sedikit merinding mendengarnya.


"Lalu dimana vampir-vampir itu?"


"Mereka tersebar di dalam istana. Weir bekerja sama dengan mereka. Orang-orang yang menghilang, semuanya dibawa ke istana untuk dijadikan makanan para vampir"


"Tidak semua. Sebenarnya... Raja kalian juga seorang vampir" Win menatap Mew tak percaya.


"Tenang dia tidak seperti vampir lainnya. Walaupun yang kau dengar saat itu dia membunuh orang-orang, itu bukan karena keinginannya, namun karena ada sesuatu yang mengendalikannya saat itu"


"Tapi.. Bagaimana bisa yang mulia raja adalah seorang vampir?"


"Ibunya adalah seorang vampir. Jadi bisa dikatakan sekarang ia setengah vampir"


"Lalu bisakah aku menemuinya nanti? Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya" Ucapnya antusias.


"Tentu. Jika dia menginginkannya" Win mengangguk, ia belum terlalu paham detailnya tapi secara garis besar ia tahu apa yang terjadi sekarang.


"Bagaimana rencanamu sekarang? Kau juga seorang manusia, tapi pasti ada caranya kan? Kau bisa melihat mereka?"


"Rencanaku untuk melenyapkan langsung semuanya, supaya korban tidak semakin banyak. Karena aku seorang pemburu. Kami bisa melihat mereka walaupun mereka menghilangkan keberadaannya"


"Apa aku bisa menjadi seorang pemburu?" Tanya Win.


"Apa?! Kau yakin?" Tanya Mew.


"Jadi bisa? Kalau begitu aku sudah putuskan akan menjadi seorang pemburu sepertimu. Boleh aku memanggilmu phi?" Mew tertawa dengan semangat muda Win. Win bahkan lebih semangat dari dirinya di masa lalu.


"Tentu. Saat semuanya menjadi normal kembali, aku akan bicarakan dengan p'Mile"


"Bagus. Terimakasih phi" Mew hanya tersenyum mengangguk.


Win dan beberapa kereta barangnya sampai kembali di depan gerbang perbatasan.


"Tuan muda anda sudah kembali" Ucap salah satu prajurit.


"Eum. Boleh aku langsung masuk?" Penjaga itu langsung mempersilahkan Win masuk. Setelah dirasa semuanya sudah masuk Win berbalik. Ia melihat jenderal Nodt tengah berjalan.


"Jenderal!" Panggil Win yang menghentikannya.


"Bisakah besok aku bertemu denganmu?"


"Maaf tuan muda masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan besok"


"Benarkah? Bagaimana dengan besoknya?"


"Aku rasa aku masih punya pekerjaan" Win menekuk wajahnya kesal.


"Kau bisa mengatakannya jika tidak ingin. Tapi jangan harap. Jika kau tidak mau aku akan datang kesini menemuimu" Ucap Win langsung pergi. Nodt hanya terdiam melihat Win pergi. Ia melihat kereta barang yang melewatinya.


"Apa yang dia bawa sekarang?" Gumamnya, ia tidak terlalu mempedulikannya dan kembali untuk bekerja.


Boat membanting pedangnya ia sangat kesal sekarang.


"Sialan!!" Boat memegang dadanya kesakitan. Tubuhnya kini penuh dengan sayatan pedang dan cakaran.


"Boat ada apa? Kau tidak apa-apa?" Tanya Mew yang baru datang melihat kondisi Boat yang penuh dengan darah di sekujur tubuhnya. Mew mendekatinya.


"Phi kau sudah kembali" Ucap Boat lemah.


"Semuanya bantu aku" Semuanya membantu Boat untuk disandarkan di batang pohon.


"Aku akan mengobatinya bisakah seseorang mengambilkan air untukku?" Tanya Win mengeluarkan beberapa obat di dalam tasnya.


"Boat apa yang terjadi?" Tanya Mew.


"Mereka mengeroyokku tadi. Seperti biasa aku mencari mereka dan membunuhnya, tapi tiba-tiba banyak vampir yang menghampiriku. Sepertinya mereka sudah tahu keberadaanku. Phi disini sudah tidak aman lagi. Kita harus mencari tempat persembunyian yang lain" Mew mengangguk paham.


"Baiklah aku mengerti kau tidak perlu khawatir lagi, aku sudah membawa teman-teman kita kesini. Besok malam kita lakukan formasinya. Kau istirahatlah dulu, yang terpenting kau sekarang selamat"


"Tidak phi. Harusnya aku terbunuh, tapi mereka seperti sengaja tidak membunuhku dan hanya menyiksaku untuk kepuasan mereka. Mereka menyuruh kita pergi atau mereka akan menyerang mansion kita"


"Sudah jangan dipikirkan istirahatlah ini sudah larut malam. Win aku minta tolong" Ucap Mew yang diberi anggukan oleh Win yang fokus tengah membersihkan luka Boat.


First memasuki istana untuk menemui ayahnya, perlahan ia membuka pintu besar itu dan langsung terlihat ayahnya yang tengah memerintahkan para penjaga untuk menyeret pergi orang dihadapannya. First memasuki ruangan itu, melirik orang yang tengah dibawa beberapa penjaga.


"Lepaskan aku! Monster gila! Kau akan tahu sendiri akibatnya!!" Ucap orang itu yang mulai menghilang dari pandangan Weir.


"Ayah" Sapa First.


"Panggil aku yang mulia jika di dalam istana" Perintah ayahnya. First hanya menunduk dan membungkuk hormat.


"Maaf yang mulia"


"Ada apa kau kesini? Sudah menemukan pedang suci itu? Atau kau sudah menangkap orang-orang bodoh itu?"


"Tidak. Belum yang mulia. Beberapa hari ini aku mencari orang-orang yang hilang. Aku ingin menambah beberapa pasukan untuk mencarinya" Tidak ada jawaban sehingga First mengangkat kepalanya. Namun,


Plak!!


First terkejut dan merasakan pipinya yang memanas karena sebuah tamparan.


"Sudah aku bilang jangan pedulikan orang-orang itu. Fokus untuk mencari apa yang menjadi tugasmu. Kau bodoh atau apa? Harus berapa kali kukatakan?!" Teriak Weir.


"Tapi yang mulia. Orang-orang yang bertemu denganku selalu meminta untuk menyelidiki anggota keluarganya yang menghilang"


"Sudah kubilang jangan pedulikan. Kau mengerti?! Pergi


dan lakukan tugasmu dengan benar!" First mengepalkan tangannya kesal, ia pun membungkuk hormat dan berbalik pergi. Langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan orang yang memakai jubah itu, First melihat interaksi antar ayahnya dan orang itu. Ia sangat penasaran mengapa ayahnya tampak tunduk pada orang itu dan juga orang itu masih sangat terlihat muda.


First datang ke kediaman tuan Pan untuk menemui Win, namun saat ia masuk penjaga menghalanginya.


"Apa yang kau lakukan? Kau tidak tahu aku siapa?" Penjaga itu pun tampak gugup melihat First.