It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 28 Surprise



Saat ditengah semua menyantap makanannya Papa Aditya membuka suara.


"Vano kamu hari ini mau kemana?" tanya Papa Aditya


"Vano sama Rara mau keluar sebentar pa terus ke kantor bentar" jawab Devano


"Loh kok sama aku mas?" tanya Rara


"Nanti juga kamu tau" jawab Devano santai


"Ya udah papa mau ke kantor cabang" kata Papa Aditya


"Mama juga mau ke kantor. Caca?" tanya Mama


"Caca berarti sendiri?" Caca balik bertanya


"Jomblo sih" ledek Devano


"Eh mentang-mentang udah nikah gitu ya" sinis Caca


"Biaran lah" Devano mengejek adeknya


"Udah udah ini juga kakaknya udah nikah masih aja nggodain adeknya" omel Mama


"Ya Kak Vano tu" elak Caca


"Kok gue kan lo" kata Devano


"Udah mas habisin makanmu" kata Rara


"Iya iya" jawab Devano


"Huu sama istrinya aja baru nurut sama mama aja ngga" ledek Caca


"Caca udah" kata Mama


"Iya iya mah" Caca pasrah


Kemudian mereka kembali kepada aktivitasnya masing-masing Rara dan Devano kembali ke kamarnya karena akan bersiap-siap pergi.


"Mas kita mau kemana sih?" tanya Rara penasaran


"Udah nanti juga kamu tau" jawab Devano santai


"Huh" Rara mendengus kesal


"Ya udah kamu mandi dulu gih baru aku" kata Devano


Kemudian Rara mandi dan setelah Rara barulah Devano saat Devano mandi Rara menjalani rutinitas barunya sebagai seorang istri yaitu menyiapkan baju untuk suaminya.


Mereka berangkat ke tempat yang Devano tuju. Setelah sampai Devano menutup mata Rara terlebih dahulu dan kemudian masuk ke dalam.


Saat masuk alunan biola sudah mengiringi mereka. Rara menahan rasa penasarannya karena ia tau percuma jika menanyakan kepada Devano yang tidak menjawab.


Saat sudah sampai Devano membuka penutup mata Rara


"Surprise sayang" kata Devano


"Mas ini tempatnya bagus banget" Rara kagum terhadap tempat yang di ubah Devano


"Dan ini untuk kamu?" Devano menyerahkan kunci mobil barunya kepada Rara


"Ini untuk apa?" tanya Rara penasaran


"Untuk kado pernikahan kita dari aku" jawab Devano


"Aku aja ngga ngasih apapun ke kamu" kata Rara sedih


"Cukup selalu ada di samping aku aja itu udah hadiah bagi aku" jawab Devano


"Makasih ya mas" kata Rara memeluk Devano


"Iya sama-sama" Devano terkejut karena Rara berinisiatif memeluknya terlebih dahulu


"Ya udah mobilnya biar aku suruh orang sekarang kamu temenin aku ke kantor" kata Devano


"Lama?" tanya Rara


"Ngga kok cuma ambil berkas aja" jawab Devano


"Mmm Rara mau ketemu Nafisa mas" pinta Rara pelan


"Iya nanti aku anterin. Aku juga kangen Nafisa" jawab Devano


"Iya ayo pelan-pelan tapi" jawab Devano


Kemudian mereka pergi ke kantornya Devano.


Setelah melewati ibu kota yang sangat padat akhirnya mereka sampai di kantor pusat.


Mereka memasuki loby kantor dan seluruh karyawan yang ada menundukkan kepalanya tanda hormat kepada CEOnya


Rara dan Devano menaiki lift khusus CEO yang ada di sana dan langsung melewati meja sekretaris Devano.


"Selamat siang pak, bu" sapa Bu Nuri menundukkan kepala


"Ra ini Nuri sekretaris aku" Devano mengenalkan kepada Rara.


Rara tersenyum kepada sekretaris Devano dan mereka masuk ke dalam ruangan Devano


Rara penasaran dengan sekretaris Devano tapi ia bingung harus bertanya bagaimana sampai akhirnya ia bertanya seperti ini pada Devano


"Bu Nuri itu udah nikah mas?" tanya Rara


"Udah punya anak malah itu aja udah hamil lagi" jawab Devano fokus dengan dokumen yang ia lihat


"Ooh tapi masih keliatan muda ya" kata Rara


"Ngga sih biasa aja" Devano tau arah pembicaraan Rara maka dari itu ia menjawab dengan singkat


"Udah selesai nih mau pergi kapan?" tanya Devano


"Sekarang aja" jawab Rara


Mereka pun keluar dari kantor Devano dan menuju rumah bunda. Sebelum sampai ke rumah mereka membeli kue kesukaan bunda dan es cream kesukaan Nafisa terlebih dahulu sebagai buah tangan.


Sampai di rumah bunda, Rara memeluk Bundanya dan Nafisa setelah itu mereka mengobrol ringan dengan bunda sesekali diiringi tawa karena tingkah Nafisa.


Setelah berbincang-bincang cukup lama Rara dan Devano pamit pulang karena hari sudah sore.


Bunda dan Nafisa pun terpaksa terpisah dari Rara kembali. Karena bunda belum terbiasa tanpa adanya Rara dirumah.


Setelah itu mereka kembali ke kediaman Abraham.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman Abraham dan langsung masuk ke halaman rumah. Saat melewati ruang keluarga mereka melihat Caca yang sedang menyaksikan acara di televisi.


Rara pun duduk di samping Caca dan Devano pun bertanya kepada Rara kenapa tidak mandi dulu karena habis dari luar.


"Ra kamu ngga bersih-bersih dulu?" tanya Devano


"Bentar mas capek aku" jawab Rara


"Pengennya lengket aja sama istrinya" sindir Caca


"Ehh ada jomblo ngiri nihh kayaknya" Devano menyindir balik


"Eh awas aja ya lo kak kalau gue udah nikah" Caca emosi dengan sindiran Devano


"Belajar dulu biar pinter" jawab Devano


"Ehh Kak Rara juga seusai kali sama gue" kata Caca tidak terima


"Udah-udah kalian tu kakak adik malah kayak tikus dan kucing" Rara melerai keduanya


"Mas ayo naik" Rara berdiri dan menarik tangan Devano


Devano pun mengikuti Rara dan menjulurkan lidah terlebih dahulu untuk mengejek Caca.


Setelah itu mereka mandi dan beristirahat terlebih dahulu.


Terimakasih bagi yang sudah membaca novel aku✨


Maaf untuk keterlambatan up karena ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan.


Maaf juga jika novelnya membosankan kritik dan saran selalu aku terima di kolom komentar yaa kakak kesayangan


Kita berbagi okayy aku up kalian like, komen, dan vote yaa☺️


Ditambahkan juga ke favorit ❤️


Jangan lupa Likenya dan komen okayy


I love you readersss😍