
Setelah selesai mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.
Beberapa menit kemudian mereka pergi kebandara untuk menjemput oma, mereka membawa 2 mobil, Rara bersama Devano dan Caca bersama Mama Papa.
Sesampainya di bandara mereka menunggu oma karena pesawat pribadi oma belum mendarat.
“Kak Rara” panggil Caca kepada kakak iparnya, setelah Rara menikah dengan kakaknya Caca memanggil sahabatnya itu dengan sebutan kakak.
“Hmmm” Rara hanya berdehem
“Beli coffee yuk bosen tau” ajak Caca
“Yaudah yang lain ditanyain pada mau ngga?” jawab Rara
“Mas kamu mau coffee nggak? Aku sama Caca mau beli coffee nii” tanya Rara kepada suaminya
“Emang kamu mau beli dimana?” Devano balik bertanya
“Di starbuck* lah mau dimana lagi coba” jawab Rara
“Yaudah aku mau caramel latte aja” pesan Devano
"Mah pah ada yang mau Coffee ngga? Caca mau ke starbuck* nii" tawar Caca kepada mama papa
"Mama mau vanilla latte aja" kata mama
"Papa mau caramel latte ya" tambah Papa
"Sip" Caca mengacungkan jari jempolnya
Kemudian Caca dan Rara menuju starbuck* untuk membei coffee setelah sampai di dalam Rara pun memesan kepada barista
“Mbak saya mau caramel latte 2, vanilla latte 1, dan green tea frappuccinonya 2” pesan Rara
“Atas nama siapa mbak pesanannya?” tanya baristanya
“Chaira aja” jawab Rara setelah itu Rara membayar pesanannya
Kemudian Caca dan Rara menunggu pesanannya dengan mengobrol kecil
“Kak rasanya digituin gimana sakit?” tanya Caca
“Gituin gimana?” Rara balik bertanya
“Itu lho yang malam pertama” jawab Caca
“Mana gue tau” kata Rara santai
“Lo belum pernah?” tanya Caca kembali
“Gue takut” jawab Rara
“Kata orang sakit makannya gue takut” tambah Rara
“Lah berarti Kak Vano belum pernah nyentuh lo gitu?” tanya Caca yang sudah semakin kepo
"Kuat amat tu kakak gue menahan hasratnya" kata Caca dengan tawanya
"Ya habis gimana gue masih takut" jawab Rara
"Tapi cepat atau lambat lo bakalan merasakan malam pertama walaupun tertunda" ledek Caca
"Pelan-pelan beg* lo kenceng banget ngomongnya gue malu" kata Rara
"Iya iya gitu aja marah" jawab Caca dengan tawanya
Nama Rara pun dipanggil dan Rara langsung mengambil pesanannya dan kembali menemui mertuanya dan suaminya.
“Ca masalah tadi lo jangan bilang siapa-siapa ya” pinta Rara
“Iya lo tenang aja yang penting pulang bawain pesanan gue atau nggak jodoh juga boleh” canda Caca
“Belajar dulu baru mikir jodoh” kata Rara
“Yah lo aja udah nikah masa gue nggak boleh?” protes Caca
“Ya karena jodoh gue udah ada sebelum gue cari makannya gue nggak usah repot buat cari jodoh” ejek Rara
“Yah curang lo masak cuma lo doang yang boleh nikah saat baru lulus SMA gue kan juga mau jadi istri punya tanggung jawab ada yang nemeni nggak cuma jadi obat nyamuk mulu” gerutu Caca
“Cari jodoh lah sana yang ganteng dan yang pasti bertanggung jawab kalau cari jodoh tu” nasehat Rara
“Iya kakak iparku” jawab Caca
"Eh Ca lo tau sahabat Mas Vano?" tanya Rara
"Iya tau emang kenapa?" Caca balik bertanya
"Lumayan tau ganteng gebet aja tuh" sekarang Rara yang meledek Caca
"Ehh iya kenapa ngga kepikiran ya" jawab Caca
"Ehh gue bercanda lo serius" kata Rara
"Tapi bener ganteng, pekerja keras, berada lagi ya ngga mikir materi sih tapi masuk ke syarat papa" pikir Caca
"Kuliah dulu yang pinter" nasehat Rara
"Iya iya" gerutu Caca
~Bersambunggg
Hari ini up 2 ya untuk readers yang setia baca
Jangan lupa like, komen, dan vote yaa
Follow akun ini jugaa☺️
Makasih untuk yang udah baca🤩