
Semua orang yang ada di lapangan itu menatap benda yang selama ini menyelubungi tubuh Mew perlahan melebur dan akhirnya menghilang. Mile langsung menghampiri Mew.
"Mew sadarlah! Mew!" Dokter Louis mendekatinya dan langsung memeriksanya.
"Bagaimana?" Tanya Mile khawatir.
"Aku rasa dia hanya pingsan. Sebaiknya kita pindahkan tuan Mew ke kamar" Beberapa orang membawanya. Mile dan Bright mengikuti dari belakang.
...****************...
Up dan Perth mendatangi kamar Mew dan langsung mendapat hormat dari Bright. Ia pun melihat seorang lainnya yang baru ia lihat.
"Oh yang mulia, dia tuan Mile seorang pemburu" Up masih menatapnya. Sedangkan Mile memberinya hormat dengan sopan.
"Bagaimana kondisinya?"
"Dia baik-baik saja. Mungkin masih butuh beberapa saat untuk sadarkan diri"
...****************...
Sedangkan di tempat lain Weir tidak menemukan Nick dimana pun. Saat siang tadi ia masih melihatnya ada di kamar, tapi saat ini ia bahkan tidak melihat para vampir lainnya.
Kemana mereka? Tidak mungkin mereka meninggalkanku kan?
Suasana hatinya sedang kacau. Sejak Up datang dan mengusirnya dari istana, para petinggi lainnya menghindarinya. Bahkan pengikutnya pun seakan menjauhinya. Ia membutuhkan Nick sekarang. Bagaimana pun caranya, ia menginginkan Nick membunuh Up sehingga ia dapat berkuasa lagi.
"Pho bisa kita bicara?" Weir menatap tajam anaknya yang tiba-tiba datang, sekarang bukan saatnya untuk bertemu orang lain. Dengan langkah cepat Weir menghampirinya dan seketika itu juga sebuah tamparan keras melayang ke pipinya.
"Ini semua karenamu! Kalau saja kau lebih cepat menemukan jenderal sialan itu, semuanya tidak akan menjadi kacau seperti ini! Apa kau tidak ingin ayahmu ini menjadi seorang raja?! Jika aku menjadi seorang raja, hidupmu juga akan menjadi lebih baik dibandingkan sekarang!" First mengepalkan tangannya kesal. Ia tidak menyangka memiliki ayah yang lebih kejam dari rajanya yang selama ini ia benci. First tertawa dalam diamnya, yang membuat Weir semakin kesal. Weir mencengkram rahangnya kuat sehingga memaksanya untuk menatap ayahnya itu.
"Apa yang kau tertawakan?!"
"Pho kau tidak pantas menjadi seorang raja" Satu kalimat yang disertai senyuman meremehkan dari anaknya itu semakin menyulut emosi Weir.
Bugh!
Kini sebuah tinjuan yang mengenai pipinya hingga First tersungkur.
"Kau! Apa maksudmu dengan berkata seperti itu? Apa kini kau berpihak pada raja itu?" First berdiri menatapnya.
"Aku tidak berpihak pada siapapun! Aku hanya ingin membantu orang-orang. Aku sungguh kecewa padamu. Orang yang aku hormati ternyata lebih busuk dari orang yang aku benci!" Weir sedikit khawatir dengan tatapan berani First.
"Pho aku sudah tahu semuanya! Bahkan tentang para vampir menjijikan itu. Bagaimana bisa kau merelakan orang-orang untuk menjadi makanan mereka?! Dimana sisi kemanusiaanmu?! Selama ini aku membantu mereka untuk mencari orang-orang yang hilang. Dan apa? Ayahku sendiri yang menangkap mereka. Kau pernah mengatakan padaku kesejahteraan rakyat lebih penting, untuk itu aku selalu ingin mengabdi pada orang-orang. Tapi apa sekarang? Orang yang memberiku pelajaran, malah menyalahgunakan kekuasaan untuk kepuasan diri sendiri?" Weir terdiam. Ia tidak bisa membalas perkataan anaknya itu. Tapi ia punya alasannya sendiri.
"Kau sebaiknya tidak ikut campur. Kau masih terlalu muda untuk mengerti" Nada bicara Weir kini lebih tenang. Ia tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini.
"Baiklah. Lakukan sesukamu. Aku tidak akan mengakuimu sebagai ayahku lagi" Weir cukup terkejut dengan kalimat anaknya, namun ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya membiarkan First yang kini pergi dari hadapannya.
...****************...
Nick sampai di sebuah gubuk yang sangat lusuh di tengah hutan yang sangat lebat.
