It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 26 Wedding



Kemudian mereka pergi ke kamar masing-masing.


"Ra?" panggil Devano


"Ya kak?" tanya Rara


"Makasih ya Ra" kata Devano


"Makasih untuk?" tanya Rara


"Kamu udah mau terima aku menjadi suami kamu, imam kamu" jawab Devano


"Aku juga makasih kakak mau terima aku" balas Rara


"Kak aku boleh tanya?" tanya Rara


"Apa?" Devano balik bertanya


"Mmm apa kakak minta itu juga?" tanya Rara takut


"Itu apa?" tanya Devano yang pura-pura tidak tahu tapi sebetulnya dia tau kemana arah pembicaraan Rara


"Mm itu kak yang di lakukan suami istri beneran" tanya Rara kembali


"Ra orang menikah itu untuk memiliki keturunan untuk apa menikah tapi tidak ingin punya keturunan?" Devano balik bertanya


"Tapi aku belum siap kak" kata Rara


"Aku akan nunggu kamu sampai siap dulu Ra" jawab Devano


"Makasih ya kak" Rara tersenyum


"Iya, sekarang kamu hapus dulu makeupnya terus istirahat masih jam segini" kata Devano


"Iya kak" Rara pun membuka tasnya untuk mengambil cairan pembersih makeup dan setelah itu pergi ke kamar mandi untuk berganti baju dan beristirahat.


"Ha? Aku tidur satu kasur?" batin Rara


"Ra kamu ngapain sini istirahat dulu aku ngga ngapa-ngapain kamu" Devano membuyarkan lamunan Rara


"Ah iya kak" jawab Rara


Mereka pun beristirahat hingga waktu menunjukkan pukul 13.00


"Kak sholat dulu yuk udah jam 1 nih" Rara membangunkan Devano yang masih tertidur


"Hah, ya udah yuk" jawab Devano


Mereka pun sholat berjamaah. Setelah sholat berjamaah ada yang mengetuk pintu kamar mereka Rara pun membukakan pintunya


"Kenapa Tan?" tanya Rara yang melihat Tante Kiran di depan pintu


"Kalian makan siang dulu udah ditunggu sama semuanya di bawah" kata Tante Kiran


"Iya tan Rara panggil Kak Devano dulu" jawab Rara


"Kak udah ditunggu makan siang di bawah" kata Rara


"Ya udah yuk" Mereka ke restoran yang ada di hotel


"Eh udah datang ambil makan dulu gih" titah mama


"Iya mah" jawab Rara


"Kak mau makan apa?" tanya Rara kepada Devano


"Kok manggilnya masih Kakak emang Vano kakak kamu" kata Papa


"Iya nak kan kalian udah nikah" sambung bunda


"Lah aku manggilnya apa?" tanya Rara


"Mas? Suamiku? Sayang? Atau yang lain?" saran Tante Nasya


"Mas aja dehh" jawab Rara dengan semburat merah yang ada di pipinya


"Haha pipi kamu kenapa Kak?" tanya Tasya pura-pura tidak tahu


"Hah kenapa?" Rara malu-malu


"Hahahaha" semuanya menertawakan Rara


"Kak ayo ambil makan" Rara mendorong tubuh Devano


"What? Kak?" kata Caca menyindir


"Eh iya mas kan belum biasa Ca" jawab Rara


"Ayok mas buruan di sini aku di permalukan" kata Rara menundukkan kepalanya


"Ya udah yuk tapi pipinya dikondisikan" ledek Devano


"Mas" Rara cemberut


"Jadi ngga ambil makan?" tanya Devano


"Ya iyalah" jawab Rara


"Kamu mau apa?" tanya Rara


"Itu aja" Devano menunjukkan makanannya


"Ya udah kamu tunggu sana gih" titah Rara


Rara pun mengambilkan makanan untuk dirinya dan Devano kemudian kembali ke meja makan dan menyantap makan siangnya.


Selesai makan ia kembali ke kamar untuk mempersiapkan resepsinya sore ini.


3 Jam Rara mempersiapkan dirinya.


"Udah selesai nak?" bunda masuk ke dalam kamar Rara


"Udah bunda" jawab Rara


"Devano udah?" tanya bunda


"Udah bund" jawab Devano


"Ya udah keluar gih udah mau mulai" kata bunda


"Iya bund" jawab mereka


Mereka pun keluar kamar dan bersiap jalan memasuki loby hotel


"Mas Rara gugup" kata Rara


"Tarik nafas coba" jawab Devano


Mereka memasuki loby hotel diiringi bunda, ayah, mama, dan Papa di belakangnya.


Tamu undangan sudah memenuhi gedung hotel. Banyak teman Rara, Devano, ayah bunda, papa mama. Semua hadir dalam pernikahan pertama putra dari Keluarga Abraham.


Rara dan Devano pun menaiki podium yang sudah disediakan.


"Acara demi acara sudah dilewati sekarang saatnya kedua mempelai untuk bernyanyi bersama. Silakan Mbak Chaira dan Mas Devano" kata Mc


"Selamat malam semuanya" sapa Devano


"Saya akan menyanyikan lagu Janji Suci untuk istri saya" sambung Devano


"Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


O-o-o-o-o-o-oh" Devano menghayati lagu yang ia nyanyikan


Plok plok plok


"Khusus untuk suami aku. Aku akan menyanyikan lagu Menua Bersama" kata Rara


"Ketika kulihat kisah mereka


Oh terasa indah, bagaikan cerita


Walau waktu menjauh hati kian berlabuh


Sungguh tergambar cinta sejati


Saling bantu berdiri


Tersenyum dan menatih


Kuingin seperti mereka


Menua bersama


Berjanji saling menunggu


Bila pergi lebih dulu


Kuingin seperti mereka


Menua bersama


Hari silih berganti


Musim pun berlanjut


Cinta terus bersemi di tepian waktu


Dan anganku pun terbawa


Mengharapkan yang sama


Oh, akankah cintaku seperti ini?


Saling bantu berdiri


Tersenyum dan menatih


Kuingin seperti mereka


Menua bersama


Berjanji saling menunggu


Bila pergi lebih dulu


Kuingin seperti mereka


Menua bersama


Saling bantu berdiri


Tersenyum dan menatih


Kuingin seperti mereka


Menua bersama


Berjanji saling menunggu


Bila pergi lebih dulu


Kuingin seperti mereka


Kuingin seperti mereka


Menua bersama" Rara menyanyi tulus dari hati


Tepuk tangan bergemuruh saat Devano dan Rara selesai bernyanyi.


"Acara selanjutnya adalah lempar bunga. Mari kita hitung sama-sama 1 2 3" teriak Mc


Pada hitungan ke-3 bukannya melempar bunga Devano memberikan satu ciuman di kening Rara.


"Aaaa" teriakan baper tamu undangan


"Yahh yang jomblo baperr nii.. Kita ulang sekali lagi ya" teriak Mc


Dan yang mendapatkan bucket bunganya adalah Farrel


"Selamat mas-mas yang memakai jas silver. Kapan ingin menikah?" tanya MC kepada Farrel


"Woi lo mau nikah kapan gue udah nii" ledek Devano


"Liat aja bentar lagi gue juga nyusul lo" jawab Devano


"Cie ciee" teriak semuanya


Acara demi acara sudah terlewati. Sekarang sesi tamu tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai dan foto bersama.



"Selamat ya Ra" Dino yang datang memberikan selamat kepada Rara


"Makasih Din" Rara tersenyum


Satu persatu teman-teman Rara dan Devano memberikan selamat kini bersisa keluarga dan sahabat dekatnya saja.


"Selamat ya kakak gue akhirnya nikah juga" kata Caca yang memberikan selamat kepada Devano dan Rara


"Iya lah nikah ya kali kagak" jawab Devano


"Akhirnya sah juga lo jadi kakak ipar gue" ledek Caca


"Makasih ya Ca udah nemenin gue terus" jawab Rara


"Selamat bro akhirnya lo kawin juga" ledek Farrel


"Lo kapan nyusul gue" Devano kembali meledek Farrel


"Nunggu dia siap dulu" jawab Farrel santai


"Dia siapa? Lo kagak pernah cerita ke gue anjay" kata Devano


"Adalah lo tau kok" jawab Farrel


"Selamat ya kak selamat Rara" kata Zara


"Makasih yaa" Rara tersenyum


"Devano jagain keponakan tante yang paling tante sayang ini yaa" kata Tante Fahma


"Iya tante pasti" jawab Devano


"Selamat sayang sekarang kamu udah jadi istri, jadilah istri yang baik" Tante Fahma menasihati Rara


"Iya tante insyaallah" jawab Rara


Semua keluarga sudah memberikan selamat kepada Rara dan Devano. Kini acara demi acara sudah selesai keluarga Rara dan Devano pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat karena besok pagi mereka akan ada pengajian di rumah Devano.


~Bersambunggg


Maaf karena untuk beberapa hari tidak up.


Minta dukungannya ya temen-temen ✨


Kita bagi hasil aku membuat cerita kalian memberikan like, komen, dan vote.


Terimakasih bagi yang sudah membaca novel aku.


Untuk pembaca baru dan juga lama jangan lupa untuk likee semua bab yang ada di novel ini. Jangan cuma akhir doang😔