It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 39 Honeymoon 3



Untuk suamiku aku ingin mengatakan terimakasih banyak telah menjadi bagian dari hidupku aku ingin kita bahagia sampai tuhan memisahkan kita. Dan semoga tuhan cepat memberikan malaikat kecil di dalam rahimku.


Terimakasih telah menerimaku apa adanya dengan sifatku yang masih seperti ini aku harap kamu bisa menghadapiku dengan segala sifatku yang masih kekanak-kanakan.


Aku mencintaimu suamiku, Devano Abraham!


***


Devano menggenddong Rara ala bridal dan


membawa Rara ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat akibat pergulatan semalam.


“Mas aku mau dibawa kemana?” Tanya Rara.


“Udah diem aja aku tau badanmu masih sakit kan?” Tanya balik Devano.


Rara pun hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya kepada Devano agar ia tidak jatuh. Sesampainya di kamar mandi Rara nerendam terlebih dahulu dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri dibagian intinya.


Setelah 2 jam di kamar mandi Rara dan Deano pun keluar Rara dengan cepat memakai pakaiannya agar ia tidak dimangsa oleh Devano kembali.


“Mas aku lapar.” Kata Rara setelah selesai berganti pakaian.


“Iya aku suruh pelayan bawain makanan aja kesini pasti kamu lelah kalau harus berjalan ke resto bawah.” Jawab Devano.


Iyalah lelah orang dari tadi malam kamu nggak berhenti makan aku, badanku serasa remuk tau nggak. Batin Rara


“Iya mas!” Jawab Rara.


Kemudian Rara pergi ke balkon kamar yang pemandangannya langsung menuju lautan.


Subahanallah indah banget. Batin Rara


Rara berdi di dekat pagar balkon dan menatap hamparan lautan dan tiba-tiba Devano memeluknya dari belakang.


“Astagfirullah kamu ngagetin aku tau nggak?” Rara sedikit menaikkan suaranya.


“Maaf sayang, kamu suka sama pemandangannya?” Tanya Devano.


“Suka banget mas!” Kemudian Rara membalikkan badannya menghadap suaminya


Devano yang melihat bibir Rara yang berwarna cherry pun dengan cepat melum**nya Rara pun juga membalas Devano namun kali ini ia lebih baik dari tadi malam. Tak berapa lama pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.


Shit! Umpat Devano dalam hati.


Setelah sarapan Rara dan Devano pergi ke tempat wisata yang ada di Bali tak lupa juga membeli oleh-oleh yang ada di sekitar tempat wisatanya.


Saat sore hari mereka sudah sampai resortnya kembali. Dan saat matahari akan tenggelam Rara mengajak Devano untuk pergi ke pantai yang dekat dengan resort itu karena Rara ingin melihat sunset. Rara pun berlarian di hamparan pasir pantai. Ya memang pantai itu nampak sepi karena pantai itu hanya untuk pengunjung resort. Devano pun menarik tangan Rara dan Rara berputar jilbab yang ia kenakan pun tersibak oleh angin yang menghalangi muka bahagianya. Devano pun menarik tangan Rara dan memeluknya.



“Kamu bahagia sayang?” Tanya Devano.


“Iya sayang aku bahagia” Jawab Rara dengan senyum tulusnya.


“Kamu bilang apa tadi?” Tanya Devano pura-pura tak mengerti.


“Emang kenapa aku bilang itu tadi nggak boleh ya?” Tanya Rara balik.


“Boleh aku sangat senang mendengarnya?” jawab Devano dengan mengecup bibir Rara.


“Mas jangan di sini sih nanti orang tau!” Kata Rara.


“Oke berarti nanti di kamar kamu harus tanggung jawab.” Jawab Devano dengan senyum jahilnya.


“Iihh apaan sih badanku masih sakit semua tau nggak.” kata Rara.


“Maafin aku ya sayang.” Ujar Devano.


“Udahlah mas ini kan juga udah tanggung jawab aku jadi istri jadi ya harus diterima dengan ikhlas apalagi jika melakukannya dengan suami kan dapat pahala.” Jawab Rara dengan senyumnya.


“Makasih ya kamu udah mau jadi istri aku.” Kata Devano kembali.


“Justru aku yang berterimakasih karena kamu udah terima aku yang sifatnya benar-benar bertolak belakang sama kamu.” Jawab Rara.


“Udah ah mas kenapa jadi melow sih kan kita kesini mau honneymoon senang-senang tapi jadi melow.” Rara melepaskan pelukan Devano dan berlari ke arah bibir pantai kemudian mencipratkan air kepada Devano.


“Kamu mulai nakal ya sekarang.” Devano pun membalas Rara hingga akhirnya matahari tenggelam.


Mereka pun balik ke kamar karena hari sudah mulai malam dan mereka pun beristirahat seelah menjalankan rutinitas malamnya.


Satu minggu telah berlalu kini Rara dan Devano berkemas untuk pulang ke Jakarta karena hari ini mereka harus pulang.


~Bersambunggg


Jangan lupa Likenya dan komen yaa vote jugaa☺️