
Setelah sekian lama mereka hanya mengobrol menceritakan tentang kerajaannya hingga larut malam.
"Karena kau sudah kembali, besok aku akan kembali ke kerajaanku"
"Kenapa begitu terburu-buru? Kau tidak bisa tinggal disini untuk beberapa hari lagi? Kita sudah lama tidak bertemu"
"Aku sudah terlalu lama meninggalkan kerajaanku. Lagipula aku juga harus mengurus masalahku di kerajaan. Mungkin lain kali aku akan datang lagi"
"Masalah apa?"
"Sebelumnya aku tidak tahu, tapi kerajaanku ternyata memiliki sebuah pelindung yang mengelilinginya sehingga tidak ada vampir yang masuk. Dan akhir-akhir ini ada banyak korban yang terbunuh karena vampir. Aku sudah mengirim tuan Mile untuk menanganinya. Jadi aku juga harus menyusul kesana" Gulf ingin membantu, tapi untuk sekarang untuk kerajaannya pun banyak yang harus ia bereskan.
...****************...
Gulf menatap langit malam lewat jendela kamarnya. Banyak yang ia pikirkan saat ini hingga ia tidak menyadari seseorang memasuki kamarnya. Orang itu menyodorkan sebuah gelas berisi minuman tepat di depan matanya, sehingga Gulf menatapnya.
"Oh phi, sejak kapan kau disini?"
"Baru saja. Aku tahu kau pasti belum tidur jadi aku datang kesini" Gulf hanya mengangguk meminum minumannya.
"Kau tidak marah aku masuk tanpa permisi?"
"Tidak apa-apa" Jawabnya singkat.
Tidak ada pembicaraan lagi, Mew melirik Gulf yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
Apa dia tidak ingin berbicara denganku?
Mew sedikit kesal karena sejak tadi dia benar-benar di abaikan. Terakhir berbicara dengannya adalah saat mereka masih di hutan. Setelah memasuki istana Gulf sama sekali tidak meliriknya.
"Gulf" Dengan sedikit ragu, Mew memanggilnya.
"Hm?"
"Kau.... Sangat dekat dengan raja Up" Gulf meliriknya.
"Saat masih kecil dia temanku yang paling dekat. Ya walaupun ada Bright, tapi dia sejak kecil selalu berada di kamp pelatihan para prajurit jadi aku lebih sering bersama Up"
"Hanya teman?"
"Ya teman dan sepupuku tentunya" Mew mengangguk paham. Gulf menatapnya sedikit curiga dengan gelagat Mew.
"Kenapa kau menanyakannya?"
"Hanya penasaran. Kalian terlihat sangat dekat hingga kau melupakanku. Bahkan baru sekarang kita bisa bicara lagi"
"Maaf phi. Kau tahu sendiri aku sudah sangat lama tidak bertemu dengannya" Mew menghela nafasnya. Tiba-tiba Mew menghimpit tumbuh Gulf di dinding membuatnya sedikit terkejut.
"Apa yang kau lakukan?" Keduanya saling bertatapan.
"Kau tidak merindukanku?" Gulf mengalihkan pandangannya. Entah kenapa kalimat itu menjadi pertanyaan yang sulit baginya.
"Phi jangan bercanda. Sebaiknya kau istirahat ini sudah larut malam" Mew tidak menjawab dan hanya menatapnya. Mew mendekati wajahnya membuat Gulf terkesiap tangannya mengepal erat ia tidak tahu harus bagaimana dan tanpa sadar menutup matanya. Namun setelah sekian lama ia pun merasakan kepala Mew di pundaknya.
"Kau tahu? Aku sangat merindukanmu" Mew memeluk pinggang Gulf.
