
Sore hari setelah berkemas Devano dan Rara telah turun ke lobby karena sudah dijemput oleh pengawal Devano dan mengantarkannya ke bandara karena pesawat pribadi Devano telah datang siang tadi.
Setelah sampai di bandara Rara meminta Devano untuk menunggunya karena ia akan membeli minuman terlebih dahulu.
“Mas aku ke starbuck* dulu yaa.” Izin Rara.
“Iya, eh sayang aku nitip vanilla latte ya.” Pinta Devano, Rara pun mengangguk dan pergi untuk membeli coffee.
Pada saat Rara menunggu pesanannya ada telpon masuk.
📞
Nindyacaca
“Assalamualaikum kak.”
📞
Chairara
“Waalaikumsalam ada apa?”
📞
Nindyacaca
“Udah bawa pesenanya kan kak?”
📞
Chairara
“Ya gue belum tau kalau itu serahin sama Allah.”
📞
Nindyacaca
“Tapi lo udah berusaha kan?”
📞
Chairara
“Apaan sih lo, eh bentar jangan dimatiin dulu gue mau ambil pesanan gue bentar.”
Kemudian Rara mengambil pesanannya karena namanya sudah dipanggil kemudian ia kembali ke tempat Devano namun masih dengan bertelephone dengan adik iparnya Caca.
📞
Nindyacaca
“Udah belum?”
📞
Chairara
“Udah.”
📞
Nindyacaca
“Lo beli apaan sih kak?”
📞
Chairara
“Gue beli coffee untuk di pesawat kenapa emang?”
📞
Nindyacaca
📞
Chairara
“Iya lah lusa udah puasa.”
📞
Nindyacaca
“Ya udah hati-hati, tapi sampai sini jam berapa?”
📞
Chairara
“Mungkin sekitar jam 7, yaudah gue matiin ya ini mau masuk ke pintu keberangkatan."
📞
Nindyacaca
“Iyaa hati-hati”
Kemudian Rara menghampiri Devano yang sudah menunggunya.
“Telephone dari siapa?” Tanya Devano setelah menerima minumannya.
“Dari Caca, dia tanya jadi pulang sekarang nggak.” Jawab Rara dengan meminum coffeenya.
“Oh ya udah yuk masuk.” Devano pun memberi isyarat kepada pengawal yang ada di dekatnya jika ia akan segera terbang.
Saat Devano dan Rara memasuki pintu keberangkatan banyak orang yang tidak menyangka karena bertemu langsung oleh pengusaha kaya dan muda. Pengawal Devano pun dengan cepat memberikan jalan untuk atasannya.
Saat di dalam pesawat Rara duduk di dekat jendala dan suaminya di sampingnya. Rara pun menoleh kepada suaminya dan tersenyum, Devano menatap heran istrinya karena tiba-tiba tersenyum.
“Kamu kenapa sayang tiba-tiba senyum?” Tanya Devano keheranan.
“Makasih ya mas aku bahagia.” Rara memeluk lengan Devano.
“Aku yang harusnya bilang makasih ke kamu sayang.” Jawab Devano.
“Kenapa bisa gitu?” Tanya Rara.
“Ya karena kamu bisa terima aku padahal udah ada masalah.” Jawab Devano.
“Harusnya waktu itu Rara yang minta maa karena sifat kekanak-kanakan Rara.” Kata Rara.
“Mmm mas kan waktu itu kamu pernah bilang ke aku kalau Sisca Cuma butuh uang kamu, nah kalau uang yang kamu beri udah habis terus dia balik ke kamu gimana? Kamu akan tinggalin aku?” tanya Rara.
“Nggak sayang, aku sadar sekarang kalau ternyata Sisca itu mata duitan.” Jawab Devano.
“Kalau boleh tau mantan kamu berapa mas?” Tanya Rara.
“Waktu aku kuliah di London ada 2 yang satu itu kayak Sisca mata duitan yang satu lagi biasa aja malahan sekarang berteman baik, dan Sisca jadi ada 3.” Jawab Devano.
“Yang baik namanya siapa?” tanya Rara yang ingin tau masalalu Devano.
“Oh dia namanya Agatha dia orang Indo juga kita kenal udah lama dari waktu SMA.” Devano menceritakan masalalunya.
“Kamu ada inisiatif untuk balikan sama dia? Karena kan dia lebih baik dari 2 mantan kamu lainnya.” Tanya Rara yang masih memeluk lengan Devano.
~Bersambunggg
Jangan lupa like, komen, dan votenya yaa.
Tambahkan ke daftar favorit jugaa 😍
Makasih udah baca✨