It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 25 Hari yang dinanti



Hari ini pukul 3 dini hari Rara dan penghuni rumah lainnya (kecuali anak kecil) telah bangun untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di hari bahagia ini


Rara dan kedua sahabatnya yang sudah bangun segera sholat tahajud terlebih dahulu dan turun ke bawah untuk membantu yang diperlukan.


"Eh udah pada bangun?" sapa Tante Fahma


"Eh iya tante" jawab Zara


"Pagi pagi udah pada bangun semua" kata Rara


"Ya iyalah ini kan hari bahagianya kita semua" sahut Tasya yang tiba-tiba masuk ke dapur ikut membantu


"Eh ini siapa?" tanya Tasya


"Zara sahabat Rara" Zara mengenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya


"Tasya sepupu Kak Rara" Tasya membalas uluran tangan Zara


"Semuanya kita berangkat jam 7 lho kan acaranya jam 9 jadi kita tetap harus siap-siap di sana" kata Tante Nasya


"Iya jadi jam 4 harus udah pada selesai mandi karena MUAnya terbatas jadi cepet-cepatan khusus Rara 1 MUA sendiri" tambah bunda


"Jadi sekarang giliran mandi aja" Tante Kiran menambahi


"Mulai besok temenku sewaktu kumpul keluarga anak kecil dong" keluh Tasya


"Aku juga tetep ikut kumpul lah" jawab Rara


"Udah udah sekarang pada gantian mandi dulu habis mandi turun ke bawah sholat berjamaah" titah Bunda


Kemudian 4 anak perempuan tadi naik ke lantai atas untuk mandi karena sudah jam 3 lewat


Setelah mandi mereka berkumpul di kamar Rara terlebih dahulu karena belum adzan.


"Semuanya gue minta maaf ya kalo selama ini punya salah dan kekhilafan ya mungkin itu di sengaja atau enggak. Dan gue minta doanya ya semoga hari ini lancar dan rumah tangga gue nantinya sakinah, mawadah, warahmah dan bahagia selamanya bersama Kak Devano" Rara mengucapkan itu semua dengan tulus


"Ra gue dan yang lainnya cuma bisa ngedoain lo dan selalu suport lo untuk yang terbaik, di sini lo ngga ada salah sama sekali ya mungkin perkataan tapi itu kan juga candaan. Gue berdoa semoga rumah tangga lo sakinah, mawadah, warahmah dan bahagia selalu sampai maut memisahkan" jawab Zara


"Iya Ra semoga Kak Devano bisa menjaga lo sampai kapan pun dan semoga kalian bahagia terus aja kita di sini selalu ada buat lo" sambung Caca


"Dan semoga kakak cepet-cepat di beri baby dan memberikan kami keponakan yang banyak" tambah Tasya


"Makasih ya kalian udah nemenin masa lajang gue dan nemenin sampai titik ini" Rara mengajak mereka berpelukan


"Udah yuk udah adzan takut ditunggu di bawah" kata Zara


Kemudian mereka turun untuk sholat berjamaah bersama keluarga besar Rara.


Setelah sholat subuh berjamaah sebagian yang perempuan di makeup terlebih dahulu agar tidak berebut.


"Kakak" Nafisa memasuki ruang tengah yang untuk tempat bermakeup


"Eh Nap udah bangun" Nafisa hanya mengangguk


"Udah mandi belum?" Dan Nafisa hanya mengangguk


"Kok bajunya belum rapi?" tanya Rara lagi


"Kata bunda nanti ganti lagi" jawab Nafisa


"Ya udah Nap main dulu sama yang lain" titah Rara dan Nafisa pergi meninggalkan Rara


2 jam Rara di makeup oleh MUA handal. Dan hanya tinggal beberapa orang yang sebentar lagi selesai. Kalau yang laki-laki cuma memakai jas jadi cepat beda dengan yang perempuan yang harus makeup terlebih dahulu.


"Ra lo gugup ngga?" tanya Zara yang sudah selesai dimakeupin


" Iyalah banget" jawab Rara


"Rara udah selesai belum?" Tante Nasya yang tiba-tiba datang


"Bentar lagi bu tinggal dipakaikan Crown saja" jawab salah satu mbak yang makeup Rara


"Zara bantuin tante dan yang lainnya masukin barang yang dibawa Yuk" Tante Nasya mengajak Zara


"Iya tante. Semangat Rara" Zara memberi semangat kepada Rara dan mengikuti Tante Nasya


"Mbak udah selesai" kata MUAnya


"Makasih ya mbak" jawab Rara



Beberapa menit kemudian keluarga Rara dan sahabat Rara sudah sampai di hotel tempat acara diadakan.


Rara masih bersiap-siap di salah satu kamar sembari menunggu waktu acara dimulai


"Rara jangan gugup ya nak" nasehat Tante Kiran


"Iya tante tapi Rara takut" jawab Rara


"Semangat ya Rara" Zara memberikan semangat kepada Rara.


Rara ditemani oleh Zara dan Tasya saja karena Caca harus mengikuti keluarganya untuk menemani Devano


"Kakak" panggil Nafisa sambil berlari



"Ada apa Nap kok lari-lari?" tanya Rara


"Mau ketemu kakak" jawab Nafisa memeluk Rara


"Tadi kata bunda Nap disuruh nemenin kakak biar kakak ngga sendiri" tambah Nafisa


"Kak Rara ngga sendiri kok kan ada Kak Tasya dan Kak Zara" jawab Zara


"Boleh lah masak adik kakak ngga boleh ketemu kakak" jawab Rara


"Rara sayang udah mau dimulai udah siap kan?" tanya Tante Fahma yang memasuki ruangan Rara


"Udah tante" jawab Rara


"Ya udah yukk keluar" Tante Fahma menggandeng tangan Rara


"Nafisa sama Kak Nayswa (anak Tante Kiran) dulu ya" pinta Tante Fahma


"Iya tante dada kakak" Nafisa meninggalkan Rara


Setelah menunggu-nunggu waktu yang dinanti pun tiba. Rara diantarkan oleh Zara dan Tasya yang ada di sampingnya dan dibelakangnya ada tante-tantenya beserta suami memasuki loby hotel tempat akad dimulai.