"Apa kau pernah merasakan kesepian karena seseorang? Selama kau berada di klan Nattawin, aku merasa kesepian. Walaupun banyak orang bersamaku, tapi selalu terasa ada yang kurang. Saat rencanaku gagal pada saat itu aku mengingatmu. Kekuatan Nick begitu kuat, aku yang terluka hampir ingin menyerah karena tidak bisa melawannya. Tapi saat mengingatmu, aku takut jika aku mati aku tidak akan bisa melihatmu lagi" Gulf hanya terdiam mendengarkan. Baginya Mew adalah orang pertama yang berani menyatakan perasaannya tanpa memandangnya sebagai seorang raja. Entah sejak kapan ia selalu merasa khawatir dengannya. Selama berlatih bersama Apo pun, Gulf sering ditegur karena ia tidak fokus. Mew selalu muncul dipikirannya.
Mew mengangkat kepalanya kembali menatap Gulf yang masih terdiam.
"Dan kau tahu? Secara tidak langsung kau menyelamatkanku. Jika tidak ada kalung ini mungkin aku tidak bisa melihatmu lagi. Aku sangat senang. Aku berharap kita tidak akan terpisah lagi. Berjanjilah padaku" Gulf sedikit kesulitan menelan ludahnya. Apa yang harus ia jawab sekarang?
"Emm baiklah aku berjanji. Bisa kau menjauh sekarang?" Bukannya menjauh, Mew tambah mendekatinya sampai hidung keduanya bersentuhan.
"Kenapa? Aku sedang memandang seseorang yang aku sukai sekarang" Mew memandang seluruh bagian wajah Gulf. Gulf menatapnya, ia merasa merindukan wajah di depannya ini. Ia akui Mew memiliki wajah yang tampan.
Sialan Gulf! Singkirkan dia! Kenapa kau diam?!
Pikirannya bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Mew menangkup pipi Gulf.
Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu membuat Gulf terkejut dan mendorong Mew dengan sedikit kekuatannya hingga Mew terjatuh.
Seseorang membuka pintu dan melihat pemandangan yang sedikit tidak biasa. Bright mematung ia tidak tahu jika rajanya itu tengah bersama seseorang di kamarnya.
"Ah maaf yang mulia. Nanti aku akan kembali"
"Tidak! Masuklah. Ada apa?" Gulf sedikit melirik Mew yang tengah berdiri dengan wajah yang kecewa.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengecek kau sudah tidur atau belum"
"Aku harus pergi" Mew dan Bright langsung menatapnya.
"Kau sangat tahu tentangku"
"Kau akan pergi kemana?"
"Yang mulia ini sudah larut malam. Bisakah kau melakukannya besok pagi?"
"Kau tidak akan mendapatkan informasi apapun saat pagi hari" Mew kembali diabaikan. Ia menahan Gulf yang akan pergi.
"Aku ikut"
...****************...
Gulf sedikit canggung berjalan bersama Mew di tengah kota yang sudah sepi. Semua orang tentu saja sudah tertidur di rumahnya masing-masing sehingga tidak ada lagi aktivitas di kota itu.
"Kau tidak apa-apa?"
"Hmm" Mew sedikit mengabaikannya. Ia masih sedikit marah pada sikap Gulf.
"Maaf. Aku tidak sengaja tadi"
"Lupakan. Kau akan pergi kemana?"
"Aku tidak tahu, hanya memeriksa keadaan kota" Mew melihat sekitarnya, tidak ada yang mencurigakan sama sekali.
"Oh ya soal pelindung yang sedang dikerjakan p'Mile... Pelindung seperti apa itu?"
"Aku sendiri tidak tahu. Aku baru mendengarnya setelah kembali ke mansion. Aku tidak sempat bertemu dengan p'Mile"
"Apa mungkin p'Mile bisa membuatkannya untuk kerajaanku? Mungkin dengan begitu kerajaanku bisa aman"
"Mungkin. Kita bisa bicarakan nanti dengannya" Gulf meliriknya.
"Kau... Sepertinya tidak tahu apa-apa" Mew menghentikan langkahnya menatap Gulf.
