It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 13 Jalan berdua



Keesokan harinya setelah sarapan Rara bersantai di balkon kamarnya karena selepas ujian siswa diliburkan hingga hari wisuda.


Saat Rara sedang bermain hp telfon masuk di hpnya


Kring kring kring


📞


08*********


"Assalamualaikum Ra?"


📞


Chairara


"Waalaikumsalam siapa ya?"


📞


08**********


"Devano, ntar aku jemput habis dzuhur jangan lupa"


📞


Chairara


"Emm iya kak" jawab Rara sedikit gugup


Kemudian Devano mematikan telfonnya.


"Ihh ketus banget sih" gerutu Rara


"Yaudah deh aku siap-siap dulu ntar kalo udah adzan tinggal sholat terus berangkat" Kata Rara berbicara sendiri


Setelah itu Rara bersiap-siap.


Pada saat adzan dzuhur tiba Rara langsung menjalankan kewajibannya.


Setelah selesai Rara menunggu Devano di ruang keluarga.


"Lho nak mau kemana kok rapi gini?" tanya Bunda


"Kak Devano mau jemput katanya tapi ngga tau kapan" jawab Rara


"Ohh sejak kapan kalian akrab?" tanya bunda dengan nada mengejek


"Enggak bun ini tu disuruh Tante Sara" jawab Rara


Ting tong


Suara bel rumah Rara berbunyi


Kemudian Rara membukakan pintunya.


"Pergi sekarang aja Ra" kata Devano


"Mm iya kak, sebentar ya aku pamit bunda dulu" jawab Rara


"Bunda Rara pamit ya" pamit Rara


"Mau pergi sekarang?" tanya Bunda berjalan keluar


"Emm iya bun biar ngga kesorean nanti pulangnya" jawab Devano


"Ya udah hati-hati ya" kata bunda


"Iya bun assalamualaikum" salam Rara


Kemudian Rara dan Devano memasuki mobil Devano


"Kak sebenarnya kita mau kemana?" tanya Rara pelan


"Makan siang aja mama yang suruh" jawab Devano dingin


"Ya Allah dingin banget makhluk ciptaanmu ini, ganteng sih iya tapi dingin banget" batin Rara


Selama perjalanan ke restoran yang akan didatangi tidak ada perbincangan sama sekali sampai akhirnya mereka tiba di restoran Rara


"Ayok turun" kata Devano masih dengan nada dinginnya


Mereka pun turun dan memasuki restoran Rara


"Selamat datang Mba Chaira" sapa pak satpam yang berada di depan pintu


"Iya pak makasih" jawab Rara


Mereka pun masuk dan duduk di salah satu kursi yang ada.


Setelah memesan makanan mereka hanya diam.


Tapi tak lama kemudian Devano membuka suara


"Ra?" panggil Devano


"Kenapa kak?" tanya Rara


"Ra kenapa kamu setuju dengan perjodohan ini?" Devano balik bertanya


"Karena meskipun aku menolak ayah akan tetap memaksa aku jadi ngga ada gunanya" jawab Rara


"Kamu pernah pacaran sebelumnya?" tanya Devano kembali


"Kenapa?" Devano menjadi kepo karena Rara yang menjawab hanya singkat


"Ya karena ayah ngga ngizinin aku pacaran kecuali ada yang langsung minta izin ke ayah itu pun tidak pacaran" jawab Rara


"Kakak sendiri kenapa nerima perjodohan ini?" tanya Rara


"Ya karena perintah papa" jawab Devano berbohong karena alasan yang sebenarnya untuk melupakan Sisca


"Aku tau kak alasan kamu sebenarnya setelah kamu putus dari Sisca baru kamu menyetujui rencana ini" batin Rara


"Ohh" jawab Rara


Tiba-tiba ada suara keributan di depan restoran Rara.


Rara pun dengan cepat menghampiri keributan tersebut dan menanyakan kepada satpam yang ada di luar.


