It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 29 Permintaan Mama Papa



Setelah maghrib Rara dan Devano turun ke bawah untuk bersiap makan malam. Devano duduk bersama Papa dan Caca di depan tv sedangkan mama memasak di bantu dengan Rara.


Saat tidak ada mama dan istrinya ide jahil Devano muncul untuk menggoda adeknya.


"Hemm hem katanya ada yang mau nikah bantuin mama dan kakak iparnya aja ngga mau gimana mau nikah" sindir Devano


"Siapa yang mau nikah?" tanya Papa serius


"Itu tu pah Caca katanya mau nikah" Devano menjawab untuk menjahili adeknya


"Siapa Ca calonnya awas aja ya ngga sesuai kriteria Papa kamu ngga boleh nikah atau ngga papa jodohin" ancam papa serius


"Ngga pa ya ampun Kak Devano ngada-ada beneran deh" Caca yang mendengar ancaman Papanya jadi gelagapan


"Bohong pah tadi aja bilang gini 'awas ya kalo Caca udah nikah' gitu pah kan dia mulai kuliah aja belum masak mau nikah aja" adu Devano


"Ngga pah tadi Caca cuma bercanda beneran deh" Caca mengangkat jari telunjuk dan tengahnya


"Kenapa sampai minta mau nikah segala?" tanya Papa


"Ya karena tadi anu eee. Karena Kak Devano jailin Caca terus jadi Caca kan kesel" jawab Caca yang masih takut


"Kamu boleh aja nikah muda tapi cari suami yang bener" kata Papa


"Serius pah?" tanya Caca memastikan


"Tapi ya kamu belajar menjadi ibu rumah tangga dulu bantuin masak Mamanya aja ngga mau, masak mau nikah" jawab Papa


"Haha noh bantuin Mama sama kakak ipar lo biar pinter. Ehh btw emang lo usah ada calon?" tanya Devano mengejek


"Mmm ya belum sih" jawab Caca pelan


"Hahahaha pikirin dulu kuliah" kata Papa


"Hahahaha" tawa Devano dan Papa menggelegar


"Ahh udah ah Caca mau bantuin Mama sama Kak Rara aja" Caca menyusul dua wanita itu ke dapur eh salah satu gadis satu wanita maksudnya kan Rara belum diapa-apain


Hayo pada mikir apaa?


"Adek kamu tu No bisa-bisanya minta nikah tapi belum ada calonnya" kata Papa


"Anak papa juga kan" Devano balik meledek


Kemudian mereka melanjutkan menyaksikan tv dan sesekali berbicara tentang bisnis.


"Lho Ca kok lo kesini?" Rara yang melihat Caca akan menghampiri dirinya pun bertanya


"Mau bantuin masak lah" jawab Caca enteng


"Kesambet apa kamu Ca mau bantuin masak" ledek mama


"Ya habis tadi Papa sama Kak Vano bilang mau nikah kok ngga bisa masak terus diketawain" adu Caca kepada mama dan kakak iparnya


"Emang udah ada calonnya?" tanya Rara


"Ya belum sih" Caca menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Haha pantesan mereka menertawakan kamu" kata Mama


"Haha gimana mau nikah kalau ngga ada calonnya" ledek Rara


"Ya kan ini Caca mau belajar dulu biar pintar" elak Caca


Kemudian mereka kembali setelah bercanda. Setelah selesai Rara menghidangkan di meja makan dan Caca memanggil kakak dan papanya.


Setelah berkumpul mereka memakan makanannya dengan lahap dan pada saat di tengah makan Papa Aditya membuka suara.


"Tadi Oma telepon Papa katanya dia mau kesini" kata Papa disela makannya


"Memangnya kapan pah?" tanya Devano


"Tapi pah besok sore kan kami sudah berangkat ke Bali" kata Rara


"Nanti biar Papa bilang ke Oma, katanya ia akan tinggal disini sementara waktu" jawab Papa


"Ya semoga saja Oma sampai di sini siang sebelum kalian berangkat agar Rara bisa bertemu dengan Omanya Devano yang di Aceh" kata Mama


"Iya mah" jawab Rara sambil tersenyum


Setelah selesai Rara dan Caca membereskan meja makan dan meletakkan piringnya di wastafel karena yang menyuci itu tugasnya ART yang ada.


Setelah merapikan meja makan kemudian Caca, dan Rara menyusul keluarganya yang sudah berada di ruang keluarga.


"Persiapan kalian bagaimana? Udah kan?" tanya Mama


"Udah sih ma tinggal packing baju terus berangkat aja" jawab Devano


"Mama sama papa mau nitip apa besok sewaktu pulang kesini?" tanya Rara kepada mertuanya


"Lo mau apa Ca?" tanya Rara


"1 aja ngga usah banyak-banyak" jawab Caca santai


"Kebiasaan mintanya satu harganya gede" jawab Devano sinis


"Enak aja ini gratis bener-bener ge ra tis" Caca sampai mengeja kata gratisnya


"Kamu mau apa sih?" tanya Papa


"Mama dan Papa pasti setuju juga sama Caca" kata Caca


"Emangnya apaan sih kok gratis" tanya Rara penasaran


"Aku mau baby" jawab Caca santai


"Maksudnya?" tanya Devano


"Ya gue mau keponakan lah gitu aja pakai tanya, lemot banget punya saudara" cibir Caca


"Mama juga mau kalau itu. Mama janji deh bakal lebih sering dirumah kalau kamu bawa baby pulang dari bulan madu" tambah Mama


"Papa juga mau udah lama ngga gendong baby" Papa juga menambahi


Seketika wajah Rara berubah menjadi pias. Ia tak tega terhadap mertua dan adik iparnya jika menunda kehamilan.


"Insyaallah kalau itu kehendak Allah" jawab Devano


"Ya tapi kamu harus berusaha" kata Mama


"Iya mah" jawab Devano. Rara hanya tersenyum


Kemudian Rara dan Devano pamit untuk istirahat.


Saat menuju kamar Rara hanya diam saja memikirkan kata-kata mertua dan adik iparnya


Haii makasih yang udah baca novel aku.


Makasih untuk 2,5k viewsnyaa


Jangan lupa untuk selalu like komen yaa jangan lupa vote karya ini jugaa.


Bantun follow akun aku juga ya kakak-kakak


Kritik dan saran silahkan ketik di kolom komentar🙏🏻


Aku akan berusaha up setiap hari jika tidak ada kesibukan✨


Terimakasih😍