"Apa terlihat seperti itu? Ya memang. Sedikit tidak biasa tapiĀ tentang tugasnya kali ini, orang-orang di mansion pun tidak ada yang mengetahuinya. Aku berpikir-" Mew tidak menyelesaikan kalimatnya karena Gulf membawanya ke atas atap.
"Apa yang kau-"
"Ssttt! aku mendengar suara langkah kaki beberapa orang" Mew mencoba mencari orang-orang yang dimaksud Gulf.
"Kau lihat? Menurutmu mereka akan pergi kemana?" Gulf melihat beberapa orang yang dikenalnya berjalan dengan terburu-buru ke suatu tempat.
"Kemana?" Tak menjawab, Gulf diam-diam mengikuti orang-orang itu.
Keduanya kini berada di depan sebuah toko pakaian.
"Kau yakin mereka masuk kedalam?"
"Aku mencium bau mayat manusia dari dalam"
...****************...
Mile membuka matanya, ia terbangun saat orang-orang masih tertidur. Ia bangun dan mencari sesuatu di tas pribadinya. Beberapa kantong darah vampir sudah ia siapkan. Ia bergegas ke tempat untuk pembuatan tanda.
Tiga tanda sudah jadi dibuat. Pemburu lain berpikir jika tanda itu hanya tinggal dipasang, namun sebenarnya tanda itu membutuhkan darah vampir sebagai pengenal. Mile tidak memberitahu yang lainnya tentang ini karena suatu alasan. Ia pun membuka kantong itu dan mengguyur ketiga tanda itu dengan darah vampir. Setelah itu ia membaca sebuah mantra yang membuat tanda itu menyerap darah vampir.
Tanda sudah selesai dan Mile pun berbalik untuk kembali ke kamarnya. Hingga saat ia berbalik, tubuhnya sedikit tersentak karena terkejut Boat ada dibelakangnya sejak tadi.
"Boat apa yang kau lakukan disini?" Mile sedikit gugup, namun ia berusaha untuk bersikap normal.
"Aku yang seharusnya bertanya phi. Apa yang baru saja kau lakukan terhadap tanda-tanda itu?" Sudah Mile kira jika Boat melihatnya.
"Aku menyelesaikan tandanya"
"Bukankah kau bilang hanya tinggal dipasang phi? Dan cairan tadi, apa itu darah?" Mile tidak bisa menyembunyikannya lagi dihadapan Boat.
"Ya itu darah vampir. Setelah dibuat, tanda ini harus menggunakan darah mereka sebagai pengenal"
"Darimana kau mendapatkan darah itu? Bukankah mengambil darah vampir dilarang? Itu berarti kita sama saja dengan vampir-vampir itu yang mengambil darah manusia" Mile terdiam, ia sendiri yang membuat peraturan di mansion jika orang-orangnya tidak boleh mengambil darah vampir. Tapi pembuatan pelindung merupakan hal yang ia pelajari dari mansion pusat. Ia hanya bisa menggunakan cara ini.
"Memang, tapi tanda ini tak akan berguna tanpa darah vampir"
"Phi sebenarnya darimana kau mempelajari pembuatan pelindung ini? Selama aku menjadi pemburu, baru kali ini aku mendengar soal pelindung" Boat benar-benar membuat Mile tidak bisa bicara. Menurutnya Boat semakin mirip dengan Mew yang selalu bertanya hingga ia tidak bisa berbicara lagi.
"Hanya hal baru yang baru aku pelajari. Ayo bangunkan yang lainnya, sebaiknya kita pergi untuk memasangnya sekarang" Mile segera mengalihkan pembicaraan, ia tidak bisa memberitahunya sekarang. Boat masih penasaran, tapi ia pun menuruti perintah Mile.
...****************...
Mew dan Gulf yang tengah mengawasi toko itu, akhirnya melihat pintu toko yang terbuka. Seseorang keluar dari toko itu. Gulf dan Mew menatapnya.
"Kau..." Ia terkejut melihat orang di hadapannya.