"Ada apa pak kenapa ramai?" tanya Rara


"Ini mba ada pengemis di sini kan ngga boleh ada pengemis, saya udah mengusirnya tapi ngga mau pergi mba" terang pak satpam


"Maaf mba saya hanya mau mencari uang anak saya ngga bisa makan" kata ibu pengemis itu


"Intan kemarilah" panggil Rara kepada salah satu pramusajinya


"Iya ada apa mba?" tanya pramusajinya


"Tolong ambilkan 2 porsi makan dan minuman lalu berikan kepada ibu itu dan anaknya" titah Rara




"Tapi mba kan mereka ngga bisa membayar" tolak Intan takut


"Sudah berikan saja toh ngga akan rugi sesekali bersedekah kepada orang yang kurang mampu" kata Rara


"Baik mba saya ambilkan" jawab Intan pasrah


"Baik banget ni anak, dia ngga merasa sombong dengan apa yang dia punya" Batin Devano terkagum oleh tingkah Rara


"Kalau Sisca jadi Rara dia bakal ikut ngusir tu pengemis dan seakan-akan dia ratu di sini" batin Devano kembali


Setelah Intan mengambilkan makanan yang disuruh Rara dia pun memberikan nampannya kepada Rara


"Ini mba makanannya" kata Intan si pramusaji


"Makasih tan" jawab Rara


Kemudian Rara memberikan makanan itu kepada si pengemis


"Bu ini ada makanan dari restoran ini dimakan ya anaknya juga disuapi bu agar tidak lemas" kata Rara


"Makasih ya mba tapi kalau pemilik restoran ini marah bagaimana?" tanya pengemis itu


"Ini punya saya bu jadi sekarang dimakan ya makanannya" jawab Rara


Kemudian Rara mengambil tasnya dan kembali ke arah pengemis itu


"Bu ini dari saya ada sedikit uang ini bisa ibu gunakan untuk jualan asongan agar ibu tidak mengemis seperti ini" kata Rara sembari memberikan uang terhadap pengemis itu


"Dan ini dari saya bu semoga bermanfaat" tambah Devano dengan memberikan uang juga kepada ibu pengemis


"Makasih mba mas semoga kalian menjadi keluarga yang utuh ya dan restoran ini semakin ramai" kata si pengemis


"Eh bu sebenarnya" omangan Rara terpotong oleh Devano


"Iya bu terimakasih saya dan Rara permisi dulu" Devano pun memberi isyarat kepada Rara


"Sekali lagi terimakasih mas mba, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian" tambah si pengemis


"Iya bu sama-sama kamu permisi ya bu" jawab Rara


Setelah sampai di tempat meja.


Mereka pun meminum minuman yang sudah ada di meja kemudian mereka menunggu makanannya dan Devano bertanya kepada Rara


"Ra kenapa kamu ngasih uang kepada si pengemis tadi?" tanya Devano


"Kak mereka juga manusia mereka butuh makan, mungkin mereka sudah berusaha akan tetapi belum berhasil maka dari itu mereka mengemis untuk makan. Apa salahnya kita membantu toh sama-sama makhluk allah dan bersedekah itu bukanya menambah pahala bagi kita?" terang Rara


"Gue salut sama lo Ra diusia lo yang masih muda dan baru lulus aja lo udah berbagi apa lagi jika lo sukses seperti Sisca, gue aja ngga pernah liat Sisca berbagi" batin Devano karena merasa salut terhadap Rara


"Iya juga sih" jawab Devano terhadap Rara


Setelah itu makanan mereka datang dan mereka akan menyantap.


Saat Rara akan menyantap tiba-tiba ada orang yang menampar Rara dengan sadisnya


Plak!


Tamparan sadis mengenai pipi Rara


~Bersambunggg..


Terimakasih bagi yang sudah membaca novel aku


Mohon maaf jika masih ada kekurangan


Kritik dan saran selalu aku terima lewat kolom komentar😊


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan💛