It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 42 Boleh ya?



“Sayang?” Panggil Devano.


“Ya?” Jawab Rara yang tengah membuka hijabnya.


“Kamu capek nggak?” Tanya Devano.


“Lumayan emang kenapa mas?” Rara berbalik menghadap Devano.


“Nggakpapa ya udah kamu bersih-bersih terus tidur.” Kata Devano sendu.


“Kamu mau ngapain emangnya?” Tanya Rara yang duduk di samping Devano.


“Nggak jadi kamu pasti capek.” Jawab Devano sedih.


“Jujur aja kamu mau apa? Aku nggak terlalu capek kok.” Jawab Rara.


“Beneran?” Tanya Devano dengan mata yang berbinar.


“Emang mau apa sih?” Tanya Rara penasaran.


“Kamu bersih-bersih aja dulu habis itu baru tiduran.” Perintah Devano.


“Kirain mau apa sampai nanyainnya gitu.” Kemudian Rara pergi ke kamar mandi.


Saat Rara selesai mandi ia mengendap-endap keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaiannya saat sedang membuka almari ia dikejutkan oleh Devano yang memeluknya dari belakang.


“Allahuakbar kamu sukanya kagetin aku mas!” Bentak Rara.


“Sayang hadap sini.” Kemudian Rara memutar badannya dan menghadap Devano.


Devano dengan cepat menarik tengkuk Rara dan melu*** bibir Rara. Rara pun membalasnya karen ia sudah bisa mengimbangi Devano yang terkadang mendadak suka menciumnya.


"Sayang boleh ya?" Tanya Devano.


Rara pun hanya mengangguk.


Devano pun menarik Rara ke atas kasur dan terjadilah adegan suami istri.


***


Pagi harinya Rara terbangun karena mendengar suara adzan ia menyingkirkan tangan kekar yang ada di atas badannya lalu ia tersenyum malu mengingat kejadian yang tadi malam terjadi, lalu ia mengusap lembut wajah Devano dn mencium pipinya. Devano yang merasakan sentuhan di wajahnya pun terbangun dan ia melihat Rara di hadapannya pun pura-pura tertidur dan setelah Rara mengecup pipinya ia membalikkan badan Rara dan sekarang ia berada di atasnya.


Cup!


“Sayang 1 kali lagi yaa.” Kata Devano.


“Nggak aku baru tidur berapa jam coba, ini udah adzan aja.” Tolak Rara.


“Aku mau mandi mas awas!” Rara mencoba menyingkirkan badan Devano namun ia tetap saja kalah.


“Bareng ?” Tanya Devano.


“Nggak kamu lama.” Tolak Rara.


“Di sini apa mandi bareng?” Devano mencoba memberi tawaran.


“Ya udah mandi bareng aja tapi cuma mandi ya.” Kata Rara.


“Iya sayang.” Devano turun dari tempat tidur dan menggendong Rara ala bridal masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah 1 jam mereka pun keluar dari kamar mandi dan melaksanakan sholat subuh di dalam kamar karena jika di mushola pun sudah tidak ada orang yang akan sholat.


"Mas gara-gara kamu kita jadi nggak jamaah di bawah kan huh." Kata Rara kesal.


"Ya udah sih kamu juga menikmati kok." Jawab Devano.


"Iih apaan sih mas kamu!" Rara menutup mukanya dengan mukena yang akan dipakai.


"Idihh malu-malu." Ledek Devano.


"Aah udah ayo sholat ini udah kelewat waktu sholat." Jawab Rara dengan muka malunya.


Setelah sholat Rara turun ke bawah untuk membantu Mama Sara memasak.


~Bersambunggg


Mohon maaf ya untuk keterlambatan up, aku udah mulai masuk dan banyak tugas jadi ga sempat untuk up.


Makasih bagi yang udah menunggu.


Mungkin aku nggak akan seperti kemarin untuk selalu up setiap hari. Tapi akan aku usahakan untuk selalu up.


Sekali lagi terima kasih untuk yang udah menunggu karya aku.


Jangan lupa like, komen, dan votenya yaa.