It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 7 Persiapan Ujian



Hari Hari terus berlalu tak terasa 1 minggu lagi Rara akan menjalani ujian akhir atau ujian nasional. Rara terus mempersiapkan ujiannya dengan penuh keyakinan dan kerja keras tak lupa diiringi dengan doa..


Pagi hari Rara terbangun dari tidurnya dan kemudian beranjak bersiap siap untuk pergi ke sekolah.


Setelah selesai Rara pun turun untuk sarapan.


Di meja makan sudah ada ayah dan bunda yang menunggu


"Assalamualaikum ayah bunda selamat pagi" sapa Rara


"Waalaikumsalam anak ayah bunda" jawab ayah dan bunda


"Kamu buruan sarapan deh sayang terus berangkat ke sekolah supaya tidak terlambat" kata bunda


"Nanti Rara ayah antar ya sekalian ayah mau berangkat ke restoran" ucap ayah.


Rara pun berangkat sekolah diantar oleh ayah. Sampai di depan gerbang sekolah Rara pamit kepada ayahnya




"Ayah Rara masuk yaa doain semoga ujian Rara hari ini lancar yaa" pinta Rara dengan mencium punggung tangan ayahnya


"Iya nak ayah selalu doain kamu semangat ya" kata ayah


"Makasih yah assalamualaikum" ucap Rara sembari masuk dalam sekolah


"Waalaikumsalam" jawab ayah.


Kemudian ayah pun berangkat ke restorannya.


***


Sesampainya di koridor Rara bertemu dengan Caca.


Caca yang melihat Rara duluan pun menyapa Rara


"Rara... Selamat pagi cantik hehe" sapa Caca


"Pagi juga Caca sayang" jawab Rara


"Eh Ra lo tau ngga?" tanya Caca


"Ya engga lah kan lo belum kasih tau" kata Rara


"Oo iya deng ya udah ni gue kasih tau, Kak Devano kan kemarin habis ke Jerman tuh" cerita Caca


"Lha terus apa hubungannya sama gue?" tanya Rara


"Iih tunggu dulu gue belum selesai, terus tu Kak Devano sengaja kesana untuk mergokin Sisca" terang Caca


"Mergokin gimana?" tanya Rara yang masih bingung


"Si Sisca tu selingkuh sama model laki laki yang naik daun itu nah Kak Devano emang udah ngrencanain kesana untuk mutusin si Sisca itu" jelas Caca


"Hah jadi sekarang mereka dah putus?" tanya Rara


"Iya dan Kak Vano bilang dia nerima perjodohan papa" kata Caca


"Lho Kak Vano dijodohkan sama siapa?" tanya Rara lagi


"Ga tau katanya anak temen papa tapi aku percaya kalau yang dijodohin papa untuk Kak Vano tu perempuan baik."terang Caca


Tak terasa mereka sampai di depan kelas dan duduk di kursi mereka.


Setelah duduk mereka pun mengulang pelajaran yang akan diujikan pagi ini agar nilai mereka menjadi baik.


2 jam berlalu mereka sudah selesai mengikuti latihan ujian tingkat kabupaten dan mereka akan menyiapkan materi untuk ujian nasional yang akan diadakan sebentar lagi.


Setelah selesai menerima materi mereka ke kantin bersama.


"Eh Ra lo rencana mau kuliah dimana?" tanya Caca


"Kayaknya di Kampus favorit" jawab Rara


"Samaan dong gue juga mau masuk sana kan Kak Vano juga kuliah disana jadi gue disuruh satu kampus sama Kak Vano" jelas Caca


"Eh Ca lo kan juga mau masuk jurusan yang sama kayak gue semoga kita sekelas ya" kata Rara


"Eh iya semoga kita sekelas lagi" Caca menimpali


Setelah menunggu beberapa menit makanan mereka datang dan mereka pun langsung menyantap makanannya.


Dan setelah selesai mereka langsung pulang karena setelah penambahan materi diizinkan pulang. Saat jalan menuju parkiran Caca bertanya kepada Rara


"Eh Ra kok hari ini Dino ga nongol ya?" tanya Caca


"Mana gue tau gua kan bukan siapa siapanya" jawab Rara


"Eh Ra gue balik duluan ya soalnya Kak Devano ngajakin pergi nii" pamit Caca


"Iya Ca hati-hati ya" kata Rara


"Oke Ra byee assalamualaikum" salam Caca


"Waalaikumsalam" jawab Rara


Setelah itu Rara pulang memakai ojek online.


Sampai di rumah Rara disambut dengan Bundanya yang tengah menyapu teras.


"Assalamualaikum Bunda" salam Rara


"Waalaikumsalam sayang udah pulang ya" kata bunda


"Iya nih bun cuma latihan ujian sama penambahan materi aja jadi langsung boleh pulang deh" terang Rara


"Owh ya sudah cuci tangan terus makan gih bunda sudah masakin makanan kesukaan kamu" titah bunda


"Oke bunda" jawab Rara


Setelah makan siang Rara dan Bunda bersantai di ruang keluarga melihat televisi bersama Rara tiduran di sofa berbantal paha bunda mereka pun asik melihat televisi dan bencengkrama Rara sangat manja dengan Bundanya jika waktu seperti ini.


"Aku jadi tidak tega dengan perjodohan ini karena Rara masih belum terlalu dewasa dia masih sangat muda untuk menikah, tapi semoga saja ini menjadi keputusan terbaik ayah dan Aditya untuk Rara dan anaknya." kata bunda dalam hati


"Bunda kenapa bengong itu liat adegannya lucu lhoo" kata Rara membuyarkan lamunan bunda.


"Eh engga nak bunda ngga bengong kok" jawab bunda berbohong.


Setelah asyik melihat televisi dan bencengkrama dengan bunda, Rara pun pamit untuk istirahat agar besok tetap vit untuk latihan ujian kembali.


"Bunda Rara mau istirahat dulu ya" pamit Rara


"Iya nak gimana kalo bunda temenin?" tanya Bunda


"Oke deh bun. Ayok bun naik ke kamar Rara" ajak Rara


Bunda pun akhirnya menemani Rara istirahat di kamarnya dan bunda mengusap rambut Rara perlahan.


~Bersambunggg...


Halo teman-teman semua🤗


Gimana kabarnya? Semoga tetap dalam lindungan tuhan yaa


Jangan lupa vote, like, and komen ya temen-temen ✨


Makasih udah baca novelku:)