
Kemudian mereka melaksanakan sholat berjamaah setelah sholat berjamah Rara dan Devano pergi ke kamar mereka untuk packing honey moon mereka yang akan berangkat nanti sore setelah Oma Devano datang.
Saat berjalan menuju kamar Devano bertanya pada istrinya.
“Sayang kamu nggak mau dibantuin sama art? Supaya nggak terlalu capek” tanya Devano mulai tadi pagi Devano mencoba memanggil Rara dengan sebutan sayang karena ia sudah mencintai istrinya.
“Nggak usah mas aku bisa sendiri kok lagi pula cuma seminggu jadi nggak terlalu banyak bawa bajunya” jawab Rara
“Ya udah deh terserah kamu yang penting kamu nggak terlalu capek” kata Devano Rara pun hanya mengangguk
Kemudian Rara membereskan mukena dan sarung yang dipakai Devano dan bersiap untuk memasukkan pakaiannya dan Devano ke dalam koper.
Devano pun membantu istrinya untuk packing
“Sayang sini aku bantuin” Devano menawarkan bantuan Rara pun hanya tersenyum
"Udah aja nggak usah bawa banyak baju" kata Devano
"Mas ini aja baju aku dan kamu cuma 1 koper dibilang banyak" omel Rara
"Nanti beli aja di sana" kata Devano
"Kamu bawel banget sih" ledek Rara
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Devano yang pura-pura tidak mendengar
"Nggak aku nggak bilang apa-apa kok" jawab Rara yang menutup mulutnya
Devano dengan cepat menggendong Rara ala Bridal style ke atas kasur dan menggelitiki Rara sampai Rara kesal
"Mass geli tau lepasin" keluh Rara
"Salah siapa tadi bilang gitu" jawab Devano
"Kan kamu emang gitu tadi jadi nggak selesai kan" kata Rara
"Kan aku cuma kasih tau biar kamu nggak terlalu capek" jawab Devano
"Iya lepasin aku capek kalau kamunya gelitikin aku kayak begini" Rara yang sudah lelah tertawa karena kegelian
"Ra?" panggil Devano
"Hmm" Rara hanya berdehem
"Ntar buat pesenan Caca yaa" bujuk Devano
"Hah? Apaan?" tanya Rara pura-pura tak tahu
"Aahh kamu mah" jawab Devano
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Rara
"Mas aku mau bantu mama" teriak Rara
Devano pun melepaskan tangan Rara dan Rara segera berlari keluar kamar agar ia tidak dijahili oleh suaminya.
Devano yang melihat istrinya lari karena kejahilannya pun tertawa.
“Lho sayang kok kamu udah turun memangnya udah selesai packingnya?” tanya Mama Sara
“Sudah kok mah, mana mah yang harus Rara kerjain?” tanya Rara balik
“Kamu potongin sayuran aja terus kamu mandi siap-siap” jawab Mama.
“Lho memangnya mau kemana mah kan Rara masih sore nanti perginya” tanya Rara
“Mau jemput oma setelah sarapan jadi kamu mandi dulu ini nanti juga diterusin Bi Tari kok biar nanti kita selepas sarapan langsung pergi ke bandara” terang Mama
"Pagi Mama pagi Kak Rara" sapa Caca
"Pagi sayang" Mama menyapa balik Caca
"Pagi jomblo" balas Rara dengan meledek adik iparnya itu
"Iiihh kok gitu sih" gerutu Caca
"Ya kan kamu emang jomblo makanya buruan nikah" jawab Rara
"Emang aku boleh nikah muda mah?" tanya Caca kepada mamanya
"Boleh aja tapi dengan orang yang udah mama papa kenal" jawab Mama enteng
"Ya masak Caca mau dijodohin ya gak mau lah" kata Caca sebal
"Tidak asalkan dia bertanggung jawab dan lebih dewasa dari kamu pastinya" jawab Mama
"Ya iyalah mah tapi mau cari dimana coba" tanya Caca
"Online shop" canda Rara
"Aku serius tinggal aku yang sendiri antara kita bertiga kak" kata Caca
"Emang si Zara udah punya pacar?" tanya Mama
"Udah ma, aku doang yang sendiri" kata Caca sedih
"Kasiannya adekku sedih, banyakin berdoa makannya biar diberi jodoh" nasehat Rara
"Bener tu jangan cuma berdoa minta uang bulanan di tambahin" tambah Mama
"Iya iya" kata Caca sebal
Kemudian mereka melanjutkan memasak.
“Yaudah ini udah selesai ma, Rara ke atas dulu ya ma” pamit Rara mama pun mengangguk
Makasih yang udah baca novel aku✨
Jangan lupa like, komen, dan vote akun aku yaa
Follow juga akun aku inii☺️
Salam hangat dari author😜