
Saat tiba dikamar Rara hanya diam karena perkataan mertuanya dan adik iparnya yang meminta ia untuk cepat memiliki keturunan. Devano yang peka terhadap hati Rara pun mencoba memberi pengertian
“Ra?” panggil Devano namun tak ada sahutan dari Rara
“Ra?” Devano mencoba memanggil Rara kembali
Rara pun tersadar dari lamunannya setelah panggilan Devano yang kedua kalinya.
“Ah. Ya mas kenapa?” tanya Rara
“Jangan dipikirin ya omongan mama papa” jawa Devano
“Iya mas tapi aku cuma merasa nggak enak aja untuk menunda kehamilanku” kata Rara
“Udah nggak usah dibahas lagi lebih baik kamu istirahat biar besok vit untuk melakukan perjalan” nasihat Devano
“Iya aku bersih-bersih dulu” Rara pun pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka.
Devano pun menunggu Rara sembari mengecek laporan perusahaan yang dikirimkan farrel lewat email.
Setelah Rara bersih-bersih Devano pun gantian pergi ke kamar mandi. Rara pun tidur lebih dulu karena ia sangat lelah hari ini. Setelah keluar dari kamar mandi Devano yang melihat Rara pun tersenyum karena ia tahu bahwa istrinya masih memikirkan perkataan kedua orang tuanya. Devano pun menyusul Rara untuk membaringkan tubuhnya di kasur.
“Selamat malam istriku” kata Devano kemudian mengecup kening Rara
Devano pun mengikuti Rara pergi ke alam mimpinya.
Pagi hari pukul 4.30 Rara sudah terbangun untuk menjalankan kewajibannya sebelum ia bangun Rara mentap wajah suaminya dan mengelus pelan pipi Devano.
“Ternyata aku memiliki suami yang tampan” gumam Rara pelan dan tanpa Rara sadari Devano sudah bangun saat tangan Rara mengenai wajahnya
Devano pun membalikkan Rara dan badannya di atas Rara. Rara pun terkejut karena Devano memergokinya menatap wajah Devano
“Apa kamu baru mengetahu jika aku tampan?” tanya Devano dengan senyum jahilnya
“Tak aku tak berkata seperti itu kamu saja yang kepedeaan mas” jawab Rara mengelak dengan pipi yang bersemu merah
“Morning Kiss sayang” Rara yang terkejut karena ciuman Devano pun merasa jantungnya berdetak lebih kencang karena ini pertama bagi Rara dan ini pun first kiss Rara namun Rara merasa senang ia dapat memberikan ciuman pertamanya untuk suami sahnya.
“Aaaa mas lepasin ini udah adzan” kata Rara setelah tersadar dari lamunannya dengan wajah malu.
“Iya udah sana kamu ambil wudhu duluan” Deano pen melepaskan genggaman tangannya agar Rara dapat pergi ke kamar mandi.
Merasa tangannya sudah dilepaskan dan Devano sudah tak diatasnya lagi Rara langsung berlari menuju ke dalam kamar mandi
Devano yang melihat istrinya berlari pun tersenyum geli. Setelah Rara keluar dari kamar mandi Devano pun bergantian masuk ke dalam kamar mandi. Rara oun memakai mukenanya dan mengambil sajadah sembari menunggu Devano keluar kamar mandi. Setelah Devano keluar dan memakai baju koko dan sarung mereka pergi ke bawah untuk sholat berjamaah bersama mertua, adik iparnya dan para art yang ada. Karena di keluarga Devano membiasakan sholat berjamaah di mushola rumah mereka.
Saat menuruni tangga Devano kepikiran untuk menjahili istrinya kembali.
“Sayang sayang bibirku tiba-tiba sakit nihh” kata Devano
“Hah? Kenapa mas apanya yang sakit?” tanya Rara bertubi-tubi
“Karena belum puas aku cium kamu” jawab Devano dengan tawanya
“Iiih kamu tu ya aku udah khawatir kamu bisa- bisa bercanda” kata Rara kemudian menyubit perut atletis Devano
“Awww sakit sayang” teriak Devano
“Ini pada kenapa sih teriak-teriak udah ditunggu juga” omel Mama Sara
Pengumuman
Maaf ya judulnya aku ganti karena ada permasalahan sedikit maka dari itu judul aku ganti akan tetapi untuk ceritanya tidak ada perubahan sama sekali yaa☺️
Jangan lupa untuk Like, komen, dan vote yaa
Jadikan ke favorit✨
Terimakasih 🙏🏻