It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 11 Bertemu



Tiba-tiba Rara bertanya kepada bunda.


"Bunda setelah menikah Rara tetap anak bunda kan?" tanya Rara dengan polosnya


"Iya sayang Rara akan tetap menjadi putri kecil bunda sekalipun Rara sudah menikah, Rara sudah menjadi ibu, atau bahkan jika Rara sudah menjadi nenek tetap Rara itu satu dimata bunda" jelas bunda


"Apa itu bunda?"tanya Rara


"Rara tetap akan menjadi malaikat bunda yang selalu bunda sayangi bunda cintai hingga bunda tiada" jawab bunda yang tak terasa mengeluarkan air mata.


"Makasih bunda, bunda akan tetap menjadi malaikat yang selalu menjaga, menyayangi Rara, mencintai Rara yang tiada duanya kan?" Rara mengarah pandangannya kepada bunda


"Iya sayang" jawab bunda


Tak lama kemudian Rara terlelap dan bunda masih mengusap rambut Rara dengan penuh kasih sayang.


Beberapa jam kemudian Rara terbangun kemudian Rara turun ke dapur


" Assalamualaikum bunda" salam Rara


"Waalaikumsalam anak cantik" jawab bunda


"Bunda lagi buat apa sih?" tanya Rara


"Bunda lagi masak untuk nanti malam" jawab bunda


"Lho kok banyak banget emang ada apa?" tanya Rara kembali


"Anak bunda ini ya masih muda sudah pelupa" canda bunda


"Kan ntar malam ada calon kamu yang bakalan dateng untuk pertemuan" tambah bunda


"Oohh iya Rara lupa bunda, ya udah Rara bantuin bunda ya" kata Rara


"Eittt Rara kan habis bangun tidur liat jam ini jam berapa? Udah sholat asar belum?" tanya bunda


"Astagfirullah Rara lupa bunda, kalau gitu Rara sholat dulu ya" kata Rara


"Iya iya" jawab bunda sambil menggelengkan kepala


"Tidak terasa sebentar lagi Rara sudah menjadi milik orang lain" kata bunda lirih


"Semoga yang dijodohkan ayah anak baik dan bisa menyayangi dan mencintai Rara setulus aku yang menjaga dia, mencintai dia, dan menyayangi dia sepenuh hati. Semoga Rara bahagia aamiin" kata bunda kembali


"Aamiin Ya RabbalAlamin" tambah ayah yang mendengar semua ucapan bunda


"Astagfirullah ayah nganggetin bunda aja" kata bunda yang sedikit membentak


"Maaf bun. InsyaAllah Devano akan mencintai Rara seperti kita mencintai dia" kata Ayah


"Iya yah semoga, bunda cuma bisa berdoa yang terbaik untuk anak kita" ucap bunda


"Ya sudah ayah ke teras dulu ya mau baca koran sama minum kopi" kata ayah yang berlalu membawa secangkir kopi.


Tak lama kemudian Rara datang sambil berteriak


"Bundaaaa" teriak Rara


"Ada apa sayang kok teriak teriak" tanya bunda


"Hehe nggapapa bunda kan sebentar lagi Rara ngga bisa teriak leluasa" jawab Rara


"Rara bantuin ya bunda masaknya" tambah Rara


"Iya sayang makasih" kata bunda


"Sama-sama bunda sayang" jawab Rara


Ditengan memasak Rara bertanya kepada bunda


"Bunda, bunda sayang ngga sama Rara?" tanya Rara


"Karena bunda ngga bela Rara untuk tidak menikah" kata Rara


"Rara sayang menikah itu sunnah rasul, bukannya bunda tidak membela Rara tapi insyaallah ini jalan terbaik untuk Rara, mungkin ayah melakukan ini agar Rasa tidak berbuat maksiat jadi Rara dijodohkan. Kan banyak tu diluar sana yang berbuat tidak baik, berbuat maksiat nah jika sudah menikah kan halal sayang" jawab bunda


"Tapi bunda sayang Rara?" tanya Rara


"Sayang anak bunda yang paling bunda sayangi kalau bunda tidak sayang sama Rara bunda ga akan menginginkan Rara sebelum Rara hadir dalam rahim bunda, sebelum Rara lahir bunda sudah mencintai dan menyayangi Rara, 1 jam sebelum Rara lahir bunda siap mempertaruhkan nyawa bunda, apa itu tidak dinamakan sayang Nak?" terang bunda lalu bertanya


" Makasih ya bunda, Rara minta maaf udah bertanya yang macem macem ke bunda, Rara sayang bunda I Love You Bunda Secilia Rahmawati" kata Rara dengan tulus


"I Love You Too little girl" jawab bunda


Rara dan Bunda pun saling berpelukan dan menangis


"Kok jadi melow sihh pasti Rara nii" canda bunda


"Ihh bunda maa" jawab Rara


"Ya sudah ayok masak lagi ngga jadi jadi ntar" kata bunda


Mereka pun melanjutkan memasaknya hingga waktu menunjukkan pukul setengah 6


"Yey akhirnya selesai" kata Rara bersemangat


"Alhamdulillah, sekarang Rara mandi kemudian Rara sholat bunda juga mau mandi" ucap bunda


"Lho ayah kemana bun?" tanya Rara


"Ayah kan laki-laki sayang yang wajib ke masjid" jawab bunda


"Oh iya Rara lupa yaudah Rara naik ya bun" kata Rara


"Oke sayang" jawab bunda


Setelah mandi dan sholat maghrib Rara turun ke bawah menghampiri Bundanya.


"Bunda sini Rara bantuin natain" kata Rara


Rara dan Bunda sudah selesai menata makanan di meja makan kemudian mereka menunggu ayah di ruang keluarga.


"Assalamualaikum" salam ayah


"Waalaikumsalam" jawab bunda dan ayah


Tak lama kemudian


Tok tok tok


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


Kata orang balik pintu


"Bunda biar Rara aja yang buka pintunya" kata Rara


Rara pun membuka pintunya


"Waalaikumsalam" jawab Rara


Deg!


~Bersambunggg...


Temen-temen minta dukungannya ya kritik dan saran dari temen-temen adalah semangat aku.


Untuk itu like terus dan komen ya temen-temen


Makasih 💛