Ayah dan Bundanya sudah berada di dekat meja akad dengan Devano dan bapak penghulu beserta walinya


"Pertama-tama mempelai wanita meminta izin dan memohon maaf kepada orang tuanya. Waktu dan tempat dipersilahkan" kata pembawa acara


"Bismillahirrahmaannirrahiim, Astaghfirullahal'adzim, Astaghfirullahal'adzim, Astaghfirullahal'adzim.


Asyhadualla illa ha illallah, Wa asyhadu anna muhammadarrosulullah.


Ayah dan bunda Yang Rara cintai dan hormati.


Rara bersyukur dan mengucap terima kasih kepada Allah SWT karena telah terlahir sebagai putri Ayah dan bunda. Limpahan perhatian, kasih sayang dan cinta kasih ayah dan bunda tiada henti ayah dan bunda curahkan.


Rara menghanturkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kesalahan dan kekhilafan yang Rara lakukan baik disengaja maupun tidak." Air mata Rara sudah lolos dari pelupuk matanya


"Ayah bunda...


Disaat yang baik ini, Rara memohon izin dan memohon restu untuk dinikahkan dengan pria yang Rara cintai, pria yang Insya Allah bisa menjadi imam yang bijak dan penuh kasih sayang.


Rara mohon, izinkan Rara menikah dan membina rumah tangga dengan pria pilihan Rara yang bernama 'Devano Abraham'


Dengan setulus hati ikhlas dan ridho Rara minta ayah dan bunda menikahkan Rara.


Rara juga mohon doa & restu ayah bunda, semoga kehidupan rumah tangga Rara nanti senantiasa rukun, damai, sejahtera dan penuh berkah dari Allah SWT. Amin ya rabbal alamin" Rara mengucapkan itu semua dengan tulus dari hati dan Rara mengeluarkan air mata yang mengalir terus menerus di pipinya.


Semua yang hadir turut larut dalam keharuan dari perkataan Rara yang sangat menyentuh.


"Chaira Khanaya Putri, putri ayah dan bunda yang sangat kami sayangi.


Ayah dan bunda memaafkan segala kesalahan dan kekhilafanmu. Lautan terima kasih kami yang telah menghematnya.


Anakku, selama 18 tahun kami mencoba menjadi orang tua yang baik bagi kamu. Mencoba memberikan yang terbaik untukmu, menurut kami dan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki.


Hari ini kami hantarkan kamu menaiki bahteramu sendiri. Di depan mu akan banyak gelombang, jaga kapalmu baik-baik agar tidak oleng.


Berbaktilah pada suamimu kelak. Jadilah Istri yang diperoleh, bagaikan embun furnitur dipagi hari. Semoga rumah tanggamu nanti senantiasa rukun, damai, sejahtera dan penuh keberkahan dari Allah SWT.


Vano ,,


Ayah dan bunda titipkan putri kecil kami untuk kau sayangi, kau didik dan kau bimbing agar menjadi Istri yang sholehah.


Tolong jaga dan bahagiakan putri kecil kami. Kami meminta engkau membahagiakan dia.


Semoga kelak kau bisa menjadi suami yang soleh, imam dan tauladan bagi istri dan anak-anak mu kelak.


Semoga ridho dan berkah Allah SWT menyertai kalian. Amin ya rabbal alamin." ayah membalas perkataan Rara dengan air mata yang mengalir


"Baik permohonan maaf dan doa restu sudah selesai mari kita mulai acara ijab kabul ini. Bapak Rizal mohon menjabat tangan ananda Devano untuk menikahkan putri bapak. Ananda Devano apakah sudah siap?" tanya pak penghulu


"Insyaallah siap pak" jawab Devano mantap


"Silahkan di mulai pak" titah pak penghulu


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Chaira Khanaya Putri alal mahri emas seberat 50 gram dan uang senilai 150 juta dan seperangkat alat sholat hallan" ayah mengucapkan ijab untuk menikahkan Rara


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu Taufiq" Devano menjawab dengan lantang


"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu


"SAH" jawab para saksi


"Alhamdulillah" seru semua orang


Air mata Rara dan kedua orang tuanya lolos dari pelupuk matanya.


Rara dan Devano memohon doa restu kepada kedua orang tua mereka


Dan mereka berfoto bersama setelah berfoto mereka pergi ke kamar privat keluarga yang dimiliki di hotel Devano


"Kalian istirahat dulu ya kan resepsinya malam jadi bisa istirahat dulu" kata Mama Sara


"Iya mah. Semuanya kami permisi terlebih dahulu" pamit Rara


~Bersambunggg


Terimakasih bagi yang berminat untuk membaca karyaku.


Minta Likenya ya teman-teman jika ada saran masukan di kolom komentar.


Jangan lupa Vote dan follow akun inii.


Aku mengucapkan mohon maaf lahir dan batin jika ada salah kata. Karena sebentar lagi akan tiba hari raya idul fitri.


Semoga amal kita di bulan ramadhan diterima oleh-Nya


Aamiin


Selamat menunaikan hari raya idul fitri bagi yang menjalankan❤️


Minal Aidzin Wal Faidzin✨