"Disini tempatnya?"
"Ya dari informasi yang aku dapatkan vampir gila itu ada disini. Tapi aku belum melihatnya" Kao memeriksa sekitar gubuk sedangkan Nick masuk ke dalam. Tidak ada yang bisa di pandang bagus di dalam gubuk itu. Banyak mayat dan tulang belulang berserakan juga benda-benda aneh yang tergantung di setiap sisi gubuk itu. Ia juga melihat sebuah tungku api yang menyala dengan sebuah kendi besar di atasnya. Nick melihat sesuatu di dalam kendi itu. Menjijikan seorang manusia utuh tengah di rebus dalam sebuah kendi.
Nick berbalik ketika mendengar sebuah keributan di luar. Ia pun kembali keluar melihat Kao dan seorang lainnya.
"Tunggu. Aku bukan seorang musuh. Aku ingin menemuimu" Kao meringis kesakitan karena ia baru saja mendapat serangan dari wanita itu.
"Hentikan! Siapa kau?" Nick bertanya menatap wanita di depannya. Bukannya menyerang, wanita itu mendekati Nick dengan sedikit semangat.
"Kau Nick?" Tanya wanita itu dengan senyuman anehnya. Tidak heran dia dipanggil vampir gila. Penampilan bahkan sikapnya memang seperti orang gila. Nick mulai meragukan kemampuannya sekarang.
"Kau mengenalku?"
"Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal anak angkat Mick. Dia ayahmu benarkan?" Nick menatapnya sedikit curiga.
Nick dan Kao diajak masuk kedalam. Mereka langsung disuguhi sebuah sup dengan warna darah dan juga beberapa potong daging di dalamnya. Mereka meyakini pasti itu adalah daging manusia. Keduanya hanya menatap sup itu tanpa menyentuhnya.
"Jadi ada apa tuan Nick jauh-jauh datang kemari?"
"Aku ingin kau membuat sesuatu untuk menghancurkan penghalang"
"Penghalang seperti apa?"
"Penghalang yang dibuat oleh klan Nattawin" Tawa wanita itu langsung pecah.
"Kalian ingin menghancurkan penghalangnya? Hahahaha" Suara tawanya sangat mengganggu sedikit menyulut emosi Nick. Tangannya dengan kuat mencengkram leher wanita itu, namun tanpa rasa takut wanita itu masih menatapnya denga tertawa.
"Jangan bermain-main denganku. Atau aku akan melenyapkanmu!" Kao berusaha menahan emosi tuannya itu. Walaupun menyebalkan, tapi mereka membutuhkan wanita itu untuk rencana mereka.
"Kau memang mirip dengan ayahmu. Sama-sama tidak memiliki kesabaran. Aku bisa membantumu membuat sesuatu yang bisa menghancurkan penghalang itu. Tapi aku butuh waktu"
"Tuan tenanglah" Meskipun enggan, ia pun melepaskannya.
"Katakan!"
"Penghalang klan Nattawin sangat kuat jadi aku harus mencari beberapa bahan yang langka juga waktu mengerjakannya tidaklah singkat. Yah aku rasa sekitar... Dua minggu?" Nick berdiri bersiap untuk segera pergi.
...****************...
Perth memasuki ruangan Up.
"Yang mulia kau baik-baik saja? Kulihat setelah kau menjenguk tuan Mew, kau banyak melamun" Up duduk di kursinya. Tampak ia sedang memikirkan sesuatu.
"Perth, apa kau merasa tidak asing dengan orang yang bernama Mile?"
"Tuan Mile? Aku baru pertama kali melihatnya" Up sangat yakin pernah melihat Mile sebelumnya di tempat lain. Tapi ia sedikit tidak yakin juga.
"Yang mulia kapan kita akan berbicara dengannya? Kerajaan kita membutuhkan para pemburu" Karena urusan Gulf yang cukup banyak, membuatnya hampir melupakan tentang masalah kerajaannya.
"Aku akan berbicara dengannya nanti" Sedikit tidak yakin. Apa aku benar-benar harus meminta tolong padanya?
...****************...
Mew membuka matanya, ia langsung bangun memastikan dirinya baik-baik saja. Gerakan yang tiba-tiba membuatnya lelah, sedikit kesulitan bernafas dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Tubuhnya benar-benar lemas hingga ia pun kembali berbaring. Ia ingat kejadian terakhir kali sebelum ia tak sadarkan diri. Mew yakin sekarang ia di dalam istana, tapi bagaimana bisa? Seseorang masuk ke dalam kamar. Mew langsung menatapnya.
Setelah sekian lama, akhirnya ia bertemu kembali dengan Bright. Berapa lama ia tak sadarkan diri? Hingga Bright sudah kembali ke istana.
"Tuan Mew kau sudah sadar. Aku membawakanmu sarapan. Dokter Louis berkata jika kau mungkin akan sadar pagi hari dan benar saja. Syukurlah kau baik-baik saja" Mew hanya terdiam melihatnya, Bright tahu betul jika sekarang Mew memiliki banyak pertanyaan.
"Makanlah. Nanti akan aku ceritakan semuanya" Mew menurutinya dan segera memakan makanannya.
Mew memegang erat kalung milik Gulf. Ia merindukannya, pasti ia sangat khawatir dengannya. Ia sudah berjanji akan menemuinya tapi sampai saat ini dia belum berkunjung lagi kesana.
"Bright ceritakan semuanya"
...****************...
Win keluar dari rumahnya, sekilas ia melihat seseorang yang dikenalnya. Ia buru-buru mengejarnya.
"First, tunggu!" First berhenti, biasanya jika ada masalah ia akan bercerita dengan Win. Tapi mengingat jika Win berada di pihak Gulf, ia pun mengurungkan niatnya. Win menghampirinya.
"Kau datang untuk menemuiku kan?" First tertawa ia berbalik dan menatap Win.
"Untuk apa aku menemuimu? Aku hanya kebetulan saja lewat sini"
"First. Aku tahu kau pasti kecewa dengan ayahmu tapi kau masih punya aku. Kita masih berteman bukan? Jadi jangan pernah merasa sendirian. Aku pasti akan membantumu" First mendekatinya.
"Bisakah kau membuat kerajaan ini seperti dulu?" Win menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu lupakan!"
"Tapi raja Gulf bisa! Dia bisa mengusir vampir-vampir itu dan mengembalikan kerajaan kita seperti semula"
"Bagaimana bisa seorang pembunuh memimpin sebuah kerajaan?"
"First sudah kubilang yang mulia-" First mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk diam, ia menghela nafasnya.
"Kebetulan aku bertemu denganmu. Aku harus pergi"
"Kemana?"
"Kerajaan ini luas. Aku bisa pergi kemana pun untuk membantu orang-orang"
"Bagaimana dengan sekolahmu?"
"Aku bukan anak tuan Weir lagi. Jadi tidak ada alasan aku untuk tetap berada disana. Dan juga katakan pada rajamu itu jangan pernah menyakiti orang-orang yang tidak bersalah lagi. Atau aku tidak akan tinggal diam" First pergi tanpa mendengarkan panggilan Win yang terus memanggilnya.
...****************...
Sementara itu, Mile yang berkumpul dengan pemburu lainnya telah mengawasi kediaman Weir. Namun mereka tidak menemukan vampir satu pun. Entah pergi kemana Nick. Beberapa orang terburu-buru menghampirinya.
"Tuan, kami menemukan mereka" Mile tahu siapa yang dimaksud. Ia dengan cepat menghampirinya.
"Boat kau selamat? Dimana yang lain?"
...****************...
Mew terdiam. Ia masih kesal karena para vampir itu sudah membunuh rekannya.
"Bright aku harus bertemu Gulf. Dia pasti menungguku. Aku sudah berjanji padanya"
"Tapi tubuhmu belum pulih. Dokter Louis bilang kau harus istirahat untuk sementara. Tubuhmu terlalu lama tidak digerakan jadi membuatmu lemas. Kau lihat, berbicara denganku pun kau tampak sangat kelelahan. Kau ingin yang mulia melihatmu seperti ini? Yang ada dia akan mengkhawatirkanmu" Mew tidak bisa menyangkal, ia sendiri tidak ingin membuat Gulf khawatir. Tapi, dia sudah melanggar janjinya. Apa Gulf akan marah?
...****************...
Mile memeriksa orang-orangnya. Boat membawa Mile ke atas gunung untuk menemui rekan-rekan lainnya. Ia ikut berduka setelah mendengar salah satunya harus mati karena pertarungan saat itu.
"Boat keadaan sudah kembali seperti dulu. Sebaiknya kau membawa mereka ke mansion" Boat langsung menurutinya. Ia lega setelah mendengar Mew baik-baik saja dan juga para vampir tidak diketahui keberadaannya. Namun ia tetap harus waspada entah itu adalah kabar baik atau kabar buruk.
...****************...
Langkah Perth terlihat terburu-buru, ia harus bertemu dengan rajanya.
"Apa yang terjadi?"