
Kemudian tidak berapa lama mobil Papa Adit sampai. Caca pun keluar terlebih dulu dan berlari memeluk Nafisa
“Nappp!” panggil Caca
“Kakak kok ikut kesini?” dengan polosnya Nafisa berkata seperti itu
“Memang tidak boleh kesini?” tanya Caca
“Tidak kakak nakal padaku” jawab Nafisa
“Kamu yaa” Caca mencubit pelan pipi gembul Nafisa
“Kakak!” Nafisa berlari ke arah Devano, Devano pun menggendong Nafisa.
Mama,Papa, dan Oma pun datang masuk. Kemudian mereka bersalaman terlebih dahulu baru masuk ke dalam ruangan VIP agar tidak terganggu dengan pengunjung lainnya.
Mereka pun bercerita dengan berbagai hal.
“Ci ini siapa?” tanya Oma
“Anak angkat Cici bu?” jawab Bunda
“Kamu ketemu dimana?” tanya Oma kembali
“Rara dan Devano yang bertemu dia di mall” jawab Bunda
“Nak sini” ajak Oma kemudian Nafisa mendekati Oma
“Nama kamu siapa?” tanya Oma Ratna
“Napisa” jawabnya
“Panggil aja Oma ya” kata Oma Nafisa pun hanya mengangguk
Ayah, Papa, dan Devano tentu saja membicarakan bisnisnya dan Caca bersama Rara sedang berbicara tentang pendidikan mereka dan kegiatan mereka.
"Kak kita kan masuk mungkin habis lebaran, waktu puasa tidak ada pekerjaan dong?" tanya Caca
"Ya itu kan lo. Kalau gue sih ada ya" ledek Rara
"Gue pengen cepat nikah aja deh biar ada yang nemenin" kata Caca
"Nikah itu tidak segampang yang lo pikir, nikah itu tanggung jawab dunia dan akhirat jadi lo ngga boleh main-main" nasehat Rara
"Gue kesepian lo udah ada Kak Vano, Zara udah ada pacarnya" keluh Caca
Ting
Saat mereka mengobrol ada nofikasi muncul dari hp Caca.
081********
"Ca gimana kabar lo?"
ClarissaNindy
"Mmm siapa ya?"
Kemudian Rara bertanya kepada adik iparnya.
"Siapa Ca?" tanya Rara
"Nggak tau gue" jawab Caca
"Haha jodoh dateng tuh" ledek Rara
"Ya kalau cowok kalau cewek?" cibir Caca
"Jangan gue nggak mau punya adek suka sama sejenis" kata Rara dengan tertawa
"Asyik banget bicara apa sih?" tanya Devano tiba-tiba
"Ini Caca ada yang chat nomor tidak dikenali" jawab Rara
"Mana coba lihat nomernya" Caca pun memberikan ponselnya kepada Devano
"Ini nomor Farrel dia tadi minta ke gue" Devano menyerahkan ponselnya kembali kepada Caca
Flashback on
Farrel
"Bro gue boleh minta tolong nggak?"
Devano
"Tolong apa?"
Farrel
"Minta nomor Caca"
Devano
"Jangan bilang lu suka adik gue"
Farrel
"Nggak tau gue, gue pengen deket dulu aja"
Devano
"Gue kirim tapi awas aja ya sampai lo sakiti adik gue"
Farrel
"Oke thanks, doain aja"
Devano pun mengirimkan nomor Caca kepada Farrel.
Flashback off
"Untuk apa dia minta nomor gue kak?" tanya Caca
"Mana gue tau lo tanya sendiri aja" jawab Devano santai
Beberapa menit kemudian makanan mereka datang.
Setelah makanan datang mereka memakan dengan hening dan saat sudah selesai mereka baru memulai obrolannya kembali.
Saat hari sudah menjelang semakin sore Keluarga Abraham pamit untuk pulang karena Rara dan Devano harus mempersiapkan kembali keperluannya.
“Bun ntar kita tunggu di bandara ya” kata Devano
“Iya bun nanti Rara kabarin lagi kalau kita mau berangkat” tambah Rara
“Iya nanti bunda nyusul” jawab Bunda
“Nafisa sini kakak bisikin” rayu Caca kepada Nafisa, Nafisa pun mendekat.
“Nafisa mau nggak minta adek?” bisik Caca kepada Nafisa
“Iya tapi nanti kalau Nap bilang mau Kak Caca kasih Nap es cream ya” bisik Nafisa balik
“Iya janji” Caca mengulurakan jari kelingkingnya dan Nafisa membalasnya
“Nap dibisikin apa sama Kak Caca” tanya Mama
“Kata Kak Caca kalau Nap mau adek dari Kak Rara bakal dikasih es cream, Nap bilang aja mau” cicit polos Nafisa
“Napp udah diem aja Nap bilang langsung ke Kak Rara aja” pinta Caca
“Kak Nap mau adik” dengan polosnya Nafisa berkata seperti itu kepada Rara
“Nap doain aja ya” kata Rara
“Ya sudah ayo pulang biar kalian biar bisa siap siap kembali” kata Papa
~Bersambunggg
Makasih yang udah mau menunggu karya aku.
Jangan lupa like, komen, dan votenya yaa.
Banyak vote dan like aku tambah banyak up.
Jadikan favorit juga yaa🖤