It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 15 Masalah 2



"Perjodohan ini kenapa?" Devano ikut membuka suara


"Rara mau perjodohan ini ditunda atau dibatalkan sampai Kak Devano tidak mempunyai masalah 1 pun sama Sisca" Rara hanya menarik nafas panjang


"Masalah apa?" tanya ayah


Rara hanya diam dan Caca yang menceritakan semuanya.


"Betul Devano?" tanya Mama Sara penuh penekanan


"Iya ma tadi siang Sisca tiba-tiba datang dan nampar Rara" Devano berkata dengan penuh penyesalan


"Kenapa kamu menerima perjodohan ini jika kamu masih berhubungan dengan Sisca?" Papa Adit sudah tidak bisa menahan emosinya


"Devano udah ngga ada hubungan apa-apa sama Sisca pah Devano udah akhir hubungan Devano sama Sisca beberapa hari yang lalu" Devano berusaha menjelaskan yang sebenarnya kepada orangtuanya


"Maaf bukanya Rara mau bersifat kekanak-kanakan tapi Rara ga mau setelah Kak Devano nerima perjodohan ini tapi masih ada masalah dengan Sisca karena itu nanti menyebabkan masalah juga buat Rara, Rara ngga mau sampai ada masalah dalam perjodohan ini sedangkan itu bukan Rara yang buat masalahnya jadi Rara harap semuanya mengerti" Rara mengeluarkan unek-unek yang ia pendam


"Mama paham tapi jangan sampai dibatalin ya sayang kita tunda dulu ya" bujuk mama Sara karena Keluarga Abraham hanya ingin Rara yang menjadi menantu perempuannya. Itu disebabkan menurut feeling mama dan papa Devano perempuan yang mendekati Devano hanya karena harta akan tetapi perempuan yang dijodohkan oleh papanya adalah perempuan dari keluarga baik-baik maka dari itu Keluarga Abraham hanya mau Rara yang menjadi menantunya.


Rara hanya menganggukkan kepala


"Ca anterin gue ke toilet" bisik Rara Caca pun pamit kepada semua orang dan mereka pergi ke toilet


Sampainya di toilet Rara nangis sejadi-jadinya di pelukan Caca


"Ca gue ngga salah kan?" Rara masih terisak


"Engga lo ngga salah pokoknya lo tetap akan jadi kakak ipar gue selamanya" Caca mengusap punggung Rara dan menenangkan


"Sambil nunggu perjodohan ini gue mau daftar kuliah biar gue ga mikirin ini terus.


Ca kalo gue boleh jujur" omongan Rara terputus


"Jujur apa? Ada yang lo Sembunyiin dari gue?" Caca menanyakan apa yang ada di otaknya


"Sebenernya waktu masih sekolah gue udah aga suka sama kak Devano tapi gue mikir ngga mungkin kak Devano juga suka sama gue. Makanya kejadian tadi siang buat gue terpukul banget" Rara terus terisak


"Udah Ra jangan nangis, sebenarnya kak Devano usah mulai buka hati buat lo tadi siang dia cerita sama gue makanya dia coba terima perjodohan ini" jelas Caca menenangkan


Flashback on


Setelah Devano mengantarkan Rara dan disambut oleh pertanyaan yang bertubi-tubi oleh Caca ia langsung naik ke kamarnya.


"Kak kenapa kok dah pulang? Gimana Rara?" Caca duduk disamping Devano


"Saat kakak udah mencoba membuka hati untuk Rara Sisca dateng. Rara tadi buat kakak bener-bener salut kakak udah mulai suka sama Rara tapi tiba-tiba Sisca dateng nampar Rara disitu Rara syok banget dan dia pergi ke ruang pribadinya. Setelah itu dia ngajak pulang dan sewaktu sampai dia bener-bener dingin ngga kayak awal berangkat tadi" terang Devano


"Kak, semoga kakak ngga mencintai perempuan jalan* itu lagi. Dia udah buat kakak kecewa kan? Satu lagi kak Rara tu bener-bener perempuan baik-baik dia ngga akan membenci atau marah hanya karena hal sepele. Jika dia sampai bener-bener dingin sama kakak berarti dia sakit hati banget kak. Aku mohon kakak jangan sakitin Rara. Ya walaupun aku belum tau perasaan Rara ke kakak tapi dia ngga pernah ngecewain orang yang sayang sama dia" jawab Caca sambil memberikan penjelasan


"Nih ya kak 7 tahun aku kenal sama Rara, dia ngga pernah marah sama aku cuma gara-gara hal sepele dia menganggap aku seperti adiknya sendiri apalagi saat kakak sibuk, mama papa sibuk yang ada di samping aku tu cuma Rara dan keluarganya. Kalau boleh jujur selama ini aku mendapatkan kasih sayang ibu itu 70% dari bunda, mama selalu sibuk dengan bisnisnya tapi ada bunda dan Rara yang selalu ada kalau aku lagi jatuh. Jadi kalau bisa jaga perasaan Rara kak dia bener-bener berarti buat aku dia bener-bener cewek yang lembut tapi dia bakal berubah jika ada orang yang buat dia kecewa" tambah Caca


"Makasih ya Ca kamu udah ngasih tau kaka" Devano mengusap kepala Caca dengan tulus


"Iya sama-sama kalau gitu aku keluar kak" jawab Caca


Flashback off


"Jadi Ra dia sebenarnya udah coba buka hatinya buat lo, gue percaya dia bakal nyelesaiin masalahnya dan melanjutkan perjodohan ini. Ada gue di sini yang selalu ngedukung lo. Ngga akan ada yang bisa gantiin lo jadi kakak ipar gue selamanya" Rara pun mengeratkan pelukannya kepada Caca


"Ya udah cuci muka lo terus kita balik kesana" setelah cuci muka Rara dan Caca kembali kepada keluarga mereka


"Rara, papa udah buat keputusan yaitu Devano akan menyelesaikan masalahnya dengan waktu cepat dan tetap akan melanjutkan perjodohan ini" kata Papa Aditya


Rara hanya bisa diam dan pasrah.


Setelah berbincang-bincang mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


Pada saat di mobil Rara mengutarakan maksudnya jika ia mau kuliah


"Yah Rara besok sama Caca mau daftar kuliah. Tadi Rara dapet Email dari sekolah kalau Rara dan Caca dapat undangan untuk masuk ke Universitas B" kata Rara


"Kalau menyangkut pendidikan kamu ayah setuju jangan sia-sia kan prestasi kamu" jawab ayah


"Selamat sayang kamu bisa masuk jalur undangan di Universitas terbaik" kata bunda


Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah mereka.


~Bersambunggg


Terima kasih bagi yang berminat untuk membaca novel aku😊


Minta dukungannya terus ya agar like terus bertambah


Kritik dan saran selalu aku terima di kolom komentar☺️