
Hari-hari terasa begitu cepat tak terasa besok pagi Rara akan resmi menjadi Nyonya Devano.
Hari ini Rara menjalani adat sebelum pernikahan yaitu dipingit.
Rara hanya di kamar dan tidak keluar jika tidak perlu
Saat Rara sedang bermain ponsel ada notif dari Dio
Dio
"Ra gimana udah baikan?"
Chairara
"Udah kok"
Dio
"Baguslah kalo gitu"
Chairara
"Dio gue minta do'a lo ya semoga pernikahan gue besok lancar"
Dio
"Iya Chaira semoga kamu bahagia ya"
Chairara
"Makasih Dio"
"Kalau aja gue bisa batalin ini semua"
Dio
"Udah lah Ra jalani aja semuanya, calon kamu juga baik dan sayang kan sama kamu"
"Jangan disesali Ra"
Chairara
"Makasih Dio😥"
Dio
"Iya sama-sama"
Chairara
"Udah dulu ya Dio ada yang ketuk kamar gue"
Dio
"Okey Ra"
Read
"Rara" Caca dan Zara muncul saat membuka pintu
"Akhirnya temen-temen gue dateng" kata Rara
"Tau ngga kalian gue di kamar udah kayak di penjara tau, ngga boleh ini itu" tambah Rara
"Jalani aja ini juga sekali seumur hidup lo" jawab Zara
"Ra gue udah bawain daster yang bagus untuk bridal shower lo" Caca mengeluarkan daster yang ia bawa
"Kok daster sih" protes Rara
"Udah sini gue makeupin" Zara menarik tangan Rara
"Terserah lo pada" jawab Rara
Rara pun pasrah di make up seperti apapun karena ini juga akan terjadi 1 kali seumur hidupnya jadi terserah sahabatnya akan membentuk muka dia seperti apa.
"Nih Ra jadi deh lo cantik banget" kata Zara
"Iya Ra lo coba ngaca deh" Caca menunjukkan kaca kecil
"Gila ya kayak gini di bilang cantik" Rara protes
"Udah kan ini yang terakhir buat lo" Caca akan memoto Rara
"Kita foto bareng aja" ajak Zara
"Itu tuh taro situ hpnya" titah Rara
Kemudian mereka berfoto bersama karena Rara pasti akan jarang berkumpul bersama seperti ini setelah menikah.
"Kalian tidur sini aja ya? Bajunya udah dibawa kan?" Rara tak ingin menyia-nyiakan sisa waktu lajangnya
"Pasti lah" jawab mereka serempak
"Eh Ra lo menanti itu ngga?" goda Zara
"Itu apa?" tanya Rara yang ngga ngerti
"Itu masak lo mau nikah ngga ngerti sih" jawab Caca yang mengedipkan satu matanya kepada Zara
"Apaan sih itu apa?" Rara masih belum paham
"Yang ena ena itu lho" Zara dan Caca masih menggoda Rara
"Eh apaan sih kalian" Rara yang menyadari pun tersenyum malu
"Hahaha" tawa Zara dan Caca
"Eh main truth or dare yuk nanti yang ngga mau terima harus makan lemon gimana setuju?" usul Rara
"Setuju" Zara dan Caca menjawab kompak
"Oke gue ambil dulu lemonnya" Rara pun turun ke bawah untuk mengambil lemon
"Rara" ada yang memanggil Rara saat Rara mengambil lemon di dalam kulkas
"Tante?" Rara pun berlari memeluk tantenya
"Tante kapan dateng?" tanya Rara kepada Tante Kiran adik dari ayahnya
"Baru aja, ayok ngobrol disana Tante Nasya dan Om Alvin juga dateng kesini" ajak Tante Kiran
"Rara udah lama ngga ketemu" Tante Nasya dan Tante Fahma (istri Om Alvin adik terakhir ayah) memeluk Rara
Semua itu adik dari Ayah Rara karena Bunda Rara hanya punya 1 adik itu pun masih kuliah di luar negeri jadi yang datang hanya keluarga dari ayah saja.
"Tante kapan sampainya?" tanya Rara yang sudah
"Kita ke Bandung dulu kumpul di rumah Kak Nasya jadi kesininya bareng-bareng tuh anak-anak baru main bareng sama Nafisa juga" terang Tante Fahma
"Lho Tasya mana?" Rara menanyakan sepupunya yang seumuran dengan dia
"Eh Ra kamu dapet orang mana?" tanya Tante Kiran
"Ayah jodohin Rara sama Kakaknya Caca" jawab Rara
"Wah kebetulan banget, waktu itu kamu tau kalo dia yang dijodohin sama Kak Rizal?" tanya Tante Nasya
"Ngga sama sekali tan, Rara kira sama orang yang tua eh ternyata ngga jauh beda sama Rara" jawab Rara
"Rara lama banget ambil lemonnya" kata Zara dan Caca yang menyusul Rara akan tetapi tidak tau bahwa ada tante-tantenya
"Eh ini Caca ya satunya siapa?" tanya Tante Fahma karena tante-tante Rara udah kenal dengan Caca tapi belum mengenal Zara
"Iya tante ini Zara temen Caca sama Rara" jawab Caca dengan menyalimi Tante Nasya, Kiran, dan Fahma
"Zara tante" Zara pun mengenalkan dirinya dan menyalimi tantenya Rara
"Sini duduk kita ngobrol bareng anggap aja seumuran" canda Tante Kiran
"Bisa aja tante" Caca tidak merasa canggung karena sudah kenal beda dengan Zara
"Zara jangan canggung ya kita biasa bercanda bareng kok" kata Tante Fahma
"Eh iya tante" jawab Zara
"Kalian nginep di sini?" tanya Tante Nasya
"Iya tante untuk terakhir kalinya Rara tidur sama mereka" jawab Rara
"Rame dong, untung rumah Kak Cici banyak kamarnya" canda Tante Fahma
"Wah seru banget ngobrolin apa sih?" bunda datang membawakan minuman dan camilan
"Haha biasa kak bercandaan sama anak muda" jawab Tante Nasya
"Bunda nanti Nafisa tidur sama ayah sama bunda ya" kata Rara
"Iya gampang nanti kamar juga banyak kan" jawab bunda
"Eh kak untung ada Nafisa ya jadi Rara pergi masih ada temennya" kata Tante Fahma
"Iya kalo ngga sepi banget ni rumah" jawab bunda
"Eh Ra kamu dah siap di gituin?" goda Tante Nasya
"Tante apaan sih" Rara tersipu
"Hahaha" semuanya tertawa
"Bikinin keponakan buat gue yang banyak ya Ra" Zara ikut menggoda
"Haha bener kamu Zar, buatin kami cucu yang banyak" tambah Tante Kiran
"Nikah aja belum terlaksana" jawab Rara
"Kan tinggal besok Ra. Besok lo resmi jadi kakak ipar gue" kata Caca
"Ngga kerasa ya kak, Rara udah mau nikah" kata Tante Fahma
"Iya kayaknya baru kemarin kita nunggu kehadiran keponakan pertama eh sekarang udah mau nikah aja" sambung Tante Nasya
"Aku juga ngga nyangka baru kemarin aku bertaruh nyawa sekarang aku memberi izin dia diambil orang lain" jawab bunda
"Aaa bunda" Rara berdiri memeluk bundanya
"Yah kok jadi melow sihh" canda Tante Kiran
"Istirahat yuk udah malem" ajak bunda
"Ya udah aku panggil anak-anak dan bilangin ke yang bapak-bapak dulu" kata Tante Fahma
"Ya udah kami naik dulu ya semuanya" pamit Rara kepada semuanya
Kemudian Rara dan kedua sahabat kembali ke kamar untuk beristirahat mereka tidak jadi main truth or dare karena hari sudah malam dan besok mereka harus bangun dini hari untuk bersiap karena pernikahan Rara.
Saat teman-teman Rara sudah tidur ada notif dari Dio lagi.
Dio
"Ra kalau kamu udah nikah jangan lupain aku ya"
Chairara
"Iya pasti lah lo temen lama gue"
Dio
"Ya udah semoga bahagia"
Chairara
"Iya Dio"
Dio
"Besok aku dateng kok aku dapet undangan pernikahan kamu. Satu angkatan dan guru-guru kamu undang kan?"
Chairara
"Jangan lupa ketemu gue ntar"
Dio
"Iya Chaira gitu amat sih. Udah sana istirahat besok harus fresh biar acaranya lancar"
Chairara
"Iya iya lo juga istirahat jangan lupa besok dateng"
Read
"Ra lo kok ngga tidur?" Zara mengagetkan Rara
"Eh Zar ini juga mau tidur kok" jawab Rara terkejut
"Ya udah istirahat besok harus semangat dan fresh" nasihat Zara dan Rara mengangguk
Kemudian mereka melanjutkan tidurnya agar besok tidak mengantuk dan kelelahan karena kurang istirahat.
~Bersambunggg..
Jangan lupa Likenya ya kakak semuanya.
Kalau ada saran masukkan saja ke dalam kolom komentar.
Jangan bosan ya✨
Makasih udah baca